Saturday, 7 December 2013

cerita random + sedikit [review]: Anak-anak Multibahasa



Multibahasa Promosi

Buku ini aku dapet dari bu Venti yg pulang abis (hihi... aku masih terbiasa pake istilah "pulang habis" kyk di jerman... kl di sini org2 bilangnya "for good"). Aku sendiri sejak punya anak udah jarang banget baca buku (baca buku selain buku pelajaran elektro ya maksudnya, wkwkwk...). Beli buku pun karena merasa butuh, misalnya buku2 tumbuh kembang anak, parenting, dll jadi bukan buku yg bacanya musti urut dari depan ke belakang.

Nah, buku ini termasuk kategori buku yg bacanya ga musti urut, hihihi.... jadi kalo pas sempet, sambil nungguin hanif main, ya baca2 sekilas. Isinya kumpulan cerita pengalaman beberapa orang tua yg membesarkan anak2nya dengan beberapa bahasa. Tentu saja, backgroundnya variatif. Ada yg memang nikah dg pasangan beda bangsa, dan tidak tinggal di Indonesia. Ada yg suami istri sama2 org Indo, tapi tinggal di luar negeri. Ini pun masih bisa dibagi lagi, yaitu yg tinggalnya sementara (biasanya studi) atau tinggal menetap di luar negeri. 

Anak-anak yg diceritakan di tiap cerita juga beda2. Ada yg sejak lahir tinggal di luar negeri. Ada yg lahir di Indonesia, lalu baru pindah ke luar negeri. Ada yg masih bayi-balita, ada yg sudah sekolah. 

Pengalaman dan strategi masing-masing keluarga untuk mengajak anak2nya bermultibahasa juga beda. Ada sedikit bahasan juga di buku tentang strategi2 itu. Yg menarik, cerita2 di buku ini memang cerita2 keluarga2 yg tinggal di luar negeri, tapi aku merasa skr banyak juga ya anak2 yg dibiasakan bermultibahasa, walaupun tidak tinggal di luar negeri, jadi sepertinya buku ini juga menawarkan info2 yg berguna utuk yg pgn bermultibahasa di mana saja (walaupun tinggal di Indonesia).

Friday, 29 November 2013

Senantiasa Bersyukur

[Sungguh banyak unek-unek (unek2 apa uneg2 sih?! Tongue out and winking) yang ingin kubagi di sini, apa daya aku kadang masih tak berani mengambil sedikit waktu untuk menulis, karena setiap waktu yang kumiliki di sini begitu berharga.. walaupun orang bilang "Der Weg ist Das Ziel", atau kira-kira mirip lah artinya dengan "proses lebih penting daripada hasil" (g terlalu mirip sih, wkwk) tapi sementara ini, aku, mahasiswa doktoral tahun pertama, masih berada dalam level "hasil adalah yang penting".. hingga aku bisa mendapatkan hasil yang berarti, barulah saat itu aku mungkin bisa bernafas lega sejenak dan menghabiskan waktuku dengan lebih wajar..

Pengumuman nama-nama penerima beasiswa Endeavour 2014 lah yang sedikit mengorek hatiku; kenapa? kapan-kapan aku ceritakan; dan membuatku ingin menulis bahkan lebih banyak lagi suka duka hidupku, tapi untuk sementara ini izinkan aku berbagi cerita ini dulu..]
---------------------------------------------------

Sore itu hujan gerimis, kami baru saja pulang dari pesta ulang tahun teman Hanif di childcare. Sebelumnya kami telah menempuh jarak kira-kira 40 km dari rumah ke acara ulang tahun teman yang lain, juga dalam keadaan hujan. Mungkin hari itu kami berjalan sejauh lebih dari 4 km dalam hujan; sudah biasa salah satu dari kami akan memakai jas hujan dan memegangi payung, Hanif pun tak pernah protes jika tiba-tiba pandangan dan ruang geraknya tertutup stroller cover.

