Saturday, 10 September 2016

How to watch Wicked the Musical with your 5-year old son

...or, how I watched Wicked the Musical with my 5 year-old son :D

Yup, finally, after getting to know Wicked last year in August, then fangirling for about four to five months, I got to finally watch Wicked a year later, here, in my very own Sydney! Haven't written anything about it here but I'm eager to document these step-by-step how-to of how I manage to get my son to enjoy the 2.5-hour musical with my husband and me (Getting your husband to go with you and watch the show is much easier as he is a grown-up and he is your husband, after all  but with your kid?....).

How to watch a 2.5-hour musical show with a five-year old boy


A. Long before the show (when you actually didn't know if you ever get to watch the show... :D)

1. Singing the songs over and over again that he unconsciously starts singing them too 

The very first song (and phrase) my son caught was not Defying Gravity, but "nothing matters, but nothing watermelon...." of Dancing Through Life . (Note: It's actually "nothing matters, but nothing really matters..". And this was a year ago, after my first encounter with Wicked, haha.


"...when you're dancing.. through life..."


2. Getting him to know what it's all about

"Do you know what song it is?"
"No."
"It's called Dancing Through Life. It's from my favourite show. It's called Wicked. It's about a green witch."

And thereafter we referred to Wicked as "The Green Witch Show" :D.

Saturday, 3 September 2016

Mendadak Judo



Mendadak Judo: Mendadak jadi googling-googling soal Judo, sampai akhirnya kudapatkan nama teknik ini: Tai Otoshi dan Kuzure Kesa Gatame.. Diprint dan ditempel di lemari ya.
Gambarnya ambil dari sini:


*   *   *


Sudah beberapa hari kepikiran untuk nulis ini. Dan sempet nyoba inget-inget, have I already written something about Judo in this blog? 
(*I stopped here to google if I should write "judo" with capital J or not ios_emoji_flushed_face
*Since I gave lab tutor to students this semester I somehow unconsciously talked more in English than Bahasa Indonesia... including writing blogposts... ios_emoji_flushed_face)


Baiklah kembali ke Bahasa Indonesia setelah search sebentar kata kunci "les" di blog ini, ternyata belum pernah ya aku cerita tentang les Judo. Aku sudah pernah cerita ambisiku untuk ngikutkan Hanif les musik tapi ga kesampaian.

Setelah Hanif mulai sekolah TK, masih ada kesempatan ikutin les musik... yang ternyata pagi banget, sebelum sekolah.. Ya sudah lha wong kalau pagi dia diajak berangkat sekolah biasa aja kadang susah, aku urungkan niatku ikutkan les musik. Alasan lain adalah karena tentu saja standar les musiknya gak seperti standarku .

Lalu entah gimana aku kok lupa ya kenapa akhirnya aku pilih judo daripada renang, haha... Yang jelas dulu waktu dia di childcare dia ikut kegiatan ekstrakurikulernya childcare itu, tiap 2-3 minggu sekali ikut kelas judonya kampus. Nah waktu itu aku kontak head coachnya dan ikutan free trial. Pertama ikut ya kesannya positif karena yang ngajar kan sama kayak waktu dia childcare, dan isinya (tampak) senang-senang terus. Malah ada salah satu ortu yang bilang "Eh anak kamu kok udah langsung bisa? Padahal baru ikutan.". Dan aku jelasin kalau di childcare dulu dia sudah pernah ikut.

Sekali dua kali, oke, eh di minggu keempat apa kelima ya, dia mulai mogok (padahal udah bayar heu....dan  lumayan ya jumlahnya untuk ukuran kantong mahasiswa di rantau ). Di saat-saat itulah mulai googling-googling yang semacam "anak mogok les" dan semacamnya . Dan terus jadi bingung karena ada dua pendapat:
1. Anak jangan dipaksa. Kalau ga mau les, ya sudah.
2. Anak harus diajari disiplin dan konsisten. Kan sebelum mendaftar les, sudah ditawari.

#njur aku kudu piye

Saturday, 20 August 2016

Tentang menghitung tegangan dan resistor pembagi tegangan: pengalaman tutoring praktikum di sini :D

"Seperti yang sudah saya ceritakan kemarin....
.....
....."
errr... itu maksudnya kalau aku sudah tulis post tentang ceritaku jadi tutor praktikum (yang istilahnya "lab demonstrator" kalo di kampusku di sini).. apa daya 'belum sempat' (selalu alasan yang sama :( :D) jadi yah...

