Saturday, 6 February 2016

Hanif, these are your first steps...

Sorry I couldn't help borrowing Ewan McGregor's Obi-Wan Kenobi's line in Star Wars The Force Awakens  . [Rey, these are your first steps...]
ewaniloveyou! 


Persiapan Hanif Sekolah
Jadi sudah lama aku pengen bikin post berseri gitu, tentang perjalanan dan persiapan Hanif sekolah. Tapi ternyata cuma keturutan nulis satu post -_- . Rangkuman cerita: awalnya aku nggak terlalu bersemangat nyekolahkan dia karena menurutku dia masih terlalu muda. Di negara bagian New South Wales, anak bisa mulai sekolah jika usianya 4.5 tahun di awal tahun ajaran (Januari). Juga, di sini, yang namanya primary school itu jadi satu dengan TK (kindergarten), dan kindergartennya cuma setahun. Jadi yang namanya masuk TK di sini, ya masuk ke "sekolahan yang besar", bareng murid-murid lain sampai yang kelas enam, dengan durasi sekolah langsung 6 jam (jam 9 sampai jam 3 sore).

Nah, setelah datang ke acara open day sekolahnya, pikiranku mulai berubah. Ga menakutkan seperti bayanganku pada awalnya. Kelas TKnya ya kayak mainan aja, ga terlalu beda dengan childcare. Apalagi setelah melihat bagaimana murid-murid di sini tumbuh mandiri dan percaya diri, aku malah jadi pingin Hanif merasakan sekolah di sini. Akhirnya aku membuktikan juga, yang selama ini hanya aku dengar dari omong-omong dan cerita teman yang anaknya sudah sekolah di sini: Sekolah di sini menyenangkan, mendidik dan menumbuhkan pribadi-pribadi mandiri, kreatif, pemberani. Sudah sering baca share-sharean tentang sekolah di Ostrali 'kan di Facebook? Atau, pernah denger "Gerakan Sekolah Menyenangkan" yang awalnya diprakarsai teman-teman yang berkesempatan menyekolahkan anaknya di Australia (dan anak-anaknya sangat cinta bersekolah!). Di setiap acara sekolah, murid-murid selalu terlibat. Di acara open day, murid-murid dikerahkan menyapa orang tua dan calon murid baru, berkeliling sekolah untuk tur kecil-kecilan. Waktu ada presentasi, paduan suara, dan lain-lain, aku dibisiki temanku "tuh liat tuh.. di belakang.." ternyata yang mengatur sound system, presentasi, layar, dan seksi sibuk lainnya, ya murid-murid semua. "Kalau di Indo biasanya ada tukangnya.." kata temanku lagi.. Aku ga tau ya :D.

Persiapan cukup santai. Karena baju seragam baru cukup mahal (berkisar $20 - 60), aku siap beli second ataupun beli di dept store biasa. Tanya teman butuh alat tulis atau buku, katanya nggak usah.. Nanti baru waktu naik kelas satu mulai disuruh beli alat tulis. Untuk anak TK, cukup bawa bekal makan siang aja.

Nah.... ini... hahaha... Aku cukup antusias terhadap bekal makan siang ini, mengingatkan akan masa Hanif MPASI dulu. Antusias di awal, selanjutnya,,,, "meh" xD hahaha... Di sekolah lunchtime adalah jam setengah 12, dan ada recess / snack time jam 2 kurang. Ada kantin tapi aku belum nyoba, masih semangat nyiapin makan siang :D. 

Assessment Test
Seminggu sebelum sekolah TK mulai, ada assessment test untuk menentukan kelas anak (ada 3 kelas kindie masing-masing 20an anak). Aku juga nyantai karena aku udah tahu dan gurunya berkali-kali menegaskan, ini bukan tes masuk. Tujuannya hanya supaya guru punya gambaran sejauh mana kemampuan anak, misalnya terkait literasi dan matematika. Kebetulan Hanif dapat jadwal pagi, jadi aku bisa lihat seperti apa sih hiruk pikuk orang tua dan murid kelas besar sebelum bel masuk berbunyi. Satu hal yang sudah lama aku perhatikan: walaupun di sini murid wajib pake seragam sekolah, pelaksanaannya cukup nyantai. Sempat lihat beberapa anak pake sepatu olahraga hitam, walaupun tertulis peraturannya pake sepatu kulit. Lalu sempet ngonangi juga ada yang pake polo shirt putih dan bukannya kemeja putih, cuciannya belum kering kali ye.. wkwk.. Keliatan kalo nyantai lah. Kok aku terkesan banget sih? Ya piye.. masih terbayang di benak dulu jaman SD selalu ada adegan disetrap karena lupa pake sabuk lah, sepatunya bukan sepatu kulit hitam polos lah, lupa pake topi lah.. zzzz -_- Kadang mikir well what's the point? (Kadang ngerasa hal yang sama dengan peraturan macam "mahasiswa berambut gondrong dilarang masuk" ). Btw kalo di sini peraturannya bukan disetrap tapi "No Hat No Play" (Ostrali gitu loh.. salah satu negara dengan indeks UV tertinggi.. sun block dan topi wajib,,,).

