Monday, 15 September 2014

Hanif dan Gadget (dan TV)

Hehe...Senin pagi ini rolling eyes gara2 sudah mau tulis sejak wiken tapi ga kesampaian gara2 kecapaian padahal udah tidur lama loh rolling eyes ya ini sambil disambi masak marilah kita ngeblog thinking

Jadi tanggal 10 kemarin (nah loh, berarti udah 5 hari yg lalu hahaha baru kesampaian ditulis sekarang) temenku ngeshare artikel ini di FBnya: Steve Jobs Was a Low-Tech Parent. Artikel yang muncul di salah satu edisi New York Times ini menceritakan sejumlah orang-orang dengan pekerjaan terkait teknologi (IT), justru membatasi anak-anaknya dari gadget dan screens. Bukan itu saja sebetulnya artikel yang pernah dishare di FB seputar anak2 dan gadget ini.
“So, your kids must love the iPad?” I asked Mr. Jobs, trying to change the subject. The company’s first tablet was just hitting the shelves. “They haven’t used it,” he told me. “We limit how much technology our kids use at home.” (Steve Jobs Was a Low-Tech Parent)
[...lanjut Senin malam... whew!whew!]
..Temanku yg lain pernah juga share ini, tentang anak yg kecanduan ipad sampai2 nyariin ipad jam 4 pagi:
It happened at the ungodly hour of 4 o'clock one  morning earlier this month, when my wife Katie and I were disturbed by the click of our bedroom door opening, followed by the patter of tiny feet.
I opened my eyes to find our three-year-old, William, standing at the bedside table in his pyjamas. He pulled the duvet, to make sure I was awake, then grabbed my hand.
'Daddy,' he announced, with a sense of urgency in his little voice. 'I need the iPad.' (The day I realised my toddler was addicted to the iPad)
.dan ada bbrp yg lain, ini yg juga aku ingat: 10 Reasons Why Handheld Devices Should Be Banned for Children Under the Age of 12

Kita sih (maksudnya aku dan Irfan big grin) sih nggak termasuk yg melarang sama sekali gadget dan/atau TV. Ya sedang2, nggak terlalu sering tapi juga nggak terus2an.

Hanif dan TV
Untuk TV, agak sulit sih mengurangi nonton TV karena aku dan Irfan juga suka nonton TV haha... Kita termasuk kategori org yg harus nyalakan TV walaupun gak ditonton. Tapi aku terselamatkan oleh Hanif masuk childcare sih, dia jadi ga terbiasa nonton TV. Dia terbiasa melakukan aktivitas lain. Dan sekarang ini tontonannya masih channel ABC 4 Kids, yg ga ada iklannya, jadi masih relatif "bersih" lah... walaupun kadang dia juga ikutan nonton kalo bapak ibunya liat channel lain. Belum ada strategi khusus nih terkait TV ini..

Hanif dan tablet / smartphone
Nah ini dia, dari pengalaman Hanif, ada beberapa pelajaran yg aku ambil:
1. Mungkin sebaiknya perkenalan dengan gadget menunggu anaknya agak besar kali ya?
Ya intinya kalau kita gak mengenalkan, dia ga ngerti kok. ..Kalo dia ngerti mungkin bakalan kecanduan (kayak Hanif, sempat kecanduan..)
Jadi aku masih ingat, pertama kali Hanif dikenalkan ipad waktu dia 6 bulan. Waktu itu aku pindah lagi ke rumah ortuku krn mr Irfan sudah start studi di Oz. Adikku getol tunjukkin app Fisher Price (dg tokoh khas yg unyu2 itu lho...Animal Sounds  ingat kan? wkwk..). Waktu itu dia blm tertarik, tapi kita itu malah kayak memaksa dia tertarik, "eh, Hanif, ini lho, lucu... ini lho..".

Beberapa kali aku ajak main Fatify (yg menggemukkan foto itu lho) tp dia blm sampai tahapan main2/sentuh2 sendiri.. krn aku juga ga sempat n ga niat install2 app2 utk dia.. Waktu 1.5 tahun dia pindah ke Oz, dia mulai suka mainan app2 gratisan di ipad bapake. Aku sih biasa aja malah dia jadi kenal lagu Wheel on The Bus dari app itu. Bapaknya mulai install app2 toddler lain, dan dia mulai hafal (hafal posisi app nya di halaman ipad, hafal cara mainnya gimana, dll). Dan...dia mulai nyari2 ipad.. Aku baru ingat dulu waktu Hanif umur 2 thn aku diminta ngelist kata2 yg sdh diucapkan Hanif, itu termasuk "aipi" (ipad).