Seperti yang sudah belum saya ceritakan kemarin.. mulai semester ini saya memberanikan diri mendaftar menjadi tutor praktikum di kampus saya di sini (sengaja tidak sebut nama di post  ini, sudah sering disebut di blog ini :p). Mata kuliahnya adalah mata kuliah dasar teknik elektro di tahun pertama, seputar rangkaian listrik, hukum Kirchhoff, hubungan seri dan paralel,teorema rangkaian seperti Thévenin dan Norton, dan seterusnya.

Tuesday, 2 August 2016

First time sharing a ride with strangers: 8-hour journey, Darmstadt to Berlin

BEC's challenge this week is about "first time". I was thinking of writing about my first times in various airports around the world, but didn't really feel like doing it until this idea popped up.

It was motivated by two true stories that I came across in the internet about two weeks ago. The first one is about someone who was sexually harassed by her airbnb host. This young lady booked a place through airbnb with a listing mentioning "the guest will be sharing a room with the host", which turned out to be a daunting "sharing the bed with the host" instead the day she got there.  
The other one is about a rape attempt in Oslo, Norway. Another young lady left the T Bane (Norwegian train?) stop, at around 8 PM when a man followed her and later tried to rape her. I felt sorry for both of them -both happened to be Indonesian- and of course for others who experienced similar incidents, and I hope they can stay strong after these incidents. On the other hand, when I read the story for the first time, I still had this kind of thinking like "Well she should not have done that in the first place...". I mean, the booking the lady made through airbnb.. She already knew the host was a man. Sharing a flat with this stranger seems still okay..but sharing a room? Didn't she have any concerns when finally she decided to book that place? Didn't any thoughts of bad things that might happen come to her mind?

....well, maybe no.
....because suddenly I remember myself ten years ago.

I wasn't even twenty five at that time. I was in Germany for my master and that was my first time travelling and living abroad. Everything was new and so exciting. It was a semester holiday and I planned to travel to Barcelona with a friend of mine. She lived in Berlin, and since I've never been there, I wanted to visit her first and then go together from there.

I soon discovered that going by train was quite pricey, so I started to look at an option that I've heard often: Carsharing. Sharing a car journey with other people, reducing each person's travel cost. The popular "provider" at that time was mitfahrergelegenheit or we used to call it mitfahrer. I checked through their website and found out that I just needed to pay 15 to 25 Euros instead of around 70 Euros if I went by train. I consulted a close friend who was a student tutor (a "helper" for the students in the dorm) and he said he frequently used this service. No need to worry. With him backing me up finally I signed up for a ride from Darmstadt to Berlin in a guy's Opel for 15 Euros. 

Wednesday, 15 June 2016

Bingung cari ide blog post? Hayuk baca ini! (Hahahaha....)

xD huahahaha... judul apa lagi itu?! Akhir-akhir ini kan sering baca tulisan-tulisan macem gitu, dunia blogging kan lagi booming. Padahal tulisan ini mah ga ada hubungannya ama judulnya (makanya dikasih "hahaha" di judulnya :p). Ini curcol, karena kalo aku mah malah sering banyak ide untuk ditulis / didokumentasikan di blog, tapi ga ada cukup waktu luang untuk nulis... T_T

Lha terus ini tiba-tiba nulis kenapa? Ya istirahat sejenak dari tanggungan-tanggungan yang harus dikerjakan.. Mari kita refleksi diri ke beberapa minggu yang lalu...

Menengok sedikit jauh ke sekitar September - Oktober tahun lalu, saat aku masih heboh-hebohnya ngefans ama Wicked the Musical, terbersitlah ide untuk ikut conference ke USA dengan motivasi: biar bisa nonton Wicked . Kebetulan "jatah" conference yang "gede" belum aku ambil, gara-gara tahun 2015 aku paceklik paper. Bismillah, saat itu jadilah satu paper, dikirim mepet deadline. Aku yang punya kebiasaan berdoa kapan saja di mana saja lewat apa saja (ide tulisan #1), bahkan sempat menuliskan harapanku di salah satu tulisanku untuk Blog English Club tentang Future Perfect Tense: "I plan to go to USA next year. When I travel there, I will have been to ten countries." 