Perjalanan sore itu belum berakhir rupanya, karena di depan tempat kami berdiri adalah sebuah shopping centre. Bukan, kami tidak berniat belanja. Shopping centre itu adalah shopping centre kenangan suamiku, karena dulu ia pernah bekerja sambilan di situ semasa kuliah master. Matanya berbinar-binar mengamati setiap sudut tempat kerjanya 6-7 tahun yang lalu. Katanya dia bekerja di bagian perishables di supermarket terkenal itu, mengangkat dan melempar boks-boks seberat 14 kg, juga menata susu segar dan yoghurt. Satu-dua kali dia berfoto sambil mengenang masa lalu. Tiba-tiba seorang karyawan supermarket yang sedang sibuk menata barang-barang menghentikan aktivitasnya, lalu menatap kami tajam. O oh... mungkin dilarang foto sembarangan.. 

Tuesday, 19 November 2013

Carrot Pancake



This post is actually meant to be a carrot pancake recipe... But I blabbed over the reason of why I came fussed up with this cooking baking things, which is longer than the recipe itself . So here I put a 'spoiler' button, in case you want to read the blabbing about toddler, vegetable, nutrition, and fussy eater .

Spoiler:

Hanif's eating habit, now and then
Do all toddler hate veggies? No matter how healthy and good Hanif's eating habit before he turned 2 years old was (he ate all those yucky green beans purée, chokoes purée, krai purée (what's the English word for krai? hahaha)), now he's acting like those toddlers I saw in toddler food supplement TV commercials: "no veggies!" (especially those green and orange ones ). I didn't know how this happens, and I thought it was because he hasn't grown those molars (veggies are sometimes harder to munch?!), but now as he had some grown, there are some other possibilities:
.he already understands tastes. Haha... he might like those savoury taste from proteins? and he starts to like sweet stuffs too..
.he copied other children in childcare? (although his teachers say he'd eat everything during mealtime in childcare.. including the vegetables.)

Hiding the Vegetables (but I don't want to overcook them)
Unfortunately with my multi tasks as a PhD student and housewife, I don't have enough time messing up preparing those cute and fancy looking meals (with vegetable hiding in it).. Ahh.... those fancy meals, you know, you could easily find them uploaded in google or FB.
Fortunately, I'm still willing to spend some extra time just to make sure he'd eat some vegetables. The idea from "Deceptively Delicious" book which I've reviewed before I read is of course what I thought in the first place. There are many other ideas of hiding vegetables in your meals. However, for long actually I've been thinking about the double processing of the vegetable: usually there are two processes: first you steam the vegetable (then purée it), then mix it (hide it!) in the meal. So the vegetable undergoes heating process twice: will there be a significant loss of nutrition? I don't know, still haven't surveyed yet.

Carrot
Once my friend brought us a good homemade carrot cake. As I expected, the carrot was first steamed before she mashed it for the cake. Once I tried to make a carrot cake using grated carrot, and what I got is a yummy cake but with noticeable 'hairy carrot' inside the cake and Hanif can be so fussy that he took every single carrot hair from the cake.
Last week I felt like making another carrot cake but instead, I used a ready pancake mix.. And after grating the carrot, I blended it using a hand blender. If I have my old blender here, maybe I don't have to grate it first..
Carrot Pancake
I only used:
.Any pancake mix
.Raw carrot puree (using blender)
.Vanilin sugar

Friday, 1 November 2013

Sugesti Positif, Parenting, dan Lagu-lagu Hanif (random :D)


Ready, Steady, Wash Your Hands

Ready, steady, wash your hands! Soap and water really clean! Ready, steady, wash your hands! Before you eat your food! (Yummy) Ready, steady, wash your hands! Especially after toilet use! Ready, steady, wash your hands! Keep those germs away! Wash (13x) Cleeeeeeeeeeean!
=============================================================

