Sunday, 27 December 2015

Boxing Day, Cegatan Polisi, dan Menghitung 1 sampai 10

Sebelum melanjutkan cerita menyusui, hayuk nulis yang ringan-ringan dulu. (Saking ringannya, kata Ipan "Halah ngapain gitu ditulis di blog?!") Wakaka... ya gapapa.. karena ini pengalaman baru buat aku, wkwk..

Jadi kan kemarin tanggal 26 Desember, sehari setelah Natal, itu di Ostrali sini lebih dikenal dengan nama Boxing Day. Aku ga ngerti kenapa dinamain itu. Kalo kata temen ibuku yang keluarganya tinggal di Melbourne, di hari itu kan semua toko-toko banting harga habisin stok (karena kan hari Natal udah lewat, orang-orang udah ga beli kado Natal lagi). Nah saking banyaknya barang berharga miring, siap-siaplah bawa boks untuk bawa banyak barang, walhasil namanya Boxing Day. 

Ada temen lain guyon. Saat boxing day ini orang-orang pada bejubel (kalo kata mbak W di grup WA kemaren, kayak orang buyar sholat Ied, wkwk...), jadi pada rebutan barang n gontok-gontokan gitu, sampe tinju-tinjuan (boxing), jadilah dikasih nama boxing day, wkwkwk... Jadi mana yang bener? Embuh. Mari kita googling. 

Friday, 25 December 2015

Masa Menyusui Hanif (Bagian 1)

Mungkin karena akhir-akhir ini sering baca post-post ndutyke yang bertema kehamilan, aku jadi sering keinget jaman Hanif bayi dulu. Terus juga kemarin ibuku bilang "habis baca post yang "Masa Itu" jadi inget juga "masa yang lain", jaman Hanif masih di Surabaya, sejak bayi sampai usia 1.5 tahun.". Ibuku cerita sempet terharu karena ingat Hanif pernah nolak-nolak dikasih ASI perah (ASIP)...ternyata kulkas di rumah ibuku yang bermasalah.. Katanya kasian karena mungkin ASInya basi, haha.. Jadi pengen ingat-ingat dan tulis-tulis lagi masa-masa menyusui Hanif. Setelah aku liat-liat post sekitar tahun 2011 ternyata belum pernah aku tulis. Ya mungkin masa-masa itu repot-repotnya ya.. ibu baru bok.. habis gitu ditinggal suami rantau pulak. Ya mari kita dokumentasikan di sini.

Air susu baru keluar di hari ketiga
Aku kebetulan hamil hampir bareng sama 2 sobatku anak paduan suara ITS, dan si mbak T yang namanya sama kayak ndutyke :P ini sangat semangat ngajakin aku seminar ASI-ASIan gitu :P. Jaman itu kalo ga salah AIMI punya 3 seminar ASI, aku ikut yang kedua waktu hamil 5 apa 6 bulan gitu. Lalu yang pertama ikutnya seminggu sebelum lahiran (ga urut). Jadi yah lumayan dicekokin info-info macam "nanti IMD ya!" atau "nggak papa Asi belum keluar di hari(-hari?) pertama, bayi masih kuat kok.

Wednesday, 23 December 2015

Hanif Membaca dan Menulis

Sebetulnya bingung mau nulis apa krn terlalu byk yg pgn ditulis T_T. Tapi ya sutralah sebelum basi mari kita dokumentasikan tentang hobi Hanif akhir2 ini selain menggambar: membaca dan menulis. Oya, jadi inget, aku sampe blm sempet nulis ttg hobi menggambar ini, dan yang berhubungan, yaitu keputusan memasukkan Hanif ke sekolah.

Kiri: dia gambar sayur2an lalu ditulisi "Vegetables" dan "Lunch"
Kanan: dia bikin list yg tulisannya nama2 org yg dia kenal: Hanif, Bapak, Ibu, Jos, Pak Firman, Sandra, Attar.
Kalau kata gurunya, dia masih menulis secara fonetik, berdasarkan bunyinya. 

Hanif sekarang usianya 4.5 tahun. Kalau diingat2, dulu aku pertama kenalin dia huruf2 itu ya pas baru pindah kesini, usia 1.5 tahun. Aku beli huruf2 dari busa / gabus merk Munchkin yg bs ditempel di tembok kamar mandi itu lhoooo... (udah ngincer sejak di Indo, harga Rp. 45 ribuan tp blm sempet beli udah pindah ke sini. Beli di sini $ 15, mamiiiih.... T_T *elus2 dompet*).