Aplikasi dana conference yang biasanya buka bulan Desember, tetapi entah kenapa sampai Maret pengumuman tak kunjung muncul! Mulai heboh dan akhirnya cari dana lain kesana kemarin. Berbarengan dengan itu aku mulai siap-siap lamar visa usa yang sebelumnya harus diawali: ganti paspor. Karena syaratnya, setelah tanggal kedatangan di usa, paspor masih harus berlaku minimal 6 bulan. Padahal punyaku dan Hanif akan habis kurang dari 6 bulan terhitung sejak tanggal kedatangan di usa. Ganti pasporku ga masalah, tapi ganti paspor Hanif yang ga bisa langsung karena paspornya dia masih lama masa berlakunya. Aku balik lagi sebulan kemudian sambil bikin surat pernyataan kenapa butuh penggantian paspor padahal masa berlaku masih lebih dari 6 bulan. 

Sempat ada ide tulisan ringan tentang cara murah untuk pas foto visa dan paspor (ide tulisan #2) karena beberapa kali urus visa, aku dan Irfan selalu pilih jalan berbeda . Irfan yang cenderung berhati-hati, selalu menggunakan jasa yang memang mengkhususkan untuk jasa foto paspor dan visa, di mana harganya lumayan mahal (sekitar AU$ 25 - 40 untuk 6 pas foto tanpa file). Sedangkan aku yang dari kecil entah kenapa selalu irit bin medit selalu menggunakan foto yang difoto sendiri dan dicrop, lalu dicetak biasa dengan harga 20 sen per lembar (bisa jadi 6 - 8 pas foto  *elus dompet). Alhamdulillah usaha pengiritan ini sudah terbukti berhasil, at least dari pengalaman apply visa Schengen, lalu untuk foto paspor baru, dan yang terakhir ini untuk apply visa usa (sengaja ditulis pake huruf kecil, biar ga kentara, hahaha...).

Wednesday, 11 May 2016

AADC2 dan Misteri Jodoh (No Spoiler ;) )

Note
Post ini bukan review film AADC 2 (lha wong aku ya belum liat koooook.... *gimana mau liat* *di rantau*
Meskipun udah ditulis "no spoiler" tapi untuk jaga-jaga sapa tau ada yang fans berat AADC yang bahkan ga mau liat trailernya (ini link youtubenya btw :p)... Kalau emang termasuk fans berat yang itu, ya udah ga usah baca post ini :(. Tapi buat yang udah liat trailernya, dah tau kaan kalo ada adegan-adegan Rangga dan Cinta ketemu lagi setelah 14 tahun, ketemuannya di Jogja pula, terus ada adegan jalan-jalan, berduaan, di mobil, dll dll.. Meskipun ga keliatan di trailer, kira-kira apa ya status percintaan Cinta n Rangga? Sebuah film pasti ada konfliknya biar menarik dong. Kalo misalnya Cinta n Rangga lama ga ketemu, terus ketemuan lagi, kalo statusnya sama-sama single mustinya ga masalah dong? (alias ga ada konflik pembentuk cerita )  Berarti.... kemungkinan besar... minimal salah satu dari mereka udah punya hubungan cinta dengan seseorang yang lain? Nah ini mungkin masuk kategori VERY VERY MILD SPOILER (ALERT!)... Yang mau aku bahas adalah tentang status Cinta dan Rangga sebelum mereka ketemuan di Jogja.. Hayuk lanjut kalo mau tau :p tenang kalaupun dianggap spoiler, ini very very mild spoiler karena ini udah diceritain di awal film.


Judul alternatip gara-gara keseringan baca tips menulis judul post viral

MENDADAK RAGU JELANG PERNIKAHAN? BUKAN CUMA DI AADC2, HAL INI TERJADI JUGA DI 3 KISAH LAINNYA! (PLUS KISAH NYATA!)