Kayaknya sudah lama dan sudah banyak yang tahu ya, konsep afirmasi positif, konsep visualisasi, dan sejenisnya, sejak buku dan film "The Secret" booming dulu (tahun 2007an ya kayaknya?). Pada saat yang hampir barengan juga, ibuku sedang hangat2nya ikut pelatihan "Reborn" yg juga mengusung tema yg hampir sama. Jadi, more or less, intinya kayak gini, untuk mencapai tujuan hidup kita / keinginan kita, kita perlu menanamkan afirmasi2 positif, pandang segala sesuatu secara positif, insya Allah hidup kita pun akan terbawa positif. Oya, saat itu juga sedang booming2nya hypnosis untuk pengembangan diri. Jadi tanamkan afirmasi2 positif itu ke dalam alam bawah sadar kita. Caranya? Ya buatlah itu jadi kebiasaan kita.. Ya contoh sederhananya misalnya, kita akan bicara di depan umum. Ya mungkin afirmasinya "Saya ingin tampil percaya diri. Saya sudah latihan, saya yakin saya akan tampil bagus." blablabla... (hihi aku kok kesulitan nyari contoh ya?! Dan bukannya "Saya tidak boleh gagal. Saya tidak boleh salah." Intinya, pergunakan kalimat positif dan hindari kata "tidak" atau "jangan".

Kebiasaan ini terbawa terus sampai sekarang, jadi aku nggak heran / kaget lagi dg cara mendidik anak dg afirmasi positif ini. Sudah banyak kok temen2ku yg tau dan menerapkan pola pendidikan (walaupun aku sempet kaget juga krn ada juga yg belum tau.). Sering aku lihat temen2ku pada nulis status ttg afirmasi positif ini. Oya, di buku2 parenting, juga banyak yg mengajarkan pola ini. Contohnya gampang ya, misalnya anak lari2 di tempat yg agak berbahaya, nah biasanya ortu bilang "Jangan lari2!! Awas nanti jatuh!" hehe... tapi ortu2 jaman sekarang sdh byk yg tau lho, kalo kalimat kita sebaiknya diganti yg positif, misalnya "Hati-hati ya.. Eh ayo jalan saja yuk sama mama papa.." dll dst... 

Ohya, katanya juga, apa yang kita ucapkan itu kan doa, jadi ya apa yg kita ucapkan itu dipilih yg baik2 saja.. Awal2 aku menerapkan ini memang agak susah krn belum terbiasa, tapi karena diterapkan setiap saat, sekarang jadi biasa2 aja tuh, hihi.. Haha aku masih inget, dulu awal2 rasanya canggung banget mengubah kalimat yg biasanya begini: (misal, lagi belanja baju)
"Mbak, ini yg ukuran L ada nggak?"
menjadi:
"Mbak, ini yg ukuran L ada ya?"
Facebook Pacman Emoticon
Facebook Pacman Emoticon

Sunday, 27 October 2013

[review] Prince Alfred Park Pool, Sydney


[Note: kyaaaaaa ini post sejak minggu lalu... demi supaya ga basi akhirnya di tengah2 belajar, menyempatkan diri menyelesaikan post ini... Emoticon Shedding TearsEmoticon Shedding Tears]
======================================
Hehe... ngebut postingan.. hari ini aku berencana mulai ngantor lagi soalnya, setelah beberapa hari hiatus di rumah.

Jadi, udah agak lama sebetulnya kita dikasih tau Andy, temen sesama PhD candidate di research group kak Ipan, kalo ada kolam renang gratis di City, dan sudah sempet googling juga. Cuman beberapa kali mau kesana, kadang masih dingin, terus kak Ipan juga masih males, ya udah ga jadi2. Nah akhir2 ini kan cuaca mulai panas tuh, kita berencana ke sana tapi kok Hanife batuk2 parah? Tapi sejak Jumat kita liat anaknya sebetulnya dah begejekan spt biasanya (kebanyakan energi -_-) jadi meskipun msh batuk kadang2, kita niati renang hari Minggunya. Pada saat yg bersamaan aku juga sdg mengalami jenuh & mati gaya perkara masak, jadi yg biasanya Minggu kita belanja mingguan, kmrn ga belanja bok! nekat laughing (yg baru mbingungi sekarang... mau makan apa????? laughing)

Free entry nya cuma sampe 12 Nov 13, makanya kita buruan nyoba. Pas nyampe sana, wah bagus.... (pssst coba liat website aslinya, byk foto2 lbh bgs lagi :p)


Monday, 21 October 2013

[review] Kungfu Ramen, Chinatown, Sydney


Hehe sebetulnya mau cerita pengalaman renang di Price Alfred Park Swimming Pool, tapi karena ada Kungfu Ramen di situ, jadi pingin review Kungfu Ramen dulu, hehe smug

Dulu pertama kali tahu resto (depot?! :p) ini dari Bu Titien, katanya ini halal, porsinya gede, 1 porsi bisa untuk berdua. Akhirnya rame2 kesana, kebetulan pas kita dulu pertama kali dateng ke Sydney rame2. Ternyata bener, gede banget mangkoknya.. (Tapi yah, as usual, semakin lama kita tinggal di sini, semakin biasa dg porsi jumbo itu... sekarang2 kalo makan ya 1 porsi itu untuk 1 orang big grin). 


