Friday, 16 March 2012

Jodoh Rumahku

Saya mau cerita (loh, btw, kok "saya"? biasanya kan "aku"? hehe pengaruh kebanyakan baca blog orang lain yg pake "saya" )

Oke ulang.
Aku mau cerita tentang perjalanan mendapatkan kontraktor rumah #gang8 . Ini seperti ketemu jodoh. Ada jalan ajaib yang dibuat Tuhan mrgreen mrgreen


[tentang rumahnya] Rumah itu baru ditempati kira2 9 bulanan. Terpaksa ditinggalkan karena kepala keluarganya merantau ke Sydney. Justru karena alasan "sayang rumah", kita sepakat rumah itu akan disewakan hanya kepada "yang kenal saja". Selain karena masih baru direnovasi, akan ada beberapa barang yang akan ditinggalkan di rumah itu untuk penyewa. Ada sofa, tempat tidur, meja-kursi makan, shower + pemanas air, hmm apa lagi ya oya lemari pakaian dan kitchen set yg semuanya built in .

[target pengontrak/definisi "yang kenal saja"] adalah sodara / teman / temannya teman / temannya sodara dengan syarat tambahan 'harus sreg di hati' . haha, ini sih mungkin seperti jodoh, kalau sreg, tidak ada tapi tapian, langsung jadi



Awal2nya sempet difoto2 dan ditawarkan di facebook, hehe dg setting privacy tertentu dong . Ada bbrp yg nanyakan, tp blm ada yg keliatan serius tertarik. Ga kerasa Januari lewat. . masuk Februari. .

Target sudah diset sejak tahun berganti 2012: keluarga Irfansyah harus sudah bisa berkumpul kembali paling lambat tengah tahun ini. Target lain mengikuti: berarti hrs sdh daftar sekolah (deadline: akhir Mei), berarti hrs sdh lulus syarat IELTS. Tanggal pun diset: tes IELTS 10 Maret! dengan asumsi langsung lulus (amin cool cool), akhir Maret bisa daftar sekolah. Ow ow... pontang panting belajar IELTS sambil dikejar research proposal (it took about a month for a mere 450-word proposal T_T.. the longest part was finding the topic T_T) dan menjadi single parent T_T.. TAmpak begitu besar uang 195 USD utk sekali tes IELTS. Jiper juga, akhirnya mencari2 guru les utk latihan speaking & ngoreksi writing,

I was confused to choose from 3 options: Bu Zizi (let's just call her so lol), langganan dokter2 dg jam terbang tinggi & seabrek kelebihan lainnya (akrab dg ortu, apalagi suaminya jd konsultan di tempat kerja bokap), my friend's private teacher who seemed young (which I related to having less experience razz, katanya angk. 98 bok), and my friend's private course (yes it's the same person, my friend took two english courses eek wow). Bu Zizi's course was the most expensive of the three.. 225 IDR per 1.5 hours eek wow.

Anyway, I decided to choose Bu Zizi. Loh kok jadi Enggresan ya eek LOL. Bismillah, ayo les IELTS di bu ini..
Les berjalan biasa2, sampai tibalah di pertemuan ketiga (atau keempat ya) waktu kita latihan speaking dg topik Dwellings. Belum ngeh sampai ga sengaja cerita2 ttg rumah. dan 'TRING!' kok baru ngeh skr ya.. Bu Zizi kan langganan dokter2 PPDS? langsung kutawari rumah yg mau dikontrakkan. Cerita ini itu sedikit, dan bsk paginya kukirimi sms detail sewa rumah itu. DIjanjikan akan ditawarkan ke para dokter PPDS itu.

Besoknya, ternyata dia telpon, dan ternyata malah beliau yg tertarik! Oh rumahku, sungguh beruntung dikau. Sudah lama cari2 orang yg bukan hny sekedar menyewa tp juga merawat rumah pertama keluarga kecilku itu. langsung saat itu berdoa mirip orang doa jodoh "jika Bu Zizi jodoh rumah #gang8, ya mudah2an lancar".

Sepertinya memang jodoh, hanya butuh sekali Bu Zizi lihat, dia langsung setuju. Rumahku, mudah2an youll be well taken care of ya..

Segala sesuatu dibuatkan jalannya. Sedih saat bersih2 rumah skr tak terasa lagi. Saat bingung pilih2 guru les IELTS, Tuhan telah membuka jalannya. Waktu aku bilang "tapi bu Zizi mahallll pakkkkkk", bapakku jawab "itu investasi..." mrgreenmrgreenmrgreenmrgreen

No comments:

Post a Comment