Thursday, 5 May 2016

Percakapan di Mushala

(Ditulis kemarin malam)
Siang ini menjelang ashar di mushala kampus nggak sengaja saya ketemu dua teman saya. Mahasiswa PhD juga, mereka baru mulai Maret kemarin. Emak-emak juga, yang satu anaknya sudah dua, yang satu lagi kayak saya, baru satu. Kayaknya mereka ini tak terpisahkan deh. Kebetulan mereka studi di jurusan yang sama, dengan beasiswa yang sama, dan tinggal di rumah yang sama :D . Saya cukup sering lihat foto-foto mereka di medsos, jalan-jalan kesana... renang kesini... makan-makan kesana... selfie dan wefie...

"Duh, jalan-jalan teroooos... Kalo kata temenku itu honeymoon periodnya PhD. Tahun pertama. Entar tunggu deh masuk tahun kedua." kata saya ala-ala senior gitu.

"Biar capek mbak. Kalo gak gitu ingat anakku terus..." jawab yang satu.

"Apalagi aku, anakku dua..." jawab yang lain.

Ces.... mendengar ini hati saya jadi gimana, gitu rasanya...

Sunday, 1 May 2016

Bekal Makan Anak untuk Sekolah

Hidup emang katanya proses belajar tak henti-henti yes.. Kalau ibaratnya beberapa tahun yang lalu aku masih tahap pemula alias belajaran untuk masak-memasak, sekarang ini lumayan lah, mungkin udah level intermediate mendekati advanced yes?  Yang dulu mau masak pusing mikir dulu mau masak apa terus sibuk liat contekan sekarang mah ga usah... Kan udah apal... Nah tapi di sisi lain sekarang aku memulai proses belajar untuk hal baru: bekal sekolah anak... Sejak hari pertama dia sekolah aku emang pengen bikin dokumentasi pernah bawain bekal apa aja. Kelak kalau levelnya dah advanced mungkin ya ga usah bikin gini-gini lagi kali ye... "Kan udah apal..." 

Kotak bekal bersekat

Dulu di post ini aku pernah cerita sedikit tentang kotak bekal Sistema ini. Namanya Sistema Lunch Cube, bentuknya emang kayak kubus. Kalau dibuka, ada kompartemen di sisi kanan dan kiri. Yang di sisi kanan dipisahkan lagi oleh satu sekat. Sebetulnya aku udah punya banyak kotak bekal tapi emang pengen punya yang bersekat untuk Hanif, karena di sekolah ada 3 kali waktu makan, yaitu Crunch and Sip (sekitar jam 10 lebih, khusus untuk makan buah / sayur), Lunch, dan Recess (disarankan buah). Jadi daripada ribet bawa banyak kotak, aku pengen Hanif cukup bawa satu aja. 

Oke jadi apa aja bekal yang aku bawain selama ini?

Bekal hari pertama: 4 sausage rolls, anggur, rice crackers.


Saturday, 2 April 2016

Kado untuk Laki-laki: Personal(isasi)

(judul apa itu? hahaha...)
Hebat.. tulis post berturut-turut dalam dua hari.. Karena waktu Subuh semakin mundur.. Belum lagi besok daylight saving time berakhir (alias: bangun, liat jam, dan putar jam balik 1 jam lebih awal -__- yeah). E tapi kemarin emang aku tertarik tulis-tulis tentang kado untuk cowok ini setelah baca post giveawaynya Dani. Tertarik ngelist kado-kado yang pernah aku kasih sekalian cari ide. Pengen baca-baca post yang ikutan juga untuk nambah ide, hahaha..

Jadi kalau menurutku, pertanyaan "kado apa yang paling pas dikasih ke cowok?" itu ya tergantung orangnya, yang ngasih dah dikasih :P. Aku sendiri bukan tipe yang pinter kasih kado gitu (barang / bukan barang, aku sama-sama gak ngeh xD), dan dibesarkan di keluarga yang ga ada kebiasaan kasih-kasih kado *makin parah xD*. Baiklah mari ambil contoh suamiku sekalian aku mau ngelist juga, hihihi :P. 

Friday, 1 April 2016

Kemarin, kado ultah spesial, dan lari-lari

Yak fenomena menjelang winter yang selalu terulang: bangun waktu Subuh biasanya, ternyata  belum Subuh karena semakin lama matahari terbitnya semakin mundur (...yang juga selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut macam "kenapa waktu ibadah didasarkan pada matahari, lha yang dekat kutub atau di luar angkasa gimana.... dst dst...")  Ya syukurlah malah bisa curi-curi waktu tulis cerita tentang kemarin.