Keliatan yah mangkoknya lebarnya sama dengan badan aye? xD

Kita sudah beberapa kali ke sana, menu favorit kita ya Kungfu Ramen itu, sama kayak nama restonya. Isinya handmade mie yg kekenyalannya pas (ga terlalu kenyal n ga terlalu gede ukurannya, jadi bisa dimakan Hanif), telur rebus, daging sukiyaki yg tipis2 dan empuk, sawi, dan irisan semacam lobak gitu (?), kuahnya seger, ga tau kuah apa nih ya (daging sapi kali ya?), disiram "hot oil" kalo istilah mereka, kayak campuran minyak + cabe kering, menghasilkan mie dengan kuah merah menyala seperti foto di atas big grin. Dan kebetulan menu Kungfu Ramen ini yg paling murah di antara pilihan makanan utama lainnya, cuma 10$-an (entah 9.8$, entah 9.9$, ya sekitaran itu lah). Kalau mau liat foto lain yg mie nya belum diaduk2 big grin, coba googling aja, kungfu ramen sydney, gitu, ntar pasti muncul big grin.

Maafkan wajah lelah ibu'e Hanif xD
Oh, itu ada foto Kungfu Ramen waktu belum diaduk2 xD

Friday, 11 October 2013

Hanif's Milestones: 27 months old

Haha I didn't mean to create this milestones post.. But I'm a bit laid back today T_T and also recently we're often surprised by his developments so I think I'll write one or two things..

Remembering route
. It's officially summertime here in Sydney so by the time we pick him up at 5PM it's still bright-bright-bright... (and so hot) so unconsciously :p we don't think that's it's already late. So recently I let him walk instead of sitting on the stroller. Several times in other occasions too he would say "walk, walk" and sometimes is followed by "push, push" if he wants to push the stroller.

I often test him by letting him to walk in front of me and lead the way to his Bapak's office: surprisingly he knows! I tested him from Scientia Building and he led me all the way to his Bapak's office. Today I tested him further, from the Library and he confidently walked all the way.

Sunday, 6 October 2013

[review] Hobart + hotel + eating places: Day 1

Hihi, alhamdulillah kerjaan paper dah kelar siang ini tadi (dan hbs gitu lgsg molor 2 jam!! @_@ ) meskipun agak males yuk kita mendokumentasikan perjalanan ke Hobart kemarin.. Hihi alhamdulillah menyenangkan, kita masih suka nginget2 dg hati gembira KekeKeke.

Minggu 29 Sept '13
Ya nasep pake pesawat murce ya bok, terbangnya jm6 pagi, brkt dari rmh jm4 pagi. Syukurlah Hanif oke2 aja, soalnya aku khawatir dia muntah. Begitu liat bandara Hobart langsung ngakak, ini mendarat di Hobart apa di Bontang? Angry Katanya ini tempat tujuan wisata, tapi pesawat yg parkir ya cuma pesawatku aja wakakakak...




