Wednesday, 7 August 2013

#reminder #random #PhD

Kadang aku bingung, kalau aku ingin membuat pengingat sesuatu, taruh di mana ya supaya ingat? Contohnya ini, haha mau ditulis di kertas biasa, terus mau ditaruh mana? ntar lupa... mau ditulis di HP, ditulis di bagian mana? Reminder? Kok takutnya pas remindernya bunyi di saat yg kurang tepat, ntar kelewat.. Ditaruh mana ya yg bakal sesekali dilihat... Oooo... ya taruh sini aja, walaupun frekuensinya jarang, ada probabilitas sekian persen bahwa aku akan membaca2 lagi post2 lama (lah mbak, ngapain bawa2 frekuensi dan probabilitas di sini? xD).

Nah ini juga, aku sudah 2 x ngalamin hal serupa, pingin ditulis sebagai pengingat di lain waktu. Idealnya sih ditulis di tumblrku (krn topiknya dekat dg 'rasa syukur'), tapi tumblrku itu lho jarang ta buka, kadang aku post2 lewat twitter aja, aku seringan baca2 blog yg ini, ya sudah tulis sini aja, menambah ke-random-an topik di sini :P.

Nah hal yg sudah dialami 2x itu apa to? Hmmm aku kasih istilah "diberi ilham". Jadi gini, kemarin2 aku mau nyoba melakukan simulasi mirip dg salah satu paper referensiku. Singkatnya, sebut aja aku melakukan simulasi 1 sensor, ya. Simulasi 1 sensor dijalankan, hasilnya oke lah, mirip dg hasil di papernya (aku udah agak lupa ceritanya sebetulnya, mungkin lebih dari 1 bln yg lalu ini ceritanya soalnya xD). Oke, selanjutnya, 2 sensor. Lhoh, kok gini hasilnya? ("harusnya" gak gini). Oke2 coba lagi sih 3 sensor, lhoh, kok gini juga? ("harusnya" gak gitu juga). Wooo... seharian dari kampus sampe malamnya lagi di rumah berkali2 mikir, di mana salahnya? Yg salah aku atau papernya? Papernya bo'ong kali ye?
Padahal sudah semangat2nya nggarap.. sempat curhat ke pak Astria.

"Mas, ini aku kan baru pertama kalinya nggarap kerjaan." (sebelumnya kan hanya studi pustaka saja, -literature review, blm nggarap2). "Kok belum2 sudah menemui jalan buntu ya? Nanti itu kita selama S3 ada kemungkinan bakal berkali2 ngadepi ini ya? T_T"

"Ya udah, kalo ga mau ngadepi masalah, sana mbalik Master lagi aja... kalo perlu ngambil yg coursework, cuman kuliah2 aja..." -> bernada pedas pacmanpacman T_T

Eh lalu tiba2 entah darimana, "TRING!" muncullah ilham itu . Ooooo... iyaa.. aku keliru bikin matriksnya.. Jadi saat membuat matriks untuk 2 dan 3 sensor, aku terpengaruh matriks yg 1 sensor, padahal mustinya gak gitu. Dan betul, setelah diganti, hasilnya sesuai perkiraan. Lega.... (lega sesaat feeling beat up T_T)

..dan betul, sebulan sesudah itu, setelah berpuluh2 simulasi (simulasi lainnya maksudnya ye :p), bertemulah lagi dengan masalah yg sama untuk hal lain ("lho kok gini ya?!"). Memang kadang kita g bisa menghabiskan waktu terus menerus untuk nyari kesalahannya di mana (yg kasus pertama juga gitu, aku switch ke hal lain untuk sementara.. yg penting tetap nggarap dan tetap harus ada yg digarap). Jadilah aku juga switch ke hal lain, walaupun tetap pada sistem yg sama. Kalau di kasus pertama dulu aku butuh 1 hari sampai ilham itu muncul, yg kedua itu beeeeeerhari2, baru kemarin ini aku sadar kesalahanku di mana.

Aku rasa, proses ini akan beberapa kali berulang selama S3 ini. Kalau Andrew Dempster bilang (eh, aku kok takut ada yg search namanya bapak ini terus blog ku muncul di search resultnya ya?! pacmanpacmanpacman) itu namanya "Eureka Moment". You know, saat tiba2 ilham itu datang dan kita spontan bilang, "Eureka!" 

Dia membagi tahapan "membaca" selama riset menjadi 3:
1. "Background" (broad range) 2. "Topical" (narrower, specific topic) 3. "Critical" (even narrower; the techniques we will employ or improve.

Jadi membaca mulai dari topik yg umum/luas, menyempit2, semakin menyempit, lalu kembali lagi, siklus ini berjalan terus. Dia lalu tanya, "kapan Eureka momentnya terjadi?"
Jawabannya, bisa di mana saja. (ya iyalah, itu yg eike bahas sekarang ini).

Setelah "eureka moment"ku yang pertama (ya yg kasus pertama itu tadi), aku blg ke pak Astria, ya proses ini mirip dg proses2 lain dalam kehidupan: kita berusaha, berdoa, dan tawakal (berserah diri?!). Mau berusaha dan berdoa sekeras apapun, kalau Yang Maha Kuasa belum berkehendak, ya tidak akan diberi (dalam kasus tadi: ilham; atau 'eureka' :p). Mirip kan ya, dg proses2 lain (ilham bisa diganti jodoh :p, rumah, anak, hidayah, dst?). Ya mirip juga ceritanya dg pas ujian, misalnya, udah belajar, berdoa, eeh kok pas ujian malah lupa ya? atau ga kepikiran?
Yaaa itu mirip juga dg "ingat" dan "lupa". Lhoo kok bisa ga ingat ya? Lhoo kok bisa lupa ya?

Yaaa intinya, seperti yg pernah aku tulis di sini, poin kesatu yg selalu kulakukan:
Selalu “bersama” Tuhan dalam segalanya.
Saya akan berusaha selalu berdoa, mohon dibimbing oleh Tuhan, mohon agar segala tindakan saya diridhoi dan ada hikmahnya, mohon dilancarkan agar bisa melakukan yang terbaik, dan selanjutnya berserah diri kepada Tuhan. Jika dari tindakan itu lalu muncul masalah (seperti yang saya alami ini), saya bisa yakin bahwa itu atas kehendak Tuhan, dan selalu ada hikmah yang bisa diambil
Yaa intinya mohon dibimbing semua2nya, dlm berpikir, dlm bertutur kata, bertingkah laku.

Mohon maaf agak random :p.

No comments:

Post a Comment