Sunday, 24 June 2012

Rambu-rambu merumuskan nama anak (ala Vita :P)

Setelah hampir dua puluhan tahun tdk bermasalah dg nama, akhirnya saya dibuat pusing juga oleh nama saya waktu pertama kali rantau ke negeri orang T_T. Sempet chat dg teman diskusi ttg masalah nama ini, eeeeeh dia bikin post ttg "nama bagi anak pertama" yg sepertinya terinspirasi obrolan dg saya coolcoolcool.
5 tahun kemudian..barulah thn 2012 ini saya punya bahan lebih banyak untuk menulis tentang nama bagi anak pertama, karena saya sudah punya pengalaman lollollol, ditambah pengalaman suami saya yg juga sering bermasalah dengan namanya lol. Baiklah ini kurang lebih kesepakatan saya dan suami untuk nama anak kami cool

DISCLAIMER: Semua nama di posting ini nama rekayasa yg dibuat mirip dg aslinya razzrazz

1. Maksimal 3 kata saja.
Pengalaman: Nama saya di akte kelahiran Vita Lystianingsih Sugihartoputri (yuck, nggilani yo nama rekayasaku iki (doh)). Saya nggak sadar kalau ternyata sejak jaman SD, di ijazah saya tertulis Sugiharto Putri -> tulisannya dipisah -> parahnya, ortu saya gak sadar juga! (doh)(doh)
Jadi di ijazah SMP, SMA, dan S1 saya, saya punya 4 kata dalam nama saya.
Di KTP, entah kenapa, nama saya tiba2 disingkat jadi Vita Lystianingsih SP. Saya juga gak ngeh waktu itu dan tenang2 saja. (waduh, jadi ingat belum ngecek SIM dll).
Waktu UMPTN (sekarang, SNMPTN), di kolom isian nama ya cuma cukup 20 huruf saja ya (kalo ga salah, kata misua mrgreen) jadi nama selama mahasiswa: Vita Lystianingsih.



Itulah sebabnnya, suami menambahkan 1 syarat lagi: 2. maksimal 20 huruf (dengan spasinya). Supaya tidak ada perbedaan yg disebabkan menyingkat2 nama.

Belum selesai dengan masalah beda nama di akte, ijazah, dan KTP, diperparah dengan ijazah S2 saya, yg ternyata hanya mencantumkan Vita Lystianingsih saja T_T (doh)(doh).
Saya sudah lupa gimana asalnya, yg jelas, saya jadi concern masalah nama saya lagi karena dokumen2 saya untuk studi S3 ternyata mencantumkan nama yg beda.
Sepertinya, itu karena di paspor biru saya cuma ada 2 nama itu saja T_T -> kok bisa? saya juga ga ingat. Tapi, setelah baca2 peraturan ttg paspor dinas kmrn, ternyata jika ada perbedaan nama pada dokumen2, yang dijadikan acuan adalah nama pada SK pengangkatan sebagai PNS. Saya blm ngecek sih, SK saya...
Paspor hijau saya juga ternyata cuma ada 2 kata saja (kalau yg ini saya ingat penyebabnya mrgreen). Tapi jadi rumit karena waktu saya umroh, saya diminta menjadikan nama saya menjadi 3 kata, katanya sih  itu syarat dari Arab Saudi ("katanya"? kok saya nggak ngecek dulu ya sad(doh)) hmmm... (perlu dicek mungkin?). Jadilah, di halaman paspor saya ada lembar pengesahan mengenai "nama lengkap pemegang paspor: Vita Lystianingsih Sugihartoputri".

Rambu berikutnya dari suami: 3. Nama panggilan = nama pertama
Pengalaman: Nama suami saya, Astriya Nur Irfansyah. Panggilannya jelas: Irfan. Atau Irfansyah. mrgreen. Tapi orang yang pertama kali membaca namanya dan nggak sempat berakrab2 sama dia, pasti memanggil nama pertamanya dia. Inipun diperparah dengan namanya yang terdengar perempuan razz.
Masalah2, misalnya: orang gak langsung ngeh kalau pak Irfan itu adalah Astriya. Dalam hal mengurus surat2 dll, kita harus beberapa kali menyebut pak "Astriya Irfansyah" supaya jelas bahwa surat yg mau diambil (misalnya) adalah kepada Astriya (+ Irfansyah). Kalo nyari surat tertuju Irfansyah, ya gak ketemu T_T. Ya ini banyak sih contohnya, ada temen yg saya ngenali dia dg nama Rahma, tp ada yg manggil dia Tiwi, ternyata namanya Rahma Pratiwi T_T. dan contoh2 lain T_T.
Ada juga kekeliruan, mengira bahwa Astriya itu seorang ibu. Saya kalo ngambilkan surat suami saya ke rektorat, sdh bilang "ngambilkan suratnya pak Astriya" tapi sering petugasnya setelah ngambil suratnya, manggil saya "bu Astriya ya? ini suratnya" -> ya bener seh saya bu Astriya, tapi... hmm... -_-
Mungkin sepele, tapi dalam hal pembagian kamar hotel yg hanya berdasarkan daftar nama, bisa berabe (seperti yg pengalaman kemarin :P ada yg namanya cowok sekali padahal ibu2, ditempatkan 1 kamar dg bpk2 lain :P).

Hoahemm... apalagi ya? seingat saya ada 1 lagi, tapi kok lupa ya neutralneutral. oiya mrgreen, ini rambu dari saya: 4. minimalisir kemungkinan kesalahan. Kembali ke nama saya tadi, sejak SD sudah sering sekali salah tulis "Lystia" nya menjadi "Listia", "Listya", "Lystya" dan lain sebagainya T_T seperti halnya "Reny" ditulis "Reni" atau "Shailendra" ditulis "Syailendra" (pinjem nama anaknya Dian Sastro nih mrgreenmrgreen) atau dll dll..
Jadi saya dan suami sepakat menghindari nama2 yg penulisannya ambigu.
======================================================

Ternyata oh ternyata, nama anak pertama kami melanggar rambu no. 4, ini gara2 ada ambisi masukkan kata "Saga" ke dalam namanya, karena saya dan suami ketemu di kota Saga, Jepang. Lalu sepakat memakai nama Widyasagara (lautan ilmu, segoro huahahaha.... mrgreen) karena ortunya kan dosen mrgreenmrgreen. Hiks nama yg keren mrgreen ini belum2 sdh salah tulis di kartu pasien RSI, menjadi Widia Sagara T_T T_T

NB. Doakan studi S3 saya lancar ya walaupun nama saya berbeda2 di banyak dokumen T_T. Amin.... :-)





No comments:

Post a Comment