Begitu nyampe langsung naksi, sekitar 37 dolar-an. Jarak bandara ke CBD 17km (menurut majalahnya jetstar :p). Alhamdulillah lagi, hotelnya memuaskan Bored. Beruntung banget dpt hotel itu, wah dulu sempet ngabisin waktu lama juga lho cari hotel ini. Syukurlah dapet yg cocok. Pilihan kita akhirnya jatuh ke Fountainside Hotel. Harganya pas2an lah, 119$ per night utk King Room. Kalo sempet ta review yaaa. Di google maps jaraknya ke tempat acara 450 m, tapi setelah di sana tnyt bisa lewat jln belakang, jadi masuk ke tempat acara lewat bag belakang hotel, malah lbh dkt krn g usah masuk lewat depan! Cuma 5 menit saja, alhamdulillaaah Bored. Terasa manfaatnya, bisa pulang pergi dg mudah. Hihihi aku jd inget tmn2ku (kita brkt 5org bok dari grup), mereka nginep di hotel agak ke tengah kota gitu, aku juga tau hotel ini, krn sempet melirik harganya yg murahmeriah (90$an per night incl. breakfast) tp begitu cek di google maps, weleh2 1.2 km wkwkwkwk... itu sempet aku confirm juga ke tmnku, dia blg "20 min walking, still acceptable..." huakakaka... yg intinya saat acara mereka jd terpaksa tinggal di situ trs, krn kalo pgn balik ke hotel, istirahat, kek, ato apa, pasti males krn jalannya aja udah capek hihihi...

[Review: Fountainside Hotel, Hobart]

Sunday, 22 September 2013

There's an "end" in "friend"?

Owalah hahaha what was I thinking? I have a weekly report that I'm supposed to submit two days ago (Friday T_T). And I have a bunch things to do so that I have something to write on that report. And I have to prepare for my 1st conference next week. But instead of doing one of those, I'm writing this xD. Never in my life (maybe ever once or two or more, but I forgot it once it's passed :-) ) have I been as angry and upset as now because of person(s).. Usually situation upsets me, not people.

I'm writing about friends and friendship. I think what I experience is normal: friends come and go, friendships evolve. Friendships come in many shapes. I travelled to some places, met new people, had new friends. Some of my "friends" are people I haven't even met before. Facebook makes it ever more complex. My friend's friend can add me as his/her "friend", some students I teach can also add me as "friend" (yes I think it's okay if we're having a kind of 'friend' relationship other than student-teacher in class but... I'm either not a very friendly person :P so I think it's rare in my case :P), a stranger even can add me as "friend".


I like having friends. Good friends. Yet, as I grow older, my life is growing as well and it then becomes a bit difficult to maintain all those friendships. 

My friends from kindie, I hardly remember them, although I still had some of their pics. Once we exchanged letters I remember, but that's all.

Monday, 16 September 2013

Hujan... (tetap) Alhamdulillah!

Hanif di lift gedung kantornya bapak. waktu itu belum punya stroller cover yg bagus, jadinya pake yg jelek dan kakinya terpaksa dibungkus kresek xD.
---------------------------------------------------------

Hahaha... hari ini seru!

Jadi ceritanya, hari ini hujaaaaan. . . terus seharian. Dan hujannya itu banyakan deresnya daripada rintik2nya! Aku kadang heran, kok di sini bisa ya hujan berhari2, airnya itu dari mana? xD

Pagi anter Hanif, hujan. Iya, lha wong sejak malam sebelumnya sudah hujan. Kebetulan bapake Hanif mau ke uws juga (uni of western sydney) siangnya, kemungkinan nyampe rumah malem, oke lah berarti bapak yg anter, nanti ibu yg jemput.
Sepanjang hari hujan ga brenti, kedengaran terus dari kantor. Pas aku ke mushola (cuman bbrp meter dari kantor), sempet ngeliat bbrp org terjebak, terpaksa ngiyup krn g bw payung.

Sebelum jemput Hanif, cek ramalan cuaca dulu, owalah, hujan trs sampe malem! Ya sdh g usah nunggu reda, ayo kita berangkat. Ga lama kemudian celana+sepatu sdh basah kuyup, lha wong hujan deres + angin kenceng. Di tengah2, baru inget, oh no! Ga bawa kunci pintu (N.B jadi sejak adanya peristiwa temen kemalingan di sydney --> hahaha udah pgn diceritain tp blm ditulis2; kita kunci pintu 22nya, pintu utama dan pintu kasa yg di luarnya. tapi krn pintu kasa ini ga pernah dikunci dulu2, aku ga pny duplikatnya, dan blm sempet duplikat T_T).