Friday, 18 December 2015

Masa Itu



Hari ini akhirnya aku dan Irfan mengalami satu tahap yang mungkin sudah dilalui orangtua lain: menjemput anak di hari terakhirnya "sekolah". Setelah tiga tahun menghabiskan sebagian besar waktunya di Tigger's, hari ini adalah hari terakhirnya, karena tahun depan dia akan masuk TK.

Sejak beberapa hari yang lalu kami sudah beberapa kali bicara dan mengingatkan Hanif bahwa minggu ini adalah minggu terakhir dia pergi ke Tig's, Meskipun begitu, tetap ada perasaan aneh, terharu, dan hampir tidak percaya di pagi dan sore ini saat kami mengantar dan menjemputnya. 

Pagi ini saat kami mengantar dia menyusuri tanjakan (ramp) dari tempat parkir menuju centre, aku ingat hampir tiga tahun yang lalu, di bulan Februari - Maret, masa-masa awal Hanif masuk childcare, dia duduk di stroller dan aku mendorong menaiki tanjakan ini. Setelah masa orientasi seminggu (ditemani aku), di hari pertama dan kedua dia sangat antusias. Tidak ada masalah saat kami tinggal. Tapi di hari-hari selanjutnya, Hanif mulai nangis, tidak mau berpisah. Kata orang-orang, honeymoon period telah usai. Aku masih ingat, di minggu selanjutnya, ketika stroller sudah hampir diparkir dan kami siap-siap masuk, dia mulai nangis. Yang sebelumnya nangisnya setelah masuk ke dalam, jadinya nangis saat masih di luar centre. Di usianya yang masih 1.5 tahun itu, dia menangis sambil berkata "Bubu.. Bubu..", mungkin berharap ibunya tidak pergi meninggalkannya bersama anak-anak dan orang-orang asing dengan bahasa yang tidak dia pahami.

Sunday, 13 December 2015

Ten Years From Now [EF #33]

This week's BEC challenge is writing a letter for our ten-year-older selves. But pardon me please for not writing any letter :D . Instead I'll share something about planning, based on my experience (and as a reminder for myself), something I always want to share. 

I find it hard to imagine about life ten years from now. Five years time span is okay... but ten years is too long I think :D . Although I do understand that our life in the next ten years depends on our steps from now on. 

Frankly speaking, I don't even remember if I was used to making plans ahead.. Not until I started thinking of doing PhD that I started to get used to it. Maybe because during that time (and now) there are several clear deadlines, which made it easier for me to plan. 

As an example (and reminder), it took me about one year from the preparation of a PhD study until I really started the program. I just realised I had to start working on it once my husband flew to Sydney (to start his own PhD), Dec 2011. I started working on the application and searching for potential supervisor which also took some time. At the same time I also needed to have the required IELTS score for applying the program. I had to check how long would it take to have an IELTS test result. And.... hong much longer would it take if I wasn't successful in getting the required score and needed to take another test. Also, preparing the scholarship application and contacting my referees (which might also take some time).

Okay. So to make long story short: With all those preparations started in Jan 2012, I finally got to start my PhD a year later in 2013. That with even giving up my dream of getting the Australian government scholarship, because the timeline didn't match very well with my situation. If I still tried to apply for it, I needed to wait until the next year (2013) to know the result. If I was successful, the fastest pre-departure training would be 6 weeks so the earliest time I could start was July 2013. 

Thursday, 10 December 2015

Statistik Jodoh

Alamak.. dalam jeda waktu dekat bikin post berturut-turut tentang jodoh xD (dan ibuku dan ndutyke dan Rina mungkin protes lagi, "mana post tentang Hanif?"). Jadi ada apa gerangan? Ga tau xD ya pingin aja. Berhubung dalam kerjaanku aku sering 'terpaksa' menulis sesuatu padahal aku ga pingin, jadi marilah kita menulis yg memang kita pingin aja di blog ini :P.