Kemarin
...Jadi kemarin ini hari yang cukup spesial, karena *drum roll* *jeng jeng* bapak Ipan mengumpulkan thesisnya!  Oya jadi di Ostrali sini, mahasiswa master / doktor (apa bachelor juga ya?) ga ngalami yang namanya "sidang" untuk menguji hasil risetnya / thesisnya / disertasinya. Pengujiannya dalam bentuk review thesisnya itu oleh 2 - 3 orang reviewer dan hasil pengujiannya pun disampaikan dalam bentuk tertulis. Hasilnya? Bisa dinyatakan layak lulus langsung, atau ada revisi (bisa minor atau major) atau harus mengumpulkan ulang (baca: garap lagi) atau ditolak (amit-amit). Jadi yang namanya kumpul thesis tidak sama dengan selesai / lulus S2 / S3 ya... *catet*

Friday, 25 March 2016

TK di Australia: Calistung sejak dini dan ada PR setiap hari (!!)

 Judul bombastis biar yang baca penasaran (tapi ini beneran heu...)

Catatan sebelum baca post ini:
1. Di Australia, TK (Kindergarten atau Year 0) masuk/jadi satu dalam primary school. Jadi di sini (at least di state New South Wales) di primary school itu ada 7 tingkat yaitu Year 0 sampai Year 6. TKnya cuma setahun, setelah itu masuk kelas 1 / Year 1.
2. Batas usia masuk TK di New South Wales adalah 4.5 tahun. Ini termasuk paling awal dibanding state lain di Australia.
3. Keputusan kami memasukkan Hanif di saat usianya cukup muda untuk memulai primary school (ya 4.5 tahun itu tadi) adalah alasan biaya: kami merasa sudah cukup 3 tahun mengeluarkan dana  $100 setiap hari untuk childcare, tahun ini saatnya Hanif sekolah (bebas biaya karena kami mahasiswa PhD).

Kalau mau baca cerita lengkap ada di sini.

* * *

Sampai dengan awal tahun ini, aku mungkin termasuk orang yang percaya bahwa pelajaran di Indonesia itu lebih susah daripada di negara-negara lain macam Jepang atau Australia. Tentu saja ini juga setelah mendengar cerita-cerita orang-orang (biasanya dosen-dosen) yang baru kembali dari tugas studi di luar negeri, lalu mengeluh dengan pelajaran anak-anaknya di sekolah Indonesia. Dan tentu saja ditambah baca-baca share-sharean di Facebook yang cerita semacam "Di sini [isi nama negara maju] kami lebih peduli apakah anak-anak kami pandai mengantri dibanding apakah anak-anak kami pandai matematika.." dsb dsb...

Saturday, 19 March 2016

The 9th-March-2016 Solar Eclipse [EF 16.5]

Wow, this week's EF challenge is quite different from the previous challenges I remember. It's about the recent solar eclipse on 9th March 2016. I hope many will submit their posts; it'd be nice to read about this topic from various points of view.

Okay. So when people started talking about the eclipse, I checked wikipedia and found this figure:


You can quickly infer that the small dark blue pattern shows the places where the total eclipse will take place, while the light blue - green lines covering wider area show places which will have partial total eclipse. As you can see Sydney would not witness any eclipse at all but that didn't make my husband and me, who are space enthusiasts, feel any less excited about the solar eclipse.

I remember so far I had witnessed at least two partial solar eclipses. One was around 94-96 and the other one was around 98-99. Luckily (and surprisingly, to me :P ) all eclipsed were well archived and we could easily find them in the internet so I could point out exactly the dates of these two solar eclipses I witnessed (which I am too lazy to search again now, while writing this post :D).

Wednesday, 2 March 2016

Rainbow Fish and the Whale: Buku anak tentang prasangka dan pentingnya bicara


Di sekolah Hanif, setiap kelas dapat jatah hari untuk berkunjung ke perpustakaan. Nah, tiap hari Rabu adalah giliran kelas Hanif berkunjung ke perpus (aku lupa sesi pagi atau siang). Jadi tiap Rabu murid-murid boleh pinjam buku untuk dikembalikan minggu depannya. Hanif cukup antusias dan selalu pinjam buku tiap Rabu. Hari ini minggu ketiga ke perpus, mungkin nanti bawa buku pinjaman lagi dia. Kayaknya dia suka karena kan bisa pilih-pilih buku sendiri lalu dibawa pulang. Selama ini kalau ke toko buku kan kalau dia pilih ini itu ya ga selalu dibelikan (ya iya lah). Nah kalo di perpus ini kan dia bebas pilih buku tanpa intervensi orang tua :D dan boleh dibawa pulang.