Oh no, telp bapake Hanif dulu. . .
. . ga diangkat.
Next, tlp pak Firman (yg share sm kita). . .
. . ga diangkat.
(btw, ini tlpnya ya sampe bsh kuyup begitu, lha wong ujan deres, tgn yg 1 megangin payung sedemikian rupa supaya payung g rusak kena angin kenceng -___-)

Oke, berpikir jernih..oya, numpang nunggu di tempat mb yen2 aja! xD
Tlp mb yen2... ga diangkat juga T_T

owalah, ya sdh.. sampe childcare, ya seperti biasa, blablabla, sblm pulang sms bus dulu (sms minta jadwal bus dkt childcare hanif), wah 6 menit lagi ada bus! sip! etapi begitu keluar baru nnyadar, lah hrs masang rain cover dulu ke stroller... trs eike juga hrs pake raincoat.. walhasil pas nyampe perempatan, keliatan itu bus udah mau lewat, oh no.. telat.. akhirnya sms lagi, oh, ada lagi 3 menit lagi, mudah2an ini bus yg ada tempat strollernya (udah trauma dulu hujan2 bus nya g ada tempat strollernya, terpaksa atraksi lipat stroller, lalu gendong hanif di tgn kanan, stroller d tgn kiri, udah gitu sopir bus nya khilaf kali ye, eike mencet bel tp dia ga brenti di bus stop dkt childcare! walhasil lengkaplah penderitaan eike saat itu T_T)

Saturday, 31 August 2013

A to Z... my Birthday

Hehe ternyata ada buanyak draft post isinya 1 - 2 kalimat, sekedar pengingat kalo aku pgn nulis ini, itu.. minggu ini mulai full kembali karena sdh mulai nulis lagi..Kmrn2 sempet nampak lowong karena kegiatan studi seputar membaca, belajar, berpikir, malah susah konsentrasi. Kalau sudah mulai menulis, lbh gampang memaksa diri utk full konsentrasi. Alhamdulillah siang ini (hari Sabtu ye... catet! xD) sudah selesai target pertama.. target2 selanjutnya tentu saja menyusul tp kali ini istirahat dulu.. mari nulis yg lain :D.. bahkan tadi sblm pulang dari kampus aku berani matikan PCku lho, hahaha (biasanya ga pernah dimatikan, berharap2 ada waktu+tenaga+keinginan untuk kerja dari rumah).

Nah post yg ini aku pgn bikin post yg terkait ultah, ya biar ada penandanya aja  ultah kali ini. Terus entah kenapa biar agak beda dari sebelum2nya aku mau nyoba postnya mengandung huruf A sampai Z (don't ask me why... wangsit dari mana ini hahaha eike juga kagak tau xD).

Alhamdulillah, kamis kemarin hari ultahku yang, ke-31! haha kadang lupa kalo aku ini sdh (mulai) tua.. Tapi ya hari berjalan seperti biasanya.
Bangun, ngerjakan ini itu rutinitas pagi, malah anter Hanif lbh pagi dari biasanya krn mau ada janjian dg speech therapist di tigger's.
Childcarenya hanif mmg nawarkan jasa speech therapist dan sdh bbrp kali gurunya nyarankan hanif utk discreening krn dirasa perkembangan bicaranya agak terlambat. Jam setengah 9 sdh nyampe sana :p.
Dari sana aku ke perpus utk nggarap (iyes, kejar setoran) trs balik lagi sama bapake hanif jm 10 krg. Ketemuan dg speech therapistnya, bareng sm hanif, ditanya2 sambil hanifnya discreening santai.
Emang sebetulnya sebulanan terakhir ini byk perkembangan bicaranya hanif. Dia sdh bs blg "ibu" dg jelas, hehe, biasanya "bubu". lalu mulai bicara 2 kata - 3 kata, tp mmg hrs dipancing dulu. dan pengucapannya msh blm jelas. "bapak opi piss" (bapak, open please) "good thight" (good night) "mall" (small) xD "hak" (hat) ya itulah contoh2 yg tdk jelas.

