Sunday, 8 June 2014

Kelas Musik Kingsford Perdana

Hehe... post kedua dalam masa "'agak' santai". Rabu malam draft paper kelar, Kamis pagi leha2 (niat nulis post ini :p), Kamis sore sudah dapat koreksian dari boss Emoticon Shedding Tears (ya harusnya alhamdulillah lha..), Jumat pagi2 selesai revisi, kirim! Terus leha2 lagi Emoticon crying tears of joy (ya ada garap2nya juga sih).. Malem2 malah nulis ini...--> maksudnya Jumat malem ye... ini diposting sekarang (minggu malem) soalnya mau garap kerjaan pake teamviewer malah ngadat..Emoticon Shedding Tears trpaksa nunggu besok pagi baru ngampus benerin hiks3... ya udah kelarin tulisan ini aja)
---------------------

Oke jadi di post kemarin aku cerita tentang pencarian les musik untuk Hanif, yg akhirnya berujung malah aku pgn leskan dia yg aktivitas fisik gitu.. Lalu malah kepikiran untuk menyeriusi niat ngadakan music class sendiri aja... dg peserta balita2 di kelurahan Kingsford sini :p. Awalnya aku ga begitu semangat karena umur balita2 ini ga sama.. Beberapa masih di bawah 2 tahun, ada yg 2 tahunan, dan Hanif sendiri akan 3 thn. Tapi setelah kupikir2 lagi oh well mari kita coba, byk tujuan yg bisa dicapai.. Hanif bisa 'belajar' musik dalam suasana grup, lalu ibu2 dan balita2nya juga jadi ada kegiatan bersosialisasi dan bermusik, dekat pula, ga usah ke library (biasanya pada ikutan kelas nyanyi2 di library..dulu sebelum Hanif masuk childcare aku juga ikutan :p).

Trial 2 kali di Australian Music School lumayan lho bisa memberi aku masukan tentang apa aja materi kelas musikku ini (huahaha link yg sama dikasih lagi, wkwkwk). Aku rencanakan waktunya 30 menit dg materi:

1. Perkenalan/ngabsen sambil nyanyi. 
Aku dapet ini dari AMS. Dulu di Yamaha kayaknya aku blm pernah ngalamin ini. Jadi tiap anak disebut namanya dengan nyanyian, semuanya nyanyi ya. Menurutku, keuntungannya, tiap anak (n ortu) jadi merasa diperhatikan oleh teman2 dan gurunya. Dan tentunya stimulasi musik lewat lagu ngabsennya ya.
2. Menyanyi dengan properti.
Detailnya ada di posting yg tadi dilink ya..
Dapet ide dari AMS juga. Awalnya aku berencana pake lagu dari Youtube aja. Terus jadi bingung, lagu bahasa Inggris atau Indo ya? Karena kalo di youtube yg bagus2 aransemennya ya lagu bhs Inggris. Yg bhs Indo ya standar lah ya, hihihi gaya.. Tapi gara2 cari2 di Youtube ini aku jadi nyadar, lagu2 anak2 Indo yg klasik2 (jaman dulu) itu bagus2 lho ya! Lagu Desaku, Naik ke Puncak Gunung, Burung Hantu, Menanam Jagung dll... Aku udah mulai semangat dan ngelist lagu2 kandidat untuk diajarkan. 

