Saturday, 27 September 2014

Berbagi Pengalaman: Tentang Childcare Hanif (Part 1)

Assalamualaikum ... hehe Sabtu jam 5 pagi ini.. pagi banget yak, soalnya udah beberapa hari ini aku tidur awal karena Subuhnya semakin maju..jadi ga bisa lagi bgn jam 6an gitu. Jadi dibalik skr, tidur awal, bangun awal (oh well, nanti juga bakal adaptasi lagi krn Isya bakalan mundur sampe jam 10an )

Kemarin sempet pgn nulis ttg berbagi pengalaman tentang childcare di sini. Terpicu kasus heboh anak dianiaya pengasuh di childcare Indo.. Bukan bermaksud membanding2kan, enggak kok. Lebih pgn share cerita aja, sapa tau ada yg mau menjadikan sharing ini sebagai referensi, hoho... At least mungkin ada 1 lah, yaitu istri sepupu aku. Dia mau (udah merintis malahan?) bikin tempat penitipan anak di tempat dia tinggal sekarang. Nti aku share ah link blog ini .

Mulai darimana dulu ya... oh ya, disclaimer ya, cerita ini nantinya spesifik tentang childcarenya Hanif sekarang. Karena walaupun secara umum sama, tentu tiap childcare punya peraturan yg sedikit beda. Misalnya:
#Bahkan untuk sesama childcare centre milik unsw (ada 4 centre) peraturan agak beda. Misalnya di tempat Hanif, tiap anak hrs punya (beli) sprei sendiri (sprei khusus krn tempat tidurnya model rangka ramping gitu) sedangkan di centre lain ada pilihan menyewa punya mereka.
#Aku tau sebagian besar centre sudah menyediakan makanan tapi ada juga centre yg ga sedia, jadi ortu hrs bawakan makanan utk anak.

Setelah diterima: 1. Meeting ortu dg director
Hal pertama saat Hanif diterima secara resmi (bok, keterima masuk childcare di sini mungkin sama susahnya kyk keterima masuk program PhD ) adalah kita dijanjikan waktu untuk meeting. Waktu itu dibarengkan dengan 3 ortu lain yg anaknya juga baru keterima dan 2 guru yg baru masuk. 

Meetingnya informal, kita dulu di salah satu pojokan kebun. Kita dikasih 1 paket dokumen yg isinya:
.Poin2 / hal2 yg dibahas saat meeting, antara lain: "framework" centre tersebut, peraturan di childcare terutama masalah kesehatan, keamanan, dll, rutinitas di childcare, dll (aku lupa )
.Dokumen2 tertulis yg berhubungan ttg hal2 tersebut.
.Beberapa formulir yg harus diisi. Isian mencakup hal2 umum seperti no kontak ayah ibu, no kontak selain ayah ibu untuk kasus emergency, lalu hal2 spesifik seperti cultural background, bahasa yg digunakan di rumah, dietary requirement, minat anak, hal2 favorit anak misalnya mainan, tempat, makanan, dll.

Monday, 15 September 2014

Hanif dan Gadget (dan TV)

Hehe...Senin pagi ini rolling eyes gara2 sudah mau tulis sejak wiken tapi ga kesampaian gara2 kecapaian padahal udah tidur lama loh rolling eyes ya ini sambil disambi masak marilah kita ngeblog thinking

Jadi tanggal 10 kemarin (nah loh, berarti udah 5 hari yg lalu hahaha baru kesampaian ditulis sekarang) temenku ngeshare artikel ini di FBnya: Steve Jobs Was a Low-Tech Parent. Artikel yang muncul di salah satu edisi New York Times ini menceritakan sejumlah orang-orang dengan pekerjaan terkait teknologi (IT), justru membatasi anak-anaknya dari gadget dan screens. Bukan itu saja sebetulnya artikel yang pernah dishare di FB seputar anak2 dan gadget ini.
“So, your kids must love the iPad?” I asked Mr. Jobs, trying to change the subject. The company’s first tablet was just hitting the shelves. “They haven’t used it,” he told me. “We limit how much technology our kids use at home.” (Steve Jobs Was a Low-Tech Parent)
[...lanjut Senin malam... whew!whew!]
..Temanku yg lain pernah juga share ini, tentang anak yg kecanduan ipad sampai2 nyariin ipad jam 4 pagi:
It happened at the ungodly hour of 4 o'clock one  morning earlier this month, when my wife Katie and I were disturbed by the click of our bedroom door opening, followed by the patter of tiny feet.
I opened my eyes to find our three-year-old, William, standing at the bedside table in his pyjamas. He pulled the duvet, to make sure I was awake, then grabbed my hand.
'Daddy,' he announced, with a sense of urgency in his little voice. 'I need the iPad.' (The day I realised my toddler was addicted to the iPad)
.dan ada bbrp yg lain, ini yg juga aku ingat: 10 Reasons Why Handheld Devices Should Be Banned for Children Under the Age of 12

Saturday, 6 September 2014

Tentang American English vs Australian / British English..

d'ohd'oh Waks gawat sejak kemarin udah niat garap setelah Hanif tidur (just as usual... T_T) tapi gara2 tadi pas bacain buku cerita untuk Hanif bhs Inggrisku agak dikritik mr Irfan, lalu merembet bahas ttg American English dan Australian English, lalu berujung aku diwanti2 untuk menggunakan Austr. English untuk tulisan2 akademisku selanjutnya, aku jadi tergoda untuk nulis blog post instead of nulis/corat-coret kerjaan worried hadeuh...ya bismillah ini kan malam Minggu ya... ya sekali2 santai lha ya.. worriedworried *tetepkhawatir.

