Saturday, 24 January 2015

Menyiapkan Hanif Bersekolah

Hanif dan salah 1 gurunya (yg baik n sabar banget) di childcare.

Haha..pengen nulis macem2, seperti biasa ujung2nya tergantung mood juga. Lha ini kenapa tiba2 pgn nulis ttg Hanif n sekolah? Ya gak tau :D tiba2 pgn aja.

Di awal tahun ini, yang juga menjadi awal tahun ajaran baru di Australia, usia Hanif 3.5 tahun dan itu berarti dia belum bisa naik ke 'kelas paling tinggi' di childcarenya (kelas dia sekarang: untuk anak 2.5 - 4 tahun). Di awal tahun depan, usianya 4.5 tahun dan itulah awal pemikiran tentang sekolah ini hehe: Bapaknya pgn dia bisa mulai sekolah tahun depan, sedangkan aku ngerasa itu terlalu cepat. Btw, yg dimaksud sekolah itu maksudnya sekolah TK alias kindergarten (kindie / kindy) ya. Di sini TK dan SD jadi satu, primary school, gedungnya jadi satu. TKnya cuma setaun, habis gitu langsung naik ke kelas 1. Ada dua alasan kenapa bapaknya pgn segera 'meluluskan' dia dari childcare dan mulai sekolah: Pertama, supaya kita ga keluar uang untuk childcare (yg emang cukup banyak). Tahun ini biaya childcare Hanif adalah sekitar 19 ribu AUD (silakan dirupiahkan, akyu ga salah ngetik angka lho ya wkwk) dan kemungkinan besar akan naik taun depannya (karena selalu naik setiap tahun). Biaya itu sama dengan tuition fee program PhD bapak atau ibunya 1 semester -__-. Sedangkan kalau dia masuk sekolah, kita tidak wajib membayar uang sekolah dia, karena sejak beberapa tahun terakhir ada peraturan bahwa di NSW, dependants untuk pemegang visa sub class 574 sector postgraduate doctorate student dibebaskan dari biaya sekolah. Psst konon ini katanya atas usaha temen2 PhD candidate Indonesia sekitar 3-4 tahun yg lalu lho..

Alasan kedua, supaya Hanif bisa ngerasakan bersekolah di Sydney, napak tilas bapake Hanif yg juga bersekolah di sini dulu waktu kecil. Alasan emosional hahaha..

Monday, 19 January 2015

(Nonton) Symphony in the Domain, Sydney

Weekend kemarin keluar rumah terus.. Setelah Sabtunya BBQan bareng temen2, Minggu paginya kita sepakat ke Bondi Beach, memenuhi janji main air ke Hanif. Wkwk...padahal udah ada draft post ttg main2 ke pantai ini loh, tapi seperti nasib banyak draft lainnya, blm jelas kpn akan dituntaskan. Malah pgn nulis ttg Symphony in the Domain ini.

Jadi Minggu pagi Hanif puas banget main2 di pantai, 1 jam lebih sampe sekitar jam 12 (lengkap dg tragedi pasir masuk mata lah, teriak2 histeris gara2 itu lah, wkwk). Pulangnya sesuai kesepakatan kita mampir Bondi Junction utk menyempatkan belanja mingguan (ya piye kalo ga pas wiken kapan lagi T_T). Karena ga bw stroller dan kita naik bis, udah sepakat ga akan belanja barang2 yg bisa dibeli di IGA dkt rumah, yaitu susu dan telur. Ternyata belanjaan ga begitu byk sih *karena aku yg males :p. E tapi ada yg kumat tiba2 pgn beli teleskop National Geographic yg katanya sale dari 179$ jadi $49 aja.. Jadilah di toko yg sama (supermarket Aldi, yg selain jual groceries juga jual benda2 ajaib macam teleskop itu tadi -_-) kita beli itu teleskop. Lha malah telur sama susunya terlanjur ga kebeli. Ya udah sesuai rencana semula, beli di supermarket dkt rumah begitu turun dari bis. Eh tapi begitu duduk di bis yg bikin ngantuk, ditambah lagi begitu turun bis kebayang bawa belanjaan berat2 tp msh hrs masuk supermarket lagi nyari susu dan telur, jadi males kan? T_T Dan kita jadi nyesel dan malah saling ngomel gitu "lah tadi kenapa ga sekalian sih?" "lha tadi aku ga tau kalo belanjaannya dikit?!"