Thursday, 22 August 2013

parenting

Hehe sebetulnya ada beberapa draft post yg blm selesai, tp instead of finishing them aku kok malah pgn nulis ini ya.. Dan sebetulnya, siang ini tadi mulai semangat lagi garap kerjaan (iyes, hari ini tepat 2 minggu setelah 1 Syawal.. hiks ritme kerja masih blm kembali T_T... kerja di malam hari setelah Hanif bobok msh blm terlaksana kembali,,, enak bobok bareng Hanif dan bapake T_T bapake yo gitu, udah semangat2 "aku mau melekan" yaaaa teteup tdr aja bareng2 pas ngeloni Hanif T_T).
Tapi krn malam ini akhirnya aku berhasil menuntaskan proses book tiket pesawat dan akomodasi untuk kita bertiga ke Hobart nanti, ta teruskan aja hura2ku malam ini hehe..

Jadi kenapa aku pgn ngeblog ttg parenting? Haha, ini bukan 'parenting' yg ilmu jadi orang tua, tapi parent-ing ala PhD comics:


(Bagi yg sudah lama tdk membaca grafik, tolong dilihat dengan seksama ya :p)

Friday, 9 August 2013

Kesan-kesan puasa dan lebaran kali ini, di Sydney

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin 

Yeah, haha, efek lebaran, ternyata tetep pengen menikmati masa2 lebaran seperti di tanah air (libur panjang... nyantai... libur ngantor...) jadilah Jumat2 gini bukannya nulis weekly report (apa juga yg mau ditulis? kayaknya minggu ini ga ada progress berarti... efek Bapake Hanif pergi dan efek mau lebaran  ) malah pingin mendokumentasikan kesan2 selamat puasa dan lebaran di sini :).

Puasa
Hehe, setelah merasakan puasa di belahan bumi utara (utara barat, dan utara timur, hehe.. ) saat musim panas, tibalah saatnya berpuasa di belahan bumi selatan saat musim dingin :D. Di minggu2 awal bulan Ramadhan, Subuhnya jam 5.30 dan Maghribnya jam 5 sore :D. Waaaah singkat ya. Owh.. tapi jangan salah, haus memang ga terasa tapi lapernya ituuuuu T_T. Jam 9 pagi di kantor perut udah krucak krucuk T_T, agak siangan dikit ngantuknya luar biasaaaaa (eh krucak krucuk ini apa aku aja ya? haha). Tapi unik juga sih jam 5 sore sudah Maghrib. Di minggu2 awal aku sempet kagok karena kan biasanya aku berangkat jemput Hanif ke childcare itu jam setengah 5 sore, biasanya nyampe childcare jam 5 kurang gitu, lalu dari sana pulang ke rumah biasanya nyampe rumah setengah 6. Waaah ini maghribnya jam 5, berarti musti berangkat jemputnya jam 4 sore dong? Hahaha aneh aja jam 4 sore sudah keluar kantor, langitnya masih terang benderang.. Biasanya keluar kantor suasanya memang sudah 'suasana pulang', langitnya mulai gelap. Orang2 juga udah ada yg mulai pada pulang.. 

Buka puasa
Iyes, salah satu yang berkesan adalah... hampir tiap hari ikut buka puasa bersama di kampus! Hahaha.... Aku baru tau kalo istilahnya 'ifthar'. Hampir tiap hari di kampus ada ifthar, tergantung sponsornya. Macem2, ada komunitas Islam Arab, Bangladesh, Oman, dll dll termasuk Indonesia dan Malaysia. Hahaha waktu dapet email jadwal buka puasa di kampus (yg hampir setiap hari itu), pertanyaan pertama ke suami adalah, "Mas, ini anak2 bisa datang kan? Ini dipisah kan laki perempuannya? Memungkinkan ya kalo aku bawa Hanif?"
Huahahaaaa kentara banget ya ngarep ikutan buka ini, walaupun sempet keder gara2 di email itu ada foto yg diattach (foto yg menggambarkan suasana buka di kampus; permisi pasang di sini ya, foto2 buka bersama milik isoc unsw :D maaf g punya foto sendiri yg bagus)

41082_145843252113450_4377968_n.jpg


Wednesday, 7 August 2013

#reminder #random #PhD

Kadang aku bingung, kalau aku ingin membuat pengingat sesuatu, taruh di mana ya supaya ingat? Contohnya ini, haha mau ditulis di kertas biasa, terus mau ditaruh mana? ntar lupa... mau ditulis di HP, ditulis di bagian mana? Reminder? Kok takutnya pas remindernya bunyi di saat yg kurang tepat, ntar kelewat.. Ditaruh mana ya yg bakal sesekali dilihat... Oooo... ya taruh sini aja, walaupun frekuensinya jarang, ada probabilitas sekian persen bahwa aku akan membaca2 lagi post2 lama (lah mbak, ngapain bawa2 frekuensi dan probabilitas di sini? xD).