Lagu ini kandidat bok, lucu lho bikin ngakak xD.
Apalagi ada dialognya segala. Btw, Hanif jadi hafal lagu ini gara2 sering ta setel waktu persiapan materi kelas kemarin xD
Akhirnya mantap memutuskan mengajar lagu bahasa Indonesia, supaya konsisten, ngajarnya pake bhs Indo kan? Dan belakangan, ada manfaat lain, yaitu balita2 yg di rantau ini jadi tau lagu2 Indonesia...karena  kelas nyanyi yg di library kan pake bhs Inggris lha ya...
3. Keyboard Game?!
Kyaaaa haha aku ga tau ini istilahnya apa. Yg jelas pengenalan bermacam2 nuansa dalam musikaja. Misalnya ini lagu tidur ya, ayo semua tidur (lagu lambat dan tenang), lagu lompat2 (keras, banyak sinkop2), lagu jari digoyang2 (trill), dst2. Ya intinya mengenalkan ke anak bahwa \perpaduan nada2 dan irama tertentu bisa menghasilkan nuansa tertentu (halah bahasaku xD aku bingung sih, dulu di Yamaha kelas besar ga ada materi ini). 
4. Music Appreciation (MA)
Naaaah ini salah satu sesi yg aku suka saat aku ngajar dulu.. Penjelasan singkat MA itu apa, liat post yg tadi ya.. Tnyt ini materi yg paling susah nyari bahannya. Ya iya lah, kalo dari Yamaha kan udah mateng materi musik + gambarnya, cerita dan gerakan tinggal kita poles. Nah kalo kelas mandiri gini susyaaaaah kalo cari dari lagu yg sudah ada. Kira2 kriteria lagu yg cocok utk MA (menurut aku berdasarkan pengalaman ngajar ya):
*Durasi 3-4 menit
*Ada intro, theme, chorus, coda, ending, dll dll terserah variasinya bisa macem2. Tapi utk kelas kecil ini idealnya yg strukturnya sederhana lha ya
*Harus bagus yaaaaa orkestrasinya
--------------------------------------------
Naaa itu rencananya. Eksekusinya gimana?
Waah heboooh, seperti dugaanku (yg trs dulu jadi males bikin kelas2an kayak gini), anak2nya sebagian kecil-keciiiiil. Jadi blm mulai udah pada mencet2 Casionya (dimulai dg Hanif sih sebetulnya...)
Fotonya kecil aja ye
Untung mama2 pada semangat (udah dirayu "ntar mama2 ikut nyanyi ye..."). Perkenalan, oke. Lanjut lagu. Pilihan lagu kelas perdana ini Naik2 Ke Puncak Gunung, dg properti buku Lego Hanif yg ada gambar gunung sama pohon cemaranya, hihi...biar matching sama liriknya. Ditambah pohon cemara mainan punya Hanif + punya perpus. Setelah lagu keyboard game, trs lanjut lagu Heli (yg anjing itu lho). Properti boneka anjing warisan :p.. Oya, btw akhirnya aku ga pake lagu yg dari youtube lho... Paginya aku baca sebentar manual Casio Previa (seri berapa pianoku itu ya? lupa....), oh ternyata gampang ngerekamnya. Ya udah pagi2 sebelum kelas aku bisa rekam lagu Naik2 dan Heli itu tadi. Oh gampang...makanya kok Australian Music School pake rekaman di Casio mereka instead of setel CD (yamaha dulu pake CD, ga tau ya skr..). Nah lumayan kan kelas musik ini jadi memaksa aku memaksimalkan fitur2 pianoku? haha..
Setelah itu music appreciation, pilihanku lagu film Up, ceritanya tentang naik ke awan (yah lagu ini lah yg paling mendekati kriteria2 tadi... meskipun gak oke2 banget Satisfied) Tapi oh tapi, laptop eike ngadat seperti biasanya! Ya sutra daripada nyandet2 akhirnya distop aja.
Akhirnya ga jadi nyetel ini sampai habis.
Makanya...lain kali diclose semua windows2 yg ga berhubungan..lha mau kelas musik window yg mbuka matlab Facebook Pacman EmoticonFacebook Pacman Emoticon
kalo perlu didownload aja mp3nya, jgn setel langsung dari youtube ya, tante vita...
Ya syukurlah kemarin ini cerah, dan kelas musik bisa dibilang lumayan berhasil. Rencananya minggu depan ada lagi. Masih semangat ni cari2 lagu utk bahan. Semoga ibu2 n balita2nya seneng ikutan. Untukku juga lumayan, jadi bersentuhan lagi dg musik. Hanif juga semoga bisa terekspos musik walaupun belum les beneran. 

No comments:

Post a Comment