Saturday, 3 September 2016

Mendadak Judo



Mendadak Judo: Mendadak jadi googling-googling soal Judo, sampai akhirnya kudapatkan nama teknik ini: Tai Otoshi dan Kuzure Kesa Gatame.. Diprint dan ditempel di lemari ya.
Gambarnya ambil dari sini:


*   *   *


Sudah beberapa hari kepikiran untuk nulis ini. Dan sempet nyoba inget-inget, have I already written something about Judo in this blog? 
(*I stopped here to google if I should write "judo" with capital J or not ios_emoji_flushed_face
*Since I gave lab tutor to students this semester I somehow unconsciously talked more in English than Bahasa Indonesia... including writing blogposts... ios_emoji_flushed_face)


Baiklah kembali ke Bahasa Indonesia setelah search sebentar kata kunci "les" di blog ini, ternyata belum pernah ya aku cerita tentang les Judo. Aku sudah pernah cerita ambisiku untuk ngikutkan Hanif les musik tapi ga kesampaian.

Setelah Hanif mulai sekolah TK, masih ada kesempatan ikutin les musik... yang ternyata pagi banget, sebelum sekolah.. Ya sudah lha wong kalau pagi dia diajak berangkat sekolah biasa aja kadang susah, aku urungkan niatku ikutkan les musik. Alasan lain adalah karena tentu saja standar les musiknya gak seperti standarku .

Lalu entah gimana aku kok lupa ya kenapa akhirnya aku pilih judo daripada renang, haha... Yang jelas dulu waktu dia di childcare dia ikut kegiatan ekstrakurikulernya childcare itu, tiap 2-3 minggu sekali ikut kelas judonya kampus. Nah waktu itu aku kontak head coachnya dan ikutan free trial. Pertama ikut ya kesannya positif karena yang ngajar kan sama kayak waktu dia childcare, dan isinya (tampak) senang-senang terus. Malah ada salah satu ortu yang bilang "Eh anak kamu kok udah langsung bisa? Padahal baru ikutan.". Dan aku jelasin kalau di childcare dulu dia sudah pernah ikut.

Sekali dua kali, oke, eh di minggu keempat apa kelima ya, dia mulai mogok (padahal udah bayar heu....dan  lumayan ya jumlahnya untuk ukuran kantong mahasiswa di rantau ). Di saat-saat itulah mulai googling-googling yang semacam "anak mogok les" dan semacamnya . Dan terus jadi bingung karena ada dua pendapat:
1. Anak jangan dipaksa. Kalau ga mau les, ya sudah.
2. Anak harus diajari disiplin dan konsisten. Kan sebelum mendaftar les, sudah ditawari.

#njur aku kudu piye


Bahahaha... 
Ya untung saat Irfan sudah agak longgar (habis submit thesis) dia sesekali bisa ngantar, dan bisa merayu - memaksa Hanif untuk ikut. Yang ternyata memang walaupun di awal kelas harus dipaksa, 5-10 menit kemudian dia sudah semangat seneng-seneng ikutan kok. Jadi misterinya dia ga mau itu kenapa??? Aku yo wes lupa  ios_emoji_smiling_face_with_open_mouth_and_cold_sweat.

Nah lalu.... semester ini kan aku dan Irfan sama-sama kasih lab tutoring, dan kebetulan kita berdua dapat jadwal di hari Hanif les judo ini. Akhirnya kita putuskan pindah hari, dan kebetulan pindah ke kelas atasnya (usia 5-6 tahun, sebelumnya ikut yang 3-4 tahun karena dulu awal daftar kan memang belum 5 tahun.). Setelah izin gurunya, kita pun pindah kelas.

Di hari pertama pindah kelas, Hanif ga mau ikutan. Lha karena sebelum-sebelumnya dia juga kadang gitu, ya ta paksa. Ternyata malah nangis. Untung sebentar kemudian Bapake datang dan berhasil merayu. Malamnya ta ajak ngobrol ta tanya, kenapa tadi nangis. Dia bilang karena gurunya baru.

Ooooo.... ya ya ya, aku inget sekarang. Hanif memang punya issue dengan orang baru. Dulu waktu di childcare, kalau ada guru pengganti, dia bisa nangis. Guru-gurunya dia di childcare sudah paham dengan sifat Hanif ini. Bahkan dulu koki yang di childcare cuti, lalu ada koki baru, itu pun dia kayak ga bisa terima gitu.
Lalu di sekolah, waktu pertama kalinya dia ngalami guru pengganti, itupun dia nangis. 
Oke jadi waktu itu aku merasa clear, masalahnya karena guru kelas judonya baru. (Eh sebetulnya kan di kelas judo ini ada satu pelatih utama dan satu asisten.. yang pelatih utama ini ya tetep orangnya. Yang beda asistennya. Tapi ya teteup ya orang baru bagi Hanif.)

