Friday, 16 March 2018

Bayar Listrik

Akhirnya kesampaian bisa menulis lagi, hehe..
Alhamdulillah setelah 1 tahun melanjutkan kehidupan dari Sydney yang tanpa rewang (tanpa rewang menginap :D) , akhirnya memutuskan menggunakan jasa rewang yang menginap. Nah jadi semoga bisa memotivasi untuk bisa aktif menulis lagi :D.

Kali ini saya ingin mengenang salah satu kejadian di akhir masa rantau keluarga kami di Sydney. 

Di tengah-tengah kesibukan packing barang, mengurus ini-itu untuk pindahan, tiba-tiba kami baru menyadari satu hal selama bertahun-tahun tinggal di flat tua itu: meteran listrik kami ternyata rusak! Nggak muter!


Hooooo....
Terbayang-bayang percakapan-percakapan kami dengan teman-teman, yang biasanya kaget campur iri (? :D) mendengar tagihan listrik kami yang sangat-sangat rendah. 70 dolar Ostrali saja setiap tiga bulan. Lalu biasanya suami saya menjelaskan, "Oh itu karena flat kami masih pakai gas...". Iya, sepengetahuan saya, mulai sedikit flat yang punya instalasi gas untuk dapur dan kamar mandinya. Lebih banyak yang full listrik. 

Saya sudah lupa bagaimana kok tiba-tiba bisa sadar, yang jelas pak suami baru membaca detail tagihan listrik dan melihat tulisan "0 kWh" di situ. "Oalah jadi selama ini yang kita bayar abonemennya to...." Ya gitu deh kalo suami yang diserahi :p. Karena memang dia duluan yang pindah ke Sydney dan segala urusan bayar-membayar tagihan sudah sejak awal ditackle dia, saya ga pernah utak-atik (dan, uang beasiswa saya waktu itu hanya ditujukan untuk membayar satu pos pengeluaran: childcarenya Hanif, wkwkwk.... *ketawa miris).

Lalu... pernahkah anda-anda merasa amat sangat enggan melakukan suatu hal, padahal itu harus dilakukan? :D Lha, waktu itu, bagi kami, hal tersebut adalah: mengecek tagihan-tagihan listrik sebelumnya! :,D
Sudah sejak kapan penggunaan listriknya nol begini?
Ketemulah tagihan tahun 2015. "Lho, ternyata nol?!"
Lalu tahun sebelumnya. "Lho, nol jugak?!"
Sebelum-sebelumnya juga sama... Bahkan kami menemukan tagihan-tagihan penghuni flat sebelumnya, nol jugaaaak....

Kejadian ini sempat bikin pak suami tidak bisa nyenyak tidur berhari-hari. Bahkan sempat bingung, lapor nggak ya... lapor nggak ya... 
Hus, ya lapor rek.
Kalau nanti disuruh bayar yang sudah terpakai gimana? Bertahun-tahun?

"Ya sudah, kan itu memang jadi kewajiban kita... " untuk kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kehilangan hak atau uang, yang serius, reaksi saya bisa berbeda-beda. Pernah saya juga sampai nggak bisa tidur. Tapi untuk yang ini, saya tenang. Biasanya, saya menganggap perasaan tenang ini tandanya tidak akan ada hak kami yang diambil secara semena-mena. Kalau disuruh membayar, ya sudah, lha wong memang kami memakai listriknya. Sempat ada perasaan khawatir, takut dianggap sengaja. Karena kan kami lapor pada saat akan menutup rekeningnya, karena akan pindah ke luar Ostrali, pulang kembali.

Akhirnya pak suami lapor lewat email.

Selang beberapa hari, ada balasan. Akan dicek oleh petugas, katanya. Pak suami masih belum bisa tenang.

Lalu ada email lagi. Petugas sudah mengecek, katanya. Betul, meter anda rusak.
Sudah gitu aja. Nggak disuruh bayar lagi. Alhamdulillah...
Saat tiba kembali di tanah air, masih was-was, menunggu tagihan terakhir.

Ternyata seingat saya, sampai setahun kemudian, hari ini, tidak ada tambahan tagihan apa-apa lagi.. Alhamdulillah....


2 comments:

  1. test test...

    yuhuu.. ini post pemanasan atau gimana ya? kok ceritanya nge-gantung gini seh :p hahaha! ayo ayo.. tulis lagi cerita lain!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah resolved kok, yaitu: tidak ada tagihan lebih lanjut.. Alias selama bertahun2 itu kami tidak disuruh bayar :)

      Delete