Our first steps :D
Dan akhirnya Senin kemarin Hanif sekolah juga.. Sudah terasa agak-agak sentimentil waktu assessment test sebetulnya.. Aku kira kan ortunya ikut masuk ke dalam, ternyata nggak. Aku langsung nyadar.. ya sedikit demi sedikit seperti inilah kita membimbing lalu melepas anak kita. Yang tadinya dari kecil nggak berdaya, tergantung kita, sama-sama kita, lalu sedikit demi sedikit kita lepas dia keluar, kita nggak bisa lagi seterusnya sama dia, menjaga dia, dan itu termasuk tugas kita mempersiapkan dia sedikit demi sedikit juga supaya dia bisa berdiri sendiri saat kita nggak di sisinya.. *jadi serius tulisannya, hiks*

Melihat Hanif pake seragam sekolah, bawa tas, bener-bener terasa spesial, bukan hanya ini langkah baru untuk Hanif, tapi juga langkah kita. Sekolahan rame, keliatan para ortu murid baru ini juga merayakan momen hari pertama ini.. Well, seperti kata Amitabh Bachan di film English Vinglish :
First times happen only once.. Every first experience is special.. So.. enjoy!

Lagi-lagi aku terkesan, karena di hari-hari pertama sekolah TK ini, kakak-kakak kelas ikut masuk ke kelas, menemani adik-adik kelasnya. Ikut meringankan beban guru juga di hari pertama, dan inilah awal yang baik dan mungkin berkesan bagi murid-murid yang besar maupun murid baru... (dan lalu ingat ospek dengan kekerasan atau hal-hal konyol yang kadang ga jelas juntrungannya zzzzzz).

Waktu pulang, juga rame. Ga sedikit bapak ibu yang lengkap jemput anaknya. Hanif gimana? pulangnya agak-agak salah tingkah gitu. Tapi syukurlah hari-hari selanjutnya nggak. 

Bekal makanan
Nah,,, ini yang tadi aku bilang aku antusias, haha.. Salah satu hal yang masih) terasa seru adalah nyiapin bekal di pagi hari, terus ngecek bekalnya waktu pulang, makanannya habis atau nggak. Oya untuk  makan siang ini, alhamdulillah nemu lunch box Sistema yang ada sekat-sekatnnya, dapet diskon 1/2 harga pula:

Yayaya.. lupakan bekal ala bento-bentoan yang imut-imut itu...
Cukup sausage roll dibebet tissue dan anggur dimasukin sak tangkainya , rice crackers disebar ala kadarnya


Saking semangatnya (yaya,.,, mirip jaman MPASI dulu lah.. ) aku catet itu tiap hari Hanif aku bawain bekal apa. Hari pertama (bersejarah) aku bawain Sausage Rolls, anggur, dan rice crackers. Hari-hari selanjutnya ya muter aja, roti tawar (isi gonta ganti), apel (direndem air garem masukin kulkas), pisang, kismis, susu, keju stik.. Besok-besok mungkin mau coba pesan makan di kantinnya.

Terus sekolahnya gimana?
Nah ini... hahaha... ga tau apa emang Hanifnya yang cuek, atau apa anak laki emang gitu ye. Ditanya ngapain aja, jawabannya singkat-singkat, ga kayak temennya si l anaknya embak Sal yang cerita banyak. Kayaknya sih masih main-main bebas aja minggu ini, mungkin baru minggu depan ada program yang agak lebih terstruktur. Tapi alhamdulillah Hanif sudah merasakan sekolah dengan jadwal, teman yang lebih banyak, dan interaksi dengan murid lain yang lebih besar.

Mudah-mudahan selanjutnya bisa sempat mendokumentasikan perjalanan Hanif sekolah ini. Sama-sama seru, kami sebagai ortu dan Hanifnya sendiri. These are definitely not only Hanif's first steps, but also ours.. 

2 comments:

  1. I don't know how you feel when you wrote this post, but gurl.. you got my eyes watery! Congrats for the (not so baby anymore) steps you've made :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you! Actually I felt more sentimental when I wrote the post about the last day he went to childcare. Maybe because it felt like "an end to a phase", while this one feels rather like "a beginning to a new phase"

      Delete