Tuesday, 17 November 2015

Suatu sore di Saga

Kami berdua berlari-lari kecil menuju halte, lebih cepat sedikit daripada berjalan kaki biasa tapi sepertinya tak cukup cepat untuk bisa sampai sebelum bis berangkat. Sore hari di bulan Agustus itu Jepang masih terasa panas terik dan lembab. Masih minggu pertama bulan puasa, tubuh kami mungkin masih lemas dan belum terbiasa. Dari kejauhan kami melihat bis ancang-ancang untuk berangkat, dan tanpa bicara kami seolah bersepakat untuk berhenti berlari. Beberapa detik kemudian bis pun berangkat.

Kecemasan yang sejak tadi di awang-awang, kini menjadi kenyataan. Masih satu jam lagi sampai bis berikutnya datang. Yang paling sulit kuantisipasi: harus menunggu berdua saja dengan pemuda itu. Dan mungkin kami berdua terpaksa berbuka puasa di tempat itu. Teman-teman yang biasanya ada untuk berbagi, sudah berangkat bersama bis yang meninggalkan kami. Jadi sekarang tinggal dia saja untuk berbagi.

"Beli makanan yuk?"

Tepat di balik kursi di halte kompleks pertokoan itu, sebuah supermarket. Dia mendorong satu troli kecil. Entah kenapa, tampak jelas dalam bayangan, hal yang sama terulang di masa depan: aku, dia, dan sebuah troli belanja. 

"Ini enak nggak ya? Nyoba yuk?"
"Salad rumput laut? Nggak ah."

Seolah kami berlatih untuk dialog-dialog di masa depan. 
Ah, tidak kok, kataku dalam hati.
Di depan kasir, kami mengeluarkan belanjaan dari troli. Perasaan itu muncul lagi, seperti inikah masa depan kami?


Beberapa saat lagi menuju Magrib. Di halte itu, di hamparan luas Mallage Saga, kami menunggu matahari terbenam dengan sekotak takoyaki.

Dia melirik jam tangannya. "Waktunya buka puasa!". Dan kami pun melahap penganan bulat-bulat itu, sambil berbicara basa-basi, mungkin dengan sejuta pikiran dalam benak. 

"Itu bisnya!" katanya, sambil berbenah bersiap membawa belanjaan "kami". Gelap mulai datang, satu jam akhirnya terlewatkan, dan aku pulang, entah kenapa sambil bertanya-tanya, apakah suatu saat nanti kami akan belanja lagi bersama-sama sebagai keluarga. . .

* * *

Catatan:
Tiba-tiba ingin menulis ini karena hari ini kebetulan banyak kejadian/pembicaraan terkait jodoh (semoga bisa diceritakan di post lain :p ), lalu termotivasi mas Andi yang berpesan, "menulislah di kala terpana", karena katanya "sangat mudah untuk menyimpan keterpanaan sendiri di dalam hati. Sangat mudah bagi kita untuk menunda menuliskan perasaan dan terutama keheranan, berharap suatu hari nanti akan tiba waktu yang tepat. Kita hanya kadang lupa bahwa diri ini cepat menyesuaikan, cepat memaklumi dan cepat belajar. Apa yang istimewa dan membuat kita terpana akan mudah sirna tertimbun kesibukan sehari-hari dan gairah untuk menceritakannya akhirnya pudar."
Err... makanya gaya nulisnya mirip-mirip tulisan mas Andi, hahaha...

Oya, aku juga termotivasi tulis post yang selain BEC challenge... hiks masak blog isinya EF challenge melulu... T_T

Catatan 2:
Suatu sore di Sydney, 6 tahun kemudian

"Vit jadinya mau belanja mingguan kapan?"
"Ya harusnya hari ini, tapi tadi pagi males. Ini kayaknya udah kesorean tokonya mau tutup. Nanti sore beli makan di luar aja ya?" >:P
"Ya boleh deh.." -____-

Wkwkwk....




7 comments:

  1. bhahaha asik deh ;) romantis. udah sana belanja. hanif aku yg jagain ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahyak... masak cuma dirimu yg bisa nulis kisah romantis di balik modem internet ;)

      Delete
  2. pembicaraan terkait jodoh... interesting :) btw, jadi mau ikutan flash fiction neh? sy nantikan cerita fiksi lain-nyaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya menarik! pengen dishare di sini semua tapi melanggar privasi yg bersangkutan ga ya? wkwk...

      Delete
    2. eh.. teryata pembicaraan ttg jodoh-nya ada di FF ini deng :D kirain di post yang satu-nya lagi. privasi siapa yang disangkutin neh? klo privasi gw mah..sutra laah tabrak lari ajah. so shoot, gurl.. share this topic :p

      Delete
    3. btw aku tuh msh ga ngeh loh Flash fiction itu apa definisinya.. ini ya cuma post biasa, tapi ditulis bukan dg gaya saya yg biasanya (post ini lbh sesuai eyd dan lbh baku, wkwk...)

      Delete
    4. yaa.. sesuai dengan namanya laah. cerita fiksi yang flash alias yang pendek. like..maybe shorter than short story... *mencoba mengerti penjelasannya di wikipedia :D

      Delete