Nah ini juga, aku sudah 2 x ngalamin hal serupa, pingin ditulis sebagai pengingat di lain waktu. Idealnya sih ditulis di tumblrku (krn topiknya dekat dg 'rasa syukur'), tapi tumblrku itu lho jarang ta buka, kadang aku post2 lewat twitter aja, aku seringan baca2 blog yg ini, ya sudah tulis sini aja, menambah ke-random-an topik di sini :P.

Nah hal yg sudah dialami 2x itu apa to? Hmmm aku kasih istilah "diberi ilham". Jadi gini, kemarin2 aku mau nyoba melakukan simulasi mirip dg salah satu paper referensiku. Singkatnya, sebut aja aku melakukan simulasi 1 sensor, ya. Simulasi 1 sensor dijalankan, hasilnya oke lah, mirip dg hasil di papernya (aku udah agak lupa ceritanya sebetulnya, mungkin lebih dari 1 bln yg lalu ini ceritanya soalnya xD). Oke, selanjutnya, 2 sensor. Lhoh, kok gini hasilnya? ("harusnya" gak gini). Oke2 coba lagi sih 3 sensor, lhoh, kok gini juga? ("harusnya" gak gitu juga). Wooo... seharian dari kampus sampe malamnya lagi di rumah berkali2 mikir, di mana salahnya? Yg salah aku atau papernya? Papernya bo'ong kali ye?
Padahal sudah semangat2nya nggarap.. sempat curhat ke pak Astria.

"Mas, ini aku kan baru pertama kalinya nggarap kerjaan." (sebelumnya kan hanya studi pustaka saja, -literature review, blm nggarap2). "Kok belum2 sudah menemui jalan buntu ya? Nanti itu kita selama S3 ada kemungkinan bakal berkali2 ngadepi ini ya? T_T"

"Ya udah, kalo ga mau ngadepi masalah, sana mbalik Master lagi aja... kalo perlu ngambil yg coursework, cuman kuliah2 aja..." -> bernada pedas pacmanpacman T_T

Friday, 2 August 2013

[review] TeamViewer, your companion when you're doing Ph.D (...and your spouse is also doing Ph.D... and you have toddler(s))

Haha I'm supposed to continue working (today almost the whole day I was dealing with how I can automatically calculate settling time and steady state error of a decaying, oscillating values...grmblhhhh! Anyone knows tell me please ) but then I'm thinking, the harder I try to solve it it seems more difficult to solve. Maybe if I take rest for a while the answer will come up eventually :P.

Okay so sebetulnya daku pingin jadi salah satu kontributor di blog Neng Koala. Haha... aku sekarang kan sudah resmi menjadi seorang neng koala? Aku sudah membayangkan bakal menulis post berjudul "TeamViewer, sahabat bagi mahasiswa PhD berstatus istri dan ibu balita" atau semacamnya lah.. lalu aku bakal posting versi Inggrisnya berjudul seperti post ini . Tapi oh tapi, request menjadi kontributorku kok belum ditanggapi yaaaa  hiks ayo dong neng koala, saya sudah kepingin nulis niii.

Jadi gini, di awal2 masa PhD dulu suami menyarankan untuk install software TeamViewer. Dia lalu ngajarin skema nggarap S3 ala dia: Install TeamViewer di laptop (di rumah) dan di PC kampus. Nah, kalo udah, laptop yang di rumah bisa dipake menjalankan PC kampus. Jadi intinya, TeamViewer ini kayak remote control gitu lho. Jadi dari laptop di rumah, tampilan PC kampus bisa dilihat di laptop kita, diklik dan dijalankan dari laptop kita itu,,, dengan internet lho ya! Ini semacam remote desktop, tapi versi yang lebih mudahnya, gitu .


Waaah... ini berguna sekali, ibu-ibu .
Bagi yang masuk contoh-contoh berikut: