Wednesday, 20 May 2015

Dua PhD candidates + satu balita

Ini ngapain Rebo2 posting d'oh.
Haha karena ada temenku yg tanya ttg "gimana sih hidup suami istri berdua ambil PhD terus ada anak balita?". Wkwk ini temen yg sama yg tanya "katanya sibuk kok masih sempet ngeblog?" yg aku jwb di kolom komen blognya ndutyke (lho piye to, yg tanya siapa..dijawab kemana.. d'ohlaughing). Karena ngeblog ini juga meringankan beban otakku, jadi hal2 yg ingin diingat2 kalau bisa segera ditulis dan kalau sudah ada recordnya di blog kan ga usah inget2 lagi (dan kapasitas otak bisa dipake hal lain, hiks..). 

Nah ini mau nyoba2 ala2 reblog gitu (tapi reblog manual, wkwk....). Jadi tulisan dari blog lain (ini pun tadi agak lama karena ribet, ya pokoknya ada deh ribetnya). Aku emang punya cita2 (yg sdh ditulis di kolom komen blog ndutyke juga, wkwk..) untuk bikin kumpulan tulisan ttg kisah selama kita rantau berjuang di sini. Nah namapun juga coba2 yak, harap maklum. Yg jelas tulisan ini dibikin sesuai EYD dan tanpa emoticon, wkwk..

Kami: Dua PhD candidates + satu balita

Saat suami saya berangkat ke Australia untuk memulai studi doktoralnya, saya pindah kembali dari rumah saya ke rumah orang tua. Anak kami masih enam bulan usianya.  Saat itu ada ART di rumah orang tua sehingga pekerjaan rumah tangga yang saya lakukan hanya menyiapkan anak saya setiap pagi dan mengasuh/mengurus anak saya sebelum dan sepulang kerja. Saat itu saya sudah mulai rutin “kerja” lagi setelah anak saya tidur malam, menyelesaikan pekerjaan di kantor dan belajar untuk persiapan mendaftar program PhD. Waktu itu saya sering membayangkan, nantinya kalau saya sudah bersama-sama studi PhD dengan suami, akan banyak malam-malam seperti itu, saat anak kami sudah tidur dan kami berdua berkutat di depan laptop masing-masing. Yang belum terbayang saat itu adalah bagaimana kami akan melakukan itu bersama sederet kewajiban dan tugas-tugas rumah tangga lainnya.

Read the original post here...  ini link reblog abal2, wkwk laughinglaughing

5 comments:

  1. 60 jam seminggu? Banyak juga ya. Part time job. Pengen deh cari di sini part time.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya itu tergantung pembimbing juga, ada yg ambisius :D seperti pembimbing aku ada yg nyantai seperti pembimbing suamiku. btw mau cari part time job apa mas.. :D

      Delete
    2. Kalau bs yang di coffee shop. Sekalian belajar. Hehehe.
      Cuma memang masih usaha yang buat freelancer sih

      Delete
  2. kadang di depan laptop bukan hanya mengerjakan tugas tapi juga chatting2 chantiks dengan temanmu ini ya :) ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ganti kata "bukan hanya" dengan kata "nggak" dan ganti kata "juga" dengan "malah" xD

      btw, tapi kan kita chat nya hal2 yg penting2 dan bermanfaat kan... bukan chat yg ngomongin nic saputra, fedy nuril, atau cowok bule tetangga sebelah.. nggak mungkin itu...

      *mengutip blog post ndutyke

      xD

      Delete