Nah buku kedua yang dia pinjam dari perpus kemaren adalah "Rainbow Fish and the Big Blue Whale" (panjang judulnya.. makanya di judul post ini disingkat -_- ). Pas baca ceritanya aku cukup terkesan dan berniat pengen mendokumentasikan di blog ini. Apalagi akhir-akhir ini aku ngerasa buku-buku Hanif sudah semakin banyak dan aku kadang lupa yang bagus yang mana.

Prasangka
Begitu kelar baca bukunya bareng Hanif, aku ngerasa ini salah satu buku yang bisa membantu kita mencapai tujuan tertentu terkait parenting dan anak (kayak yang dulu pernah aku tulis, buku untuk tujuan tertentu). 

Jadi ceritanya berawal dari si Rainbow Fish (tokoh-tokoh di buku ini ga disebut namanya) dan temen-temennya yang tinggal di suatu tempat di laut dengan bahagia. Suatu ketika tiba-tiba datanglah ikan paus biru besar ke tempat mereka. Ternyata si ikan paus ini juga senang di situ karena banyak makanan (krill/udang kecil). Dia juga suka ngeliatin Rainbow Fish dan temen-temennya berkumpul karena suka ngeliat siripnya yang warna-warni. 

Sunday, 21 February 2016

Padawan Kenobi: Lego Minifigure

 Another (not so) ambitious attempt after my last Wicked's Elphaba - Fiyero Minifigs Project.
Am I a big Star Wars fan? A big Lego fan? Nope. But my husband is, so somehow he influenced me to be one. So, congrats to Disney, your Episode VII - The Force Awakens release gains quite a number of new SW fans, including me (with the big influence from the spouse, of course..). My first encounter with the original trilogy was a month before Episode VII release when they were aired here in Oz. Then, another first encounter with the prequels was when my husband got finally interested in them -to check Obi-Wan Kenobi's background--to support his preference on "Rey is a Kenobi" theory (he didn't even consider the prequels canon before ).

It had me at a youtube clip of the famous Duel of the Fates, both the lightsaber duel and John Williams' music. And one fact that struct me (and some other SW newbies) at once: young Obi-Wan Kenobi was hot . I had to admit that it was my husband who survived the whole movie (including the Tatooine scenes with that podracer..omg..), I just cared about Ewan McGregor's Obi-Wan scenes . And I totally forgot what got me checking out the Lego minifigs.. Anyway. There are five versions of the Episode I - The Phantom Menace Obi-Wan Kenobi, and I fell in love at the first sight with the 2011 version. Like what was mentioned in this review, first thing I noticed was Ewan's cleft chin,  hahaha.. . Also, the alternate badass "tense" face really reminded me of Kenobi in Episode I.



Wednesday, 17 February 2016

Per-panci-an dan per-wajan-an :D

Ini tadi niatnya pengen nyatet-nyatet soal hasil survey (baca-baca) panci n wajan, karena pengen beli yang baru. Tapi sebelumnya gimana kabar semingguan ini? Hanif alhamdulillah sudah masuk sekolah minggu ketiga, sekarang berangkat paginya udah lebih lancar dari pas awal-awal dulu, nggak telat-telat lagi. Ekspektasi terhadap kemandirian Hanif ya diturunkan dulu lah ya... Yang awalnya pengen dia mulai belajar pake kemeja sendiri, mungkin ditunda nanti dulu aja ya. Karena sekarang membiasakan dia pake kaos kaki n sepatu dulu, karena di childcare dulu kan pake sandal aja. Minggu ini juga mulai masuk after school care, tapi gara-gara kebetulan kerjaan aku "terpaksa" agak longgar akhir-akhir ini (gara-gara lab setupnya ada yang faulty tapi bos lagi di luar negeri... ane jadi bingung mau ngapain -_- ), aku jadi sering mellow akhir-akhir ini, wakaka.... Pengennya langsung jemput Hanif setelah dia pulang.. Tapi ya sutralah, udah telanjur booking after school care, ya sementara ini dijalani aja, jam setengah 5 gitu udah aku jemput.. lumayan juga anaknya seneng bisa main-main selain di rumah aja.