Waktu itu kayaknya dia mulai addicted. Jadi misalnya dia lagi main yg lain, lalu aku/bapake nyebut kata "ipad" ga sengaja, dia dengar dan langsung ingat lho, dan langsung ngerengek minta ipad. Akhirnya sejak saat itu kita ganti sebutan ipad jadi "tablet" atau "sabak" laughing supaya dia ga ngerti.

Kadang juga bapaknya habis pake ipad, lupa disembunyikan lagi dan ketauan Hanif, wah langsung main dan susah banget nyetopnya. Pake acara guling2 di lantai segala.

Sekali lagi kalau kita gak mengenalkan, dia ga ngerti kok.. Ini kemarin bapaknya baru beli tablet baru, dibilangi itu utk kerja, ya dia ga mainin itu. Cuma dibuka2, terus mungkin dia paham ya kok ga ada gamenya, ya mungkin lalu dia maklum ooh ini utk kerja, bukan utk main. Jadi tablet yg baru ini geletakan juga dia ga tertarik.

2. Selalu siap sedia mainan kemana-mana
Situasi yg menggoda kita untuk ngasih gadget ke anak biasanya saat anak harus duduk manis, tapi anaknya ga mau. Nah, begitu dikasih gadget, dia bisa duduk manis kan? smug Menurut pengalamanku, ini di antaranya:
.pergi ke dokter/klinik/rumah sakit atau tempat lain yg harus ngantri/nunggu
.pergi ke tempat makan, setelah pesan hrs nunggu makanan
.ke acara orang dewasa, misalnya pengajian atau kumpul2 keluarga/teman atau yg lain

Yeah karena itulah aku selalu bawa mainan. Di tasku selalu ada bbrp mobil2an kecil2 untuk penyelamat di situasi2 harus menunggu itu tadi. Dan syukurlah Hanif selalu bisa menunggu dg tenang (walaupun ga selalu anteng). Kalau acara pengajian (yg lebih lama durasinya dibanding sekedar antri) aku bw mainan yg jenisnya beda2 dan agak besar ukurannya. Tapi ya kalo durasinya lama bangets kayak mudik yg lalu, naik pesawat 8 jam di siang hari, ya ga bisa dihindari ya akhirnya ipad aku keluarkan juga, setelah semua stok mainan habis dikeluarkan wakaka.....

Eh lha kok cuma dua poinnya?laughinglaughing Ya intinya musti pintar2 cari alternatif kegiatan lain.. Sekali lagi syukur aku terbantu dengan Hanif masuk childcare (makanya aku salut dg temen2 yg urusin anaknya sendiri..semangat thumbs up)

Sekarang Hanif udah ga pernah nyari ipad lagi. Dan udah jarang banget mainin hp bapak ibunya (dulu dia juga kecanduan game lego di hp bapake, sampai2 hp masih dipake telpon udah direbut d'oh) tapi sekarang udah jarang banget nyari dan main. Sesekali kalo pas lihat hp ibunya dan dia lagi pgn, ya main game yg ada di situ (tapi kyknya bosen kali ya, aku sengaja g pernah nambah install game lain lagi). Ya mungkin belum sekarang ya Hanif diakrabkan dg handheld gadget.. nanti2 kalo udah agak besar (ga tau juga kapan hehehe).

2 comments:

  1. Alhamdulillaah Vit, di rumahku ada tv tapi jarang disetel dan ipad cuma dipake nonton Thomas menjelang tidur. Biasanya ga nyampe 15 menit anake wis tidur. Cuma ya itu, kaminya yang ga pegang-pegang pas anak bangun. Mihihihi... Berasa terasing hidup kami.. *halahlebay*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh halo Dani :D Iya e kadang tergoda untuk megang gadget sambil disambi momong dia..tapi kalo anaknya ga ngerti itu apaan dia juga ga akan minta, ya kan Dan..

      Delete