Jadi, entah sejak kapan, sejak lama lah, sejak SMA mungkin, aku tau kalo bhs Inggrispun ada yg versi Amrik dan versi British. Awalnya, tau kalo logatnya/pengucapan/dialek(?)nya beda.. Lalu tau lah kata2 yg umum macam "center" (amrik) dan centre (brit), organization dan -zation2 lainnya (amrik) dan organisation dan -sation2 lainnya (british). Nah lalu setelah tinggal di Oz sini jadi mulai ngeh dengan kata2 ala amrik yg orang sini ga biasa..hihi...

Stroller vs Pram
Pertama kali aku dengar (bukan baca ya) kata 'Pram' adalah saat aku keluar dari pintu pesawat, langsung disapa bapak pramugara, "Ma'am, do you need pram? Or stroller?" Hahaha aku ingat, aku baru ngeh kalau dia bilang 'pram' setelah dia ngucapkan 'stroller'. Awal2 bicara dg Hanif aku tetep pake 'stroller', tapi ya repot juga ya karena orang2 di sekitar dia (misal guru2 n temen2 di childcare, ortu murid yg lain) pada blg 'pram'. Ya sudah akhirnya sekarang campur2 deh.

Diaper vs Nappy (dan Pampers vs Huggies, hihihi...)
Oke, ga berapa lama tinggal di sini udah deh ga pernah ucapin 'diaper' lagi laughing saking seringya berurusan dengan popok laughing. Btw, di sini Pampers ga ada di toko2 bok! Ada pun yg dijual lewat online. Bener2 ga mau Amrik minded kali ya..

Elevator vs Lift, Floor vs Level
Dua lagi yg aku perhatikan, orang2 di sini pada bilang 'lift' instead of 'elevator'. Lalu pake istilah 'level 1', 'level 2' instead of '1st floor', '2nd floor'. Ini jadi menarik karena, kalo gitu bahasa2 Jepang yg 'keinggris2an' itu ikut Amrik punya dong? (misalnya: 'erebeta' = 'elevator'.. udah baru itu yg inget, maklum hasil belajar kilat 5 thn yg lalu (udah byk yg lupa lah....loser))

Sweater vs Jumper
Ini juga aslik kadang bikin bingung. Karena di benakku, jumper itu baju model terusan. Tapi ya gitu deh, karena di sini semua pada blg 'jumper' ya skr ikut blg itu juga (semua, maksudnya orang2 di childcare ya... di mana lagi ada orang2 ngomong ttg jumper, masak di kantor eike? xD di kantor eike ngomongnya melulu ttg paper bukan jumper ya laughing)

Apalagi ya, ada banyak kayak 'trousers' vs 'pants', 'french fries' vs 'chips', dst... kapan hari aku liat ada gambar bagus di 9gag, tapi kok ga nemu ya. Ya sudah pajang yg ini, dari pinterest:

british and american english

Thursday, 4 September 2014

[review] Cremorne Point, Sydney

Wiken kemarin cuaca cukup cerah, kita pun merencanakan keluar rumah menghangatkan badan. Pilihan (bapake Hanif) jatuh ke Cremorne Point. Sebelumnya kita sudah pernah kesana, dan kita memang cukup terkesan dengan tempat itu. Nah yg dulu kita baru tau kalo ada walking track cukup panjang, dan wiken kemarin kita (bapake Hanif, maksudnya) berencana menyusuri walking track sisi berbeda.

Untuk menuju ke Cremorne Point ini, bisa naik ferry dari Circular Quay yang jurusan Mosman. Kalau hari Minggu intervalnya 1 jam sekali, kalau hari lain aku gak tau yaaa.. Btw alternatif lain: Dulu waktu pertama kali kita kesana, kita ketinggalan ferry ini, akhirnya kita ambil ferry jurusan Neutral Bay, lalu dari sana naik bis langsung jurusan Cremorne Point. Oke ceritanya mulai dari kunjungan kita yg pertama kesana ya, lalu lanjut kunjungan kedua minggu lalu..

Bus 225 jurusan Neutral Bay - Cremorne Point sedang berbalik di halte bus Cremorne Point yang juga dekat ferry wharf-nya. 
Di sebelah kiri terlihat tangga menuju playground dan ujung tanjung yang ada mercusuar kecilnya. Jika membawa stroller, alternatifnya bisa agak ke utaranya sedikit dulu, akan ada jalan masuk yang lebih landai. (kutip langsung dari fb mr irfan Facebook Devil EmoticonFacebook Devil Emoticon