Nah tapi itulah yg namanya takdir :D, ternyata selesai belanja dari IGA kita ketemu Ai plus papa mamanya :D yg juga selesai belanja. Mereka baru aja mau jalan (padahal kita udah pulang - capek, hihi). Salah satu tujuan jalan2 wiken mereka adalah acara Symphony in the Domain. Wah jadilah pulang ke rumah yg awalnya pgn leyeh2 istirahat jadi heboh lagi ngeliat detail acara SITD ini (disingkat aja ya namanya wkwk). Karena udah 2 taun berturut2 kita nonton di TV siaran langsung acara Carols in the Domain (CITD), kita udah menduga format acaranya pasti mirip lah, konser musik di panggung terbuka di lapangan luas. The Domain sendiri adalah nama lapangan terbuka, bagian dari Sydney Royal Botanical Garden, kalo ga salah. Kita sendiri baru tau tnyt SITD ini juga rutin diadakan seperti CITD.

Begitu liat jadwal acaranya, langsung tertarik, karena untuk taun ini akan ditampilkan bersama2 Sydney Symphony Orchestra dan permainan Didgeridoo (atau didjeridu), alat musik Aborigin. Wow, ini bukan sekedar orkestra tampil bersama dg gamelan, yg tidak terlalu sulit dibayangkan (karena nada2 pentatonis gamelan masih bisa dimasukkan lah ke tangga nada diatonis).. Lha tapi didgeridoo?


Yeah, nemu juga foto lama hihihi. Itu didgeridoonya yg ditiup orang yg paling kiri.


Thursday, 8 January 2015

Melbourne, Day 3

Hehehe.. walaupun post sudah jadi lengkap di draft dan siap dipublish kapan saja, ternyata butuh mood juga ya untuk akhirnya mempublishnya.. Dan inilah, di hari ini di siang bolong *hari pertama childcare buka = hari pertama ngantor resmi* lho tapi malah melakukan aksi denial, malah ngibrit ke kantor suami *yg less stressful* terus ga garap kerjaan blas? T_T T_T
========================================================================
Baca cerita perjalanan hari 1: di sini.
Baca cerita perjalanan hari 2: di sini.

Hari 3: Sovereign Hill, Ballarat.
Nah berdasarkan prakiraan cuaca, hari ketiga ini bakal sejuk, dan kita menaruh jadwal jalan2 ke Sovereign Hill ini di hari Minggu 4 Jan ini. Lagi2 bapak Irfan yg semangat kesini. Katanya ini kota tambang emas jaman dulu yg dipertahankan kekunoannya, dengan pegawai2 juga berperan seperti penduduk kota jaman dahulu kala. Dia dulu sdh pernah ke situ tapi kurang puas katanya karena dia ikut semacam guided tour gitu, hrs ikutan guide nya dan cepet banget.

Kita kesana naik public train Victoria, VLine pakai tiket myki. Ada program khusus dari VLine ini terkait tujuan Sovereign Hill yaitu Goldrush Special. Jadi kalau kita naik VLine, kita bisa langsung naik shuttle bus dari Ballarat Station ke Sovereign Hill, lalu juga dapat potongan tiket masuk 10% dan dapat free coach ride (naik kereta kuda) di dalam Sovereigh Hill. Irfan cukup heran dg promo yg dikira gila2an ini, karena menurut dia harganya cukup murah, 7$. Ternyata kita baru tau pas pulang, harga tiket VLine nya cukup mahal bigsmilebigsmile, $13 sekali jalan jadinya $26 PP untuk 1 orang bigsmilebigsmilebigsmile. Intinya, dia salah lihat harga bigsmile. Kita sempat rasan2 sih di kereta waktu berangkat, itu keretanya kok sepi.. bandingkan dong dg transportasi publik di NSW kalo Minggu saat Fun Day Sunday berlaku ($2.5 unlimited public transportation dlm sehari) yang selalu penuh, penuh, penuh... Ternyata itulah alasannya bigsmilebigsmile mahal.

