Thursday, 7 August 2014

Asma pada balita: berbagi pengalaman Hanif

*Nyoba nulis 1 post dlm 15 menit yuk? *Lagi pengen tidur cepet *Capek seharian kerja :p

Aku masih ingat, pertama kali Hanif didiagnosis asma adalah bulan Oktober '13, saat lagi rame2nya bush fire di Sidni (ehem, di sini, kota sydney maksudnya wkwk..). Waktu itu Hanif batuk2 tanpa henti (literally! Kalopun brenti mungkin 2-3 detik lalu batuk lagi). Dibawalah ke klinik. Waktu dokternya bilang kalo kemungkinan Hanif asma, aku gak terlalu 'trimo' confused karena bapak ibu adik + suamiku ga ada yg menderita asma. "Tapi 'kan Hanif pernah sakit eczema (eksim).." kata dokternya sambil melihat catatan kesehatan Hanif yg tersimpan online di klinik kampus. (Belakangan, aku baru baca2 di internet kalo eczema sering diasosiasikan dengan asma.)

Saat itu Hanif diberi obat minum Redipred untuk 3 hari dan hari itulah perkenalan Hanif pertama kali dengan Ventolin (inhaler / "puffer") + spacer dan maskernya. 

Small spacer


Setelah itu, kita dikasih Asthma Plan yang diprint oleh dokternya. Pada saat itu aku gak begitu ngeh, yg aku ingat saat itu ada 4 tahap tingkat keparahan asma, di mana di tahap terakhir kita harus segera panggil ambulans. Aku masih ingat sempat keder waktu dokternya bilang "Don't ever feel bad to call an ambulance.." mungkin dia tau kadang kita ragu utk tlp ambulans, ini bener serius atau nggak ya.. panggil ambulans gak ya...

Dan minggu ini (sekitar 10 bulan setelah pertama kali diagnosis asma itu....) barulah kita mulai ngeh tentang asma stuff ini tonguetongue *maafkan kami nak.. Padahal rentang 10 bulan ini mungkin sekitar 2 - 3 kali Hanif balik lagi ke klinik karena batuk ga brenti2 (alias gejala asma) dan sudah kali kedua minum Redipred.. Oh ya selain Ventolin ada 1 lagi obat inhaler yaitu Flixotide, baru minggu ini ngeh bedanya :amazed: wakaka.... selama ini pak dan bu dokter juga tidak menjelaskan, cuman disuruh ini diminum 3 hari ya... ini dipuff pagi dan malam, mulutnya dicuci ya,, kalo yg ini dipuff tiap 4 jam sekali.. :amazed::amazed: barulah setelah baca2 di internet, punya modal untuk bertanya, barulah ngeh bigsmile


Bedanya Ventolin (Salbutamol) dan Flixotide (Fluticasone)
Singkatnya, Ventolin adalah Reliever (mengatasi serangan asma), Flixotide adalah Preventer (pencegah serangan asma). Tulisan singkat namun jelas ada di sini: http://www.sch.edu.au/health/factsheets/joint/?asthma_medications.htm

Sekarang aku baru ngeh kenapa kok kemarin2 sama dokternya disuruh neruskan puff Flixotide sampai winter selesai.. karena udara dingin termasuk salah satu pencetus asma.. oya dingin2 gini juga biasanya bikin anak gampang kena flu, batuk pilek dll, yg juga pencetus serangan asma. Baru ngeh setelah ingat dua kejadian asma Hanif ada persamaannya: Hanif terekspos udara dingin, plus dalam keadaan sedikit pilek/batuk. Oya baru sekarang juga aku mulai tertib bikin jurnal kesehatan, mencatat kemungkinan pencetus serangan asma Hanif.

Tulisan yg lebih lengkap (namun tetap singkat, hihi) dari link yg tadi ada di sini, lengkap mulai pencetus, pengobatan, dan asthma plan: http://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Asthma/

Asthma Plan
Lalu asthma plan itu apa? Ooh itu penjelasan tahap2 keseriusan serangan asma. Kebetulan asthma plan yg pertama dikasih dokter memang ga terlalu jelas (bagi org awam). Kmrn kita dikasih lagi asthma plan yg lebih mudah dipahami. Ini contoh yg aku dapat dari google:

(maaf ini bukan link artikelnya...maklum nyarinya dari google image.. bisa dicari sendiri ya link artikelnya :p)

Nah itu kan ada 3 tahap.. "Healthy" ciri2nya misalnya can sleep through the night. Biasanya nanti dokter yg isikan, untuk tiap tahap, pengobatannya apa... misalnya kalo tahap ini, tidak perlu reliever yg frekuensinya sering, atau misalnya kalo mau olahraga di luar (udara dingin). Tahap kedua, misalnya anak dalam kondisi sakit pilek/batuk, preventer diberikan.. misalnya gitu.
Kalo tahap terakhir pasti ada call 911 ye.. 

(Lagi2 maaf mamih... link artikelnya silakan cari sendiri ya... ini langsung ambil dari google image)


*lah kok udah hampir 45 menit ngetiknya? :hammers:hammers *yg lama cari emoticonnya wkwkwk...

Yang menarik, aku coba baca2 dari situs2 berbahasa Indonesia, ternyata masih belum selengkap yg berbhs Inggris ya.. Jadi penasaran, apa mmg kasus asma balita/anak lebih jarang? (mungkin ya... kan ga ada winter di sono.. mungkin..) tapi setelah tanya2 ke dokter emak (baca: emak guweh xD) katanya sih banyak... tapi memang semacam asma plan gitu gak ada..plan nya ya kalo parah ke rumah sakit, gitu bigsmilebigsmile
Aku nebak benda2 semacam spacer dan masker juga ga terlalu musim... hmm apa aku mulai tren spacer dan masker ini ya? Aku belum ngecek sih ttg keberadaan benda2 ini di Indo.. 

Oya jadi ingat, Hanif juga kebetulan punya buku ttg asma, judulnya The Trouble with the Bear Hugs, coba liat video ini detik ke 20, haha ada gambar puffer + spacer tapi tanpa maskernya:


Dan kok aku jadi ngelantur liat google image ya? Ada sticker puffer lucu2 ternyata 

Image of Boys Sticker Pack

Yak sekian dulu tulisan saya..mohon maaf kalo kurang lengkap, ya semoga lain waktu bisa dilengkapi.. namapun tulisan sambilan (tulisan utama saya sudah seharian tadi... besok lagi T_T :p). Semoga berguna


No comments:

Post a Comment