Thursday, 29 November 2018

Kisah si Anak Asma, Pantangan, Heboh Pagi Hari

[ya ampuuuuun... ni skr 29 Nov 2018, udah diniati mau tulis2 di blog, lha kok nemu draft buanyakkkk, belum selesai, belum dipublish. Ya sudah mari dikelarkan satu per satu. Berikut ini entah dari tanggal berapa. Tampaknya dari awal Oktober 2018.]

Hhhh. What a morning. Or what a week. Kadang aku heran dan penasaran, kenapa sepertinya waktuku itu tak cukup untuk mengerjakan semua kewajibanku. Padahal sudah ada rewang. Lalu nyemayani dalam hati lagi, ya ini konsekuensinya bekerja, dengan ada kewajiban membesarkan anak-anak dan keluarga bersama suami. Tapi temen-temen lagi tampak oke-oke aja? Atau sebetulnya ada juga hal-hal lain yang tak tampak?

Setelah lebih dari dua minggu kulit kakiku yang awalnya hanya gatal-gatal itu lalu bertambah parah, jadi tumbuh kulit tebal berwarna gelap di tempat yang gatal itu; itu gara-gara bahkan untuk memeriksakan kakiku ke ibuku yang dokter itu sering lupa atau tak sempat. Karena interaksi dengan ibuku sangat singkat, di pagi hari saat menitipkan si bayik, yang harus cepat-cepat, karena waktunya singkat, yang besar jangan sampai terlambat. Di sore hari, saat aku menjemputnya, juga tak ingin lama-lama, karena ibuku pasti sudah lelah menjaga si bayi seharian.