Wednesday, 7 January 2015

Melbourne, Day 2

Baca cerita perjalanan hari 1: di sini.

Hari kedua, sesuai dg prakiraan cuaca yg kita cek seminggu sebelumnya, heat wave tetap melanda, dengan suhu tertinggi 39 deg C. Karena itu kita juga merencanakan hari kedua ini lebih banyak aktivitas dalam ruangan. Bapak Irfan pun mengusulkan melihat Melbourne Museum.

Demi gak bayar tram, kita pun turun di batas Free Tram Zone, 1 stop sebelum stop Melb Museum. Tapi malah kita bisa melewati Carlton Gardens yang berada satu kompleks dg Melb Museum. 

Royal Exhibition Building di dalam Carlton Garden.


Melbourne Museum
Kita tiba di Melb Museum pas jam 10, saat museum baru buka. Ternyata cukup banyak rombongan keluarga plus anak2 sudah antri. Alhamdulillah kita berdua gak bayar karena kita student, dan Hanif juga masih belum bayar. Datang2 langsung disambut tulang belulang gede2, dan kita pun langsung masuk ke Life and Science Gallery dg display2 tentang dinosaurus dan jaman purba. Galeri ini nyambung jadi 1 dg galeri hewan2 lain. Aku sih biasa aja, gak suka2 banget sih, apa gara2 habis nonton film Paddington ya, yg tokoh antagonisnya (diperankan Nicole Kidman bok..bigsmile) digambarkan serem gitu kerjaannya ngawetkan hewan2 utk museum..). Yg memfoto sana-sini sih bapak Irfan, Hanifnya cuma menikmati lari2 sana sini dan main2 sarana interaktifnya.

Tuesday, 6 January 2015

Melbourne, Day 1

Masih dalam suasana gak bisa move on setelah liburan bigsmile, marilah kita dokumentasikan perjalanan ke Melbourne kemarin. Foto2nya juga sdh diupload ke FB oleh Irfan, mari berdoa saja semoga lancar2 saja proses ngelink foto dari FB ini *amin. Btw aku terkesan dg blog populer ini http://travelingprecils.blogspot.com.au/ sehingga kisah perjalanan mereka di Melbie pun aku print sebagai referensi bigsmile

Transportasi Syd-Mel
Awalnya kita (*oiya mohon izin menggunakan 'kita' dan bukan 'kami', hihihi...) berencana berangkat naik kereta karena ingin merasakan naik kereta jarak jauh di sini. Tapi setelah ngecek ternyata harga naik kereta hampir sama dengan naik pesawat, padahal durasi naik kereta cukup lama (sekitar 10 jam) dibanding pesawat yg cuma 1 jam.
*Lebih untung naik kereta kalau ada lebih dari 1 anak dalam rombongan, karena anak2 dapat diskon (bahkan bisa cuma bayar $1-2 per anak) sedangkan kalau naik pesawat anak di atas 2 tahun harus bayar penuh. Kemarin teman yang punya 2 anak lebih memilih naik kereta karena total harga lebih murah dibanding naik pesawat, sedangkan keluargaku yg hanya ada 1 anak lebih pilih naik pesawat karena total harga hampir sama.

Kita sengaja pilih jadwal berangkat tanggal 2 Jan krn harga2 sudah lumayan agak turun. Berangkat jam 7 pagi dan pulang 5 Jan jam 6 sore kenanya $540 untuk bertiga.

Transportasi di Mel
Nah ini urusan bapak Irfan haha... Setelah dia survey, kita naik shuttle bus airport - CBD (namanya SkyBus). Anak di bwh 4 tahun ga bayar, jadi kita cuma bayar 2 x $18 (adult fare). Kalo mau beli return ticket, cuma $30 utk 1 dewasa. 

Untuk dalam kota, sebetulnya ada city circle tram yaitu tram gratis utk wisata keliling kota, tapi pas kita ke 7-11, dikasih tau pegawainya kalo per 1 Januari, berlaku Free Tram Zone di CBD, yaitu kita bisa naik tram di dalam CBD tanpa bayar, dan ini berlaku utk tram apa saja, ga hanya city circle tram, alhamdulillah.