Nah jadi kemarin2 ini sebelum tulis post yg ttg per-jodoh-an kemarin itu, aku udah kepikiran pingin ngelist dan mengkategorikan cara2 orang2 ketemu jodoh. Samplenya ya temen/sodara sendiri, pokoknya yg kenal2 aja. Oya berhubung ini hanyalah blog post, bukan karya ilmiah, jadi samplingnya seadanya saja ya :p. Oke mari kita list secara kasar.. Ini kategorisasinya:

Bertemu Jodoh

Cinlok (cinta lokasi :p)
Jreng.. ini kategori yang paling banyak samplenya menurut ingatanku. Ketemu jodoh di sekolah / tempat kuliah / tempat kerja / yang lainnya. Mari kita list satu-satu:
.Di sekolah / tempat kuliah:
1. Dua Kingsford mommies (pinjam istilah ndutyke). Mbak W ketemu suami di kelas kuliah S2. Mbak T ketemu suami, sang kakak kelas di jurusan yang sama. 
2. Dua pasang temenku (atau lebih yak?) yg akhirnya berjodoh dan menikah karena ketemu di UKM (unit kegiatan mahasiswa) paduan suara jaman aku kuliah dulu.
3. Beberapa orang temenku yg jadi pasangan saat sekolah / kuliah dan akhirnya menikah (males ngitung xD). 
4. Termasuk di sini adalah adik suamiku, yang menerapkan metode 'langsung melamar'. Yang langsung dilamar adalah teman kuliahnya sendiri. Nah kan, berarti termasuk cinlok :p.

.Di tempat kerja: banyak banget!
1. Ndutyke :D. Kategori cinlok di tempat kerja, di sebuah sekolah ternama di Surabaya, di mana ndutyke ngajar bahasa Inggris dan si abi ngajar komputer (ihiyy!!!).

Sunday, 6 December 2015

Kemarin (dan semingguan ini)

Sudah lama aku ga nulis cerita sehari2.. Kesian ibuku yg rajin buka blog ini demi mencari cerita tentang cucu, akhir2 ini cuman nemu post2 kejar setoran utk BEC xD. Mari saya coba menulis kegiatan semingguan kemarin.. termasuk kisah cucu yang sedang sakit :( .

Mulai dari yg inget aja ya sekitar 2 minggu yang lalu kita ditawarin ikut gabung grup kirim barang. Awalnya ga tertarik karena justru kampus mau tutup libur Natal ini kita lagi sibuk2nya, tapi melihat kondisi rumah yang semakin ga karuan karena kebanyakan barang, kita pun nyoba ngirim barang2 yg mungkin ga dipake. Diawali dengan gegeran sama suami beli rak buku baru ke Ikea, gara2 setelah memulai beres2 barang2 aku bingung mau ditaruh di mana! Jadi Rabu paginya aku beres2 (kan Rabu Hanif ga ke childcare), Rabu sorenya langsung minta meluncur ke Ikea! Ya ampun baru tau aku, ternyata Sydney pun macet begini macam Surabaya/Jakarta T_T. Sebetulnya Irfan pernah bilang sih, tapi baru ngerasain ya Rabu itu. Kita berangkat dari rumah pas jam pulang kantor, dan rute kita memang rute pulang kantor. Alamaak... yang biasanya 20 menit ke Ikea, waktu itu hampir 1 jam..

Wednesday, 2 December 2015

Per-jodoh-an :p

Huhuy! Pagi2 nulis judul 'jodoh', ada apa gerangan? Hahaha kagak ada apa2, ya pingin aja.. (seperti sebagian besar tulisan di blog ini). Eh tapi juga karena ada yg tanya2 krn aku blg aku nulis post ini karena hari itu 'kebetulan' banyak obrolan terkait jodoh. 

Nah jadi di hari itu, pagi2nya, pas di mobil tiba2 Irfan tanya tentang mobil butut kita "Vit menurutmu mobil kita ini tarikannya lumayan kan ya?"... yang aku jawab dengan wajah 'lah aku kan cewek.. meneketehe tarikan2 gitu?' (btw maaf saya menggeneralisir,, bhw cewe pada umumnya ga ngeh masalah otomotif dll :p) dan lalu aku malah ketawa ngakak... karena ingatan melayang ke sekitar 10 tahun yang lalu *tring tring...backsound tema fantasi ala2 sinetron*. Dan 10 menit selanjutnya di mobil aku malah cerita panjang lebar ke Irfan tentang ini (sambil kita ketawa2 heboh tentunya)....

Disclaimer (halah pake ini segala wkwk.. tapi perlu ini..) cerita ini berdasar ingatan saya ya, jadi kesan2 atau perasaan2 itu murni berdasarkan sudut pandang saya. Oya, saya masih berhubungan baik dg org2 yg diceritakan ini.