Btw... cerita Hanif sekolah besok-besok aja di post khusus. Sekarang nyatet masalah perpancian dulu :3. 

Aku mulai beli alat-alat masak sendiri ya sejak nikah n tinggal di rumah sendiri. Sejak awal aku memang selalu beli yang teflon (atau apapun itu, pokoknya ada lapisan anti lengketnya), Nah tapi karena di Indo cuma sempat tinggal sebentar, jadi mari kita catet barang-barang yang dibeli saat awal-awal hidup di sini dan kondisinya sekarang.

Saturday, 6 February 2016

Hanif, these are your first steps...

Sorry I couldn't help borrowing Ewan McGregor's Obi-Wan Kenobi's line in Star Wars The Force Awakens  . [Rey, these are your first steps...]
ewaniloveyou! 


Persiapan Hanif Sekolah
Jadi sudah lama aku pengen bikin post berseri gitu, tentang perjalanan dan persiapan Hanif sekolah. Tapi ternyata cuma keturutan nulis satu post -_- . Rangkuman cerita: awalnya aku nggak terlalu bersemangat nyekolahkan dia karena menurutku dia masih terlalu muda. Di negara bagian New South Wales, anak bisa mulai sekolah jika usianya 4.5 tahun di awal tahun ajaran (Januari). Juga, di sini, yang namanya primary school itu jadi satu dengan TK (kindergarten), dan kindergartennya cuma setahun. Jadi yang namanya masuk TK di sini, ya masuk ke "sekolahan yang besar", bareng murid-murid lain sampai yang kelas enam, dengan durasi sekolah langsung 6 jam (jam 9 sampai jam 3 sore).

Friday, 29 January 2016

Menggambar Bersama Hanif

Eh ternyata aku belum pernah tulis di sini tentang hobi Hanif (sekarang 4.5 tahun) menggambar ya.. Sudah agak lama Hanif hobi nggambar, mungkin 4 bulanan? *bentar,,, cek FB dulu :p * Oh ternyata sejak 6 bulan yang lalu mulai senang menggambar, dan kira-kira 4 bulan yang lalu gambarnya mulai keliatan bagus dan sering bikin kaget. Dan sempat ingin didokumentasikan di blog juga. Yak apa daya ga sempat ya.. T_T

Sampai sekarang Hanif masih suka gambar, dan kadang aku suka nemenin, ikutan gambar gitu. Aku juga sering liat-liat internet cari inspirasi untuk ide-ide gambar Hanif. Oya ada gambar Hanif pernah juga aku upload di post ini ya :D . Dia suka gambar apa aja dan macem-macem, kadang-kadang bikin kaget juga, lha kok bisa-bisanya gambar gitu. Ini macem-macem yang pernah digambar Hanif:

1. Bermacam-macam brosur, peta lipat, panduan / guide book, jadwal kendaraan umum
Kita kan suka ambil-ambil brosur dan semacamnya gitu ya. Itu suka diliatin sama Hanif terus digambar loh, hahaha. Kertas A4nya sama dia dilipet jadi 4 gitu, terus digambar. 

"Forest Guide" ala Hanif.

Tuesday, 26 January 2016

Bedakan

*Bukan bedakan yang pake bedak ya... :D *


Salah satu ilmu terkait parenting yang saya dapatkan dari blog favorit saya, milik mbak Fitri Ariyanti, adalah membedakan atau memilah sesuatu. Maaf ya saya kurang bisa memilih istilah yang tepat, saya sebut "membedakan" saja ya.

Ini contohnya. Suatu kali, saya masak di dapur, anak saya main di ruang tengah. Sesekali saya intip, dia main Lego. Selesai masak, saya lihat, jreeeeng..... Kagetlah saya. Dia sedang asyik menggunting-gunting salah satu kabel Lego Technic bapaknya jadi kecil-kecil. Lalu potongan kecil-kecilnya disebar di "halaman" rumah-rumahan yang dia buat. Lalu dia tunjukkan ke saya dengan bangga "Look, look, I made small rocks for the garden of my house!". Tampilan rumah-rumahannya mengingatkan saya akan rumah eyangnya, yang di tamannya ada batu kecil-kecil. Tapi saya keder membayangkan reaksi bapaknya kalau tau komponen Lego Technicnya sudah tak bersisa jadi remah-remah :D .

