Thursday, 4 April 2013

Pagi hari 4-4-2013

Yea, sebenarnya banyak pekerjaan menanti untuk diselesaikan, tapi biarlah aku menuliskan kesanku terhadap pagi hari ini dalam tujuh menit.
Pagi ini hujan, satu lagi tantangan sebelum aku memulai hari. Jika hari tidak hujan, biasanya aku jalan kaki mendorong stroller Hanif menuju Tigger's, 'sekolah'nya. Stroller yang biasa dinaiki Hanif diwariskan pemiliknya tanpa tudung hujan atau semacamnya, dan kami belum sempat mengutak-atik menambal dengan plastik penutup seperti becak atau semacamnya pula, sehingga jika hari hujan senjata kami adalah jas hujan kecil untuk Hanif dan jaket tebalku dengan penutup kepala yang kubeli saat di Jerman. Aku sudah beli jas hujan plastik, tapi entah kenapa aku kurang suka memakainya. Dengan senjata yang tidak melindungi 100 % tubuh kami dari hujan, tentunya aku tidak bisa jalan santai-santai mendorong stroller Hanif, sehingga aku harus lari menuju halte bus terdekat, yang sebetulnya tidak dekat-dekat amat. kalau menurut Google Maps, jaraknya 500 m.

Ada 2 bis yg bisa kunaiki menuju Tigger's. Dan dua2nya sering tanpa tempat khusus stroller. Sudah beberapa kali saat hujan aku harus melewatkan beberapa bis ini karena aku tidak siap melipat stroller. Tapi kali ini, saat kulihat tidak ada sticker bergambar kursi roda di kaca bus, aku cepat-cepat melipat stroller Hanif, menyelempangkan tas berisi keperluan Hanif selama sekolah, menggendong Hanif di tangan kanan dan mengangkat stroller di tangan kiri. Fyuh alhamdulillah berhasil naik.


Sebetulnya inti ceritaku kali ini :D adalah, aku cukup shock saat bis tidak berhenti di halte biasanya, padahal aku sudah memencet bel tanda berhenti sebelumnya. Dan kondisi jalanan agak macet saat itu, jadi kurasa sebetulnya supir bis sudah bisa memperkirakan beberapa saat sebelumnya bahwa ada penumpang yang akan turun. Aku shock dan merasa tersakiti? hahaha... kok sensitif banget ya? Mungkin aku agak terpengaruh cerita mbak Endah saat tersakiti ulah supir bis yang ditumpanginya.. Aku ikut tersinggung dengan ulah supir bis tersebut.. Dan aku seperti ingin menangis saat aku harus turun di halte berikutnya, yang berarti tetap saja aku harus berjalan agak jauh menuju Tigger's dalam kondisi hujan. Aku memang tidak protes saat bis tidak berhenti, aku diam saja saking kagetnya, sudahlah kudoakan kalau memang tadi supir bisnya salah atau dia sengaja, semoga disadarkan... semoga dia bisa menjadi lebih baik, semoga pekerjaannya berkah, amin.

Oya tapi ada hal yang mengobati kekecewaanku pagi ini, yaitu Hanif kutinggalkan dengan gembira di Tigger's. Biasanya dia menangis, kali ini dia hanya menangis di pintu masuk kelasnya, tapi sesaat kemudian dia langsung ngacir keluar ke arah mainan kereta api favoritnya. Yang lebih membuat lega, pagi ini ada 4 anak yang ternyata juga nangis saat berpisah dengan orang tua mereka. Ya sudah, yang sudah biasa ke childcare aja begini, syukur2 Hanif bisa beradaptasi. Saat aku bilang "Hanif Ibu should go to the campus, bye bye", biasanya dia nangis tapi pagi ini dia jawab "bye bye" sambil melambaikan tangan, alhamdulillah..

yah sudah wow I've spent more than 7 minutes, okay let's start working now! Bismillah.


======================
tambahan: Petang hari 4-4-2013

Alhamdulillah.... :D
finally today I can maintain my working hour :D, at least I can work for 7 hours (jam 10 sampe jam 5 sore), I really could concentrate and added some paragraphs for my first overview paper (for which my sv asked about a month ago T_T), pulangnya janjian dengan Hanif dan bapake ke Tokyo Super untuk beli beras, di sana aku tanya, gimana Hanif? Kata bapake, gurunya bilang Hanif was happy today, nangisnya cuma pas pagi thok (I know... itu pun cuma sebentar..) boboknya lama, jam 12.15 - 2.10 PM, alhamdulillah I hope it's a good sign, during his first month in Tigger's he usually slept for an hour, even for only ten minutes when he's really upset. He looked very happy and content, alhamdulillah, I hope he'd be settling very well.

Entah kenapa hari ini aku merasa I love him so much, ah, I love them so much.

Btw, tambahan lagi, barusan Hanif bilang "pee.." terus ngacir ke kamar tidur. Lho, Hanif, pee kok di kamar tidur?" terus dia keluar lagi dan masuk kamar mandi, terus pipis di WC. Alhamdulillah setelah tahapan ngomong kalo mau poo poo, sekarang sudah bisa bilang kalo mau pee pee. Semoga kamu semakin pinter dan semakin betah di Tigger's nak, kita bertiga sama2 belajar dan berjuang ya di sini.

1 comment:

  1. oh ini yang pagi itu ketemu di halte ya. hehe... perjuangan sudah dimulai :)

    ReplyDelete