Sunday, 25 March 2012

25.März.2012

Ada hal-hal dalam kehidupan saya yang seperti sudah mengalir mengikuti skenario, padahal ada banyak variabel yang mempengaruhi. Beberapa yang saya ingat: perjalanan menjadi dosen, pencarian guru pengganti kelas2 les musik saya waktu mau sekolah ke Jerman, dll dll.

Kali ini cerita tentang suami saya. Tujuan saya bercerita di sini, sebetulnya hanya membuat reminder, betapa sesungguhnya banyak jalan yang telah dimudahkan.
Waktu kami berdua bertemu, suami saya sudah jadi dosen honorer di ugm (hehe sengaja ditulis pake huruf kecil biar tdk menyolok :P) dan saya sudah jadi dosen tetap yg pns di its (perlu disamarkan ga? :P). sejak memutuskan akan menikah kami berdua sudah mulai memecahkan permasalahan beda kota ini.
hampir setahun berlalu (dengan mencari bbrp solusi permasalahan), tibalah masa yg sdh saya antisipasi sebelumnya: masa2 pendaftaran CPNS. dari pengalaman, pendaftaraan CPNS biasanya barengan, jaman saya, mulai dari its, unair, unesa, dep kelautan, dll semua bareng 1 hari tesnya. dan tibalah pada kebingungan (yg juga sdh sy antisipasi): suami mau daftar ugm atau its???


saya berdoa saja, tdk memaksa atau menuntu apa2, krn membayangkan diri di posisi suami, pasti berat rasanya kalau mau pindah ke tempat lain, sementara di tempat yg lama sudah nyaman, kenal baik dg orang2nya, dll dll. Kebetulan ("KEBETULAN"?) di ugm ada peraturan, suami istri tdk boleh kerja di 1 departemen yg sama. akan jadi lebih rumit kalo sy yg pindah ke ugm. Bismillah, akhirnya kami memutuskan: daftar CPNS ke its.

Btw, gimana ceritanya kok dia blm jadi dosen tetap di ugm padahal kan sdh lama masuknya (th 2005?)? ternyata, dulu waktu ada bukaan CPNS di ugm, ijazah S2nya dari UNSW blm sempat diurus penyetaraan dikti nya.. jd g bisa daftar. hal yg mungkin disesali di masa lalu, tampak hikmahnya sekarang :-).

Jalan lain mulai terbuka. Walaupun sempat deg2an kalau tidak lolos tes cpns, kebutuhan dosen jurusan TE di its tnyt memihak padanya. 2 thn berturut2 (atau lebih?) bid studi elektronika jte merelakan jatah dosen barunya diambil dulu oleh bid studi lain, krn tdk ada yg memenuhi syarat/daftar. kebetulan ("kebetulan") lagi, suami saya backgroundnya elektronika. sehingga saat rapat dewan pertimbangan jurusan digelar, dengan hasil: dosen baru diprioritaskan yg bid studinya elektronika, kami berharap kans untuk lolos lebih besar :D. dan alhamdulillah akhirnya keterima :D.

Awal2 pindah, pasti byk ketidaknyamanan. Suami saya masih sering pulang ke Jogja, masih kangen suasana ugm, dll. Saya juga rajin berdoa semoga segera betah di Surabaya. Alhamdulillah selain mata kuliah, kebetulan (lagi2 "kebetulan" :p) ada kegiatan yg membuat suami mulai akrab dg its, kampus sukolilo, keputih, minimarket sakinah, dll :p. Yaitu: membimbing tim robot. bahkan, suami saya jadi "lebih its" dibanding saya kalau sudah mulai berhubungan dengan gedung pusat robotika its. di hari2 menjelang lomba, dia bahkan beberapa kali begadang bahkan nginap di situ. "Vit, ayo kapan kamu ke gedung robot, nanti ta tunjukkan.." membuat saya terharu, dia jadi seperti orang its dan saya yg jadi seperti orang baru.

Kontes robot nasional di pertengahan 2011 juga menjadi pengiring yang manis, karena "kebetulan", finalnya digelar di ugm. syukurlah tim bimbingan suami lolos ke final. saya waktu itu hamil (brp bulan ya? :D wew tnyt KRInya itu pertengahan juni.. jadi saya hamil 9 bulan :p anak saya lahir akhir juni :p).
oke lanjut :p. saya waktu itu hamil 9 bulan. Dia tanya, boleh tidak ikut ke ugm utk KRI? Walopun agak males ditinggal sendirian, saya dukung penuh. Karena dia akan "pulang kampung ke ugm", tapi "bersama tim its". Itu skenario yg indah. Berangkat Kamis pagi naik sancaka, lalu terus bersama2 tim its, pasti semakin intens rasa kebersamaan dalam tim dosen dan mahasiswa, soalnya senasib sepenanggungan, heheh :p. Lagian peta persaingan KRI juga panas: byk yg memprediksi dominasi pens di kri akan runtuh, dan its & ugm adalah 2 tim yg digadang2 akan meruntuhkan dominasi itu (sori blm nemu linknya berita ini.. hehe bukan hoax loya :p). well, dari ceritanya sih, sepertinya seru selama di jogjanya. mulai dari ngemper di stasiun, makan2, ngetes robot di hotel, dll dll. Final juga berlangsung sangat panas dan seru (ini salah 1 linknya, meskipun tidak dijamin merasakan keseruannya :D hmm mungkin yg lbh panas di forum2, bukan link berita). Kabarnya, ada bbrp keputusan dewan juri yg kontroversial (ada pihak2 yg menganggap keputusan juri "menguntungkan" pens). Sekali lagi saya terharu waktu suami saya blg "waktu ugm kalah aku sedih, tapi waktu its yg kalah kok lebih sedih ya.."..

Alhamdulillah lagi, di cerita kontes robot tadi, suami saya sempat2nya pulang lagi ke sby jumat malam untuk ikut pembekalan dikti di sabtu pagi, lalu sabtu magribnya balik lagi ke jogja utk lanjut KRI. Betul sekali, setelah 2x gagal dpt beasiswa ADS utk studi s3, akhirnya daftar beasiswa dikti yg gelombang 6 perpanjangan... ini juga jalan yang tiba2 muncul dari Tuhan, tau darimana? jadi waktu itu bukaan dikti yg gel 6 terlewatkan gara2 kita sibuk ngurusi dftr CPNS.. ya sudah nunggu bukaan selanjutnya.. tiba2 GA SENGAJA ("ga sengaja"?? :p) baca status facebook tmnnya dia yg nulis "mau daftar beasiswa dikti gel. 6 PERPANJANGAN". whats? ada perpanjangan? langsung cepat2 kita urus, dan alhamdulillah, keterima :D. kalau kmrn2 ads gagal terus, mudah2an sekarang ini memang waktu yg tepat utk S3 :p.

*hoahemm,, ini dilanjut lagi setelah 2 hari.. lupa mau nulis lanjutannya apa ya?

Ya sudah, intinya, begitu banyak kemudahan dan jalan serta waktu yang tepat dlm hidup kita. Kalau kata bapak saya, itu karma dari perbuatan kita selama ini.

Selamat ulang tahun ya bapake Hanif, semoga saat ulang tahun istrimu atau bahkan anakmu, kita sudah berkumpul lagi, dan semoga kemudahan dan kelancaran lain selalu menyertai kita :D

25 Maret 2012

No comments:

Post a Comment