Tuesday, 5 January 2016

[Bukan Review] Star Wars VII - The Force Awakens

[Note] Yes, ini bukan review. Ini cerita biasa, tapi karena mengandung spoiler dan mungkin tidak berkenan bagi yang belum nonton The Force Awakens (TFA), jangan khawatir... di post ini spoilernya disembunyikan pake tombol spoiler bigsmile (yang ternyata susah mamiiihh... crycry)

Fans fanatik (Irfan) bigsmile
Jadi sejak awal/tengah tahun film terbaru Star Wars ini digaung-gaungkan ((digaungkan (?) )), Irfan, seperti layaknya fans fanatik lainnya, sudah menunggu-nunggu. Jadi ternyata suamiku ini dibesarkan oleh Star Wars to (Catet. Fakta-fakta pasangan anda, wkwk...). Dia nonton semua film, yang asli dan prekuelnya, sangat akrab dengan tokoh-tokohnya, punya Lego R2-D2 (yang bisa gerak beneran... mbuh Lego jenis apa itu.. Mindstorm ya?), Lego C-3PO yang kecil, lalu yang terbaru ini jauh sebelum filmnya keluar sudah beli Lego seri Rey's Speeder dan robot-robotan BB-8 (dan konon pengen nabung untuk beli Lego Millenium Falcon, ckckck...). [Ralat: Aku baru tau kalau ternyata saat itu dia belum liat prekuelnya. "Lho, katamu kamu udah nonton semua?" "Iya, 'semua' maksudnya yang original trilogy." "Lha itu bukan semua dong." "Lho iya.. Kala fans Star Wars beneran malah nggak nganggep prekuelnya" "......" -_____-
tapi akhirnya dia nonton lho, karena penasaran ingin membuktikan bahwa Rey adalah turunan Kenobi :P. Oke sekian ralatnya :p. Lanjut.]

Lha aku? Hahaha... ya Irfan lah aku tau tokoh-tokoh ajaib yang aku sebut itu tadi, wkwk.. Hubunganku dengan Star Wars hanyalah aku dulu pernah main game komputernya ama adikku, lalu aku punya buku musik Star Wars asli dari Jepang, jaman aku dulu di masih di Yamaha, menang kuis. Tentu saja aku akrab dengan main theme nya yang sangat terkenal, termasuk tokoh-tokoh utamanya macam Luke dan Leia (dan rambut cepolnya yang legendaris), Han Solo, Chewbacca, Darth Vader, plus robot-robot itu tadi. Tapi ya cuma tau aja. Ceritanya detailnya gimana, aku ga terlalu tau. Pokoknya tau kalo Luke itu anaknya Darth Vader. Dah itu aja.

Friday, 1 January 2016

Nonton Kembang Api Sydney Harbour Bersama Balita :D

Nah... sambil menunggu detik-detik pergantian tahun, marilah kita sempatkan ngeblog :p.

Nggak terasa ini adalah malam tahun baruku yang keempat di Sydney ini, dan mungkin jadi yang terakhir sebelum kita pindah kembali ke Indo tahun depan, insya Allah. Nah makanya Irfan udah wanti-wanti kita harus menyempatkan diri nonton acara kembang api di Sydney Harbour, yang konon salah satu yang terbagus di dunia lho.. Sydney Harbour (satu paket ya, sama Harbour Bridge dan Opera House) ini lokasinya kan berteluk-teluk gitu, dengan jarak yang dekat, jadi bisa dibayangkan seperti apa bagusnya. Memasuki tahun keempat ini aku aja belum bosen jalan-jalan naik ferry, liat-liat pemandangan, dan siang-siang aja indah, bayangkan seperti apa kalau malam.


Gambar dari: http://www.sydneynewyearseve.com/ . Besok-besok kalo gambar ini udah ga muncul lagi, googling aja ya, "Sydney New Year's Eve" :p