Sekali, dua kali datang, eh kelas yang baru ini adaaaaa aja tantangannya, haha.
Jadi di kelas yang lebih tinggi ini, udah mulai diajarin teknik dasar. Ada bantingan dan "menahan" (mbuh istilahe opo to... Kalo googling bahasa Inggrisnya pin-down). Aku ngelihat setidaknya ada dua tantangan terkait ini:
1. Hanif baru masuk di Term 3 ini, jadi masih belum ngeh. Sedangkan anak-anak lain ya kelihatannya sudah di kelas yang ini sejak Term 1, jadi sudah paham dan bisa lebih mandiri berlatih gerakan ini.
2. Hanif kelihatannya belum nyaman dengan konsep latihan bela diri berpasangan. Jadi selalu ada sesi berpasangan, lalu masing-masing gantian membanting (literally...) pasangan latihannya. Mungkin konsep ini dia masih belum ngeh, jadi dia selalu enggan dan bener-bener gak mau :( .

#njur aku kudu piye
#kalo ada ide boleh tulis di kolom komentar ya kakak



Mendadak Judo: Googling any Judo-related things
Heuh.... sejak ikut kelas yang ini pendekatannya beda ama yang kelas kecil. Kalo dulu mah ya seneng-seneng aja, main-main loncat-loncat, pulang ke rumah wes ra urus apa yang tadi diajarin (emang ga ada pelajarannya kali... wkwk...). Tapi sekarang, heuh jadi ikut merhatikan itu gurunya ngapain, kalo perlu direkam segala (oh iya perlu direkam, apalagi asistem pelatihnya cake---- *ilang sinyal XD). Pelatihnya selalu bilang nama tekniknya, untung agak-agak inget dikit, jadi waktu googling akhirnya bisa nemu juga nama tekniknya (setelah melototin gambar-gambarnya yang mirip buanget.... untung inget posisi kakinya gimana ios_emoji_smiling_face_with_open_mouth_and_cold_sweat *fyuh).


Latihan di rumah
Setelah gambarnya ketemu, diprint, berlanjutlah ke tantangan berikutnya yaitu ngajakin Hanif latihan. Yes, aku ajak Hanif latihan di rumah di kasur . Eh btw gara-gara ini aku jadi ingat jaman aku dulu ngajar kelas musik loh... dan mengapresiasi ortu-ortu yang ga ada background musik. Mungkin mereka juga melakukan hal yang sama untuk anak-anaknya  (googling, print, ngajak latihan padalah sendirinya juga ga begitu ngeh dll dll... ahahaha).


Ada juga gerakan lain seperti rolling dan bermacam-macam variasinya, untuk melatih anak "jatuh secara aman" (falling safely), di kelas ini diajarkan lebih mandiri. Kalau di kelas kecil, gerakan-gerakan ini masih dibantu gurunya. Nah karena Hanif juga masih belum selancar temen-temennya, ya aku latih di rumah. Aku sampai bikin obstacle tandingan dari bantal ditumpuk-tumpuk dan dibungkus selimut untuk melatih variasi rolling ini *lap kringet.

Terus gimana hasilnya?
Di minggu keempat kemarin, masih suka bilang "I don't want to do it" dan masih ogah-ogahan kalau masuk sesi latihan berpasangan. Yaaaa tetap berusaha dan berdoa. Usaha lain ya ngajak ngobrol dan menjelaskan apa sih latihan judo itu. Untuk apa sih bela diri itu, dan kenapa bela diri itu perlu berlatih. Lagi-lagi aku teringat ortu murid-muridku dulu yang mungkin juga merayu-rayu anaknya supaya mau latihan musik, hahaha...

Buku (dan tontonan?) anak bertema Judo
Aku pernah tulis post "Mencapai Tujuan Dengan Buku", jadi tentu saja aku juga cari-cari buku anak terkait Judo. Sayangnya ga terlalu banyak, yang banyak kayaknya karate. Tapi kemarin akhirnya beli dua buku, buku belajar membaca bertema Judo ("Judo (Start Reading: My Sports Club)") dan The Three Ninja Pigs. Bukunya belum datang, tapi tadi pagi kita udah nonton video youtube orang bacain buku The Three Ninja Pigs ini.

Gambar dari halaman Amazon-nya.




Selanjutnya, aku mau coba cari apa ada tontonan anak yang bertema judo. Ada satu episode "Gaspard and Lisa" yang judulnya "Our Judo Lesson" tapi belum nemu videonya... :p

Ya semoga Hanif semakin bisa menikmati dan memetik hasil les judonya ya.... amin.... :))


*titip simpen links sekalian ya :P


6 comments:

  1. mendadak pengen liat foto2 yang lo kirimin. *bwat liat Hanif yaaa, bukan liatin yang lain :p

    ReplyDelete
  2. Bhahaha keren ih hanif judo. Ada fotonya gaaak? *komen terus sis mumpung bisa*

    ReplyDelete
    Replies
    1. japri ya sis, ahahaaa..
      *seneng rek aku dikomenin lagi :D
      *mari ngeblog lagi :D

      Delete
    2. Sis mana sis fotonya sis hahaha. Kehapus yooo

      Delete