Tuesday, 25 March 2008

review: Mestakung



review: Mestakung
Yohanes Surya



…inspiratif!
Itu kesan pertamaku setelah menghabiskan buku ini (halah,, kayak makanan aja). Meskipun pada awalnya judulnya kedengaran ajaib (apa? KANGKUNG? :p) tapi lama-lama juga terbiasa kok dengan istilah ini.



Mestakung, atau semesta mendukung, adalah istilah yang diciptakan pak Yohanes Surya, sang penulis buku ini. Bapak yang doktor fisika ini memberi salah satu contoh, misalkan pasir yang dituangkan sedikit demi sedikit ke atas lantai. Pasir akan membentuk suatu bukit pasir yang semakin besar dan tinggi. Tambah tinggi terus? Ya nggak to :p, eheheh.. Pasti ada suatu ketinggian kritis, dan kalau kita tambah terus pasirnya, pasir-pasir ini mengatur dirinya sendiri (ada yang terus ke bawah, ada yang diam, dll).
Pada kondisi kritis, proses pengaturan diri terjadi pada semua individu-individu di sekitarnya, sehingga terjadilah situasi yang akan mengubah situasi kritis ini. Nah ini yang dalam fisika dikenal sebagai critical phenomenon, yang lalu dinamakan kangkung, eh, mestakung oleh pak Yohanes Surya.


Perjalanan Yohanes Surya merintis keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade Fisika Internasional, dijadikan contoh nyata seperti apa mestakung itu. Dia menempatkan dirinya (dan timnya) dalam kondisi kritis (:nekat mengajukan diri sebagai peserta, padahal waktu itu Indonesia belum tentu bisa ikut, karena untuk ikut syaratnya harus minimal 2 x menjadi negara observer; atau diundang secara khusus oleh panitia.). Dia menciptakan kondisi kritisnya sendiri (”Indonesia pasti bisa ikut sebagai peserta!”) dan menghubungi pihak UI untuk menyeleksi anak2 SMU.. Setelah terpilih, anak2 ini diberangkatkan ke AS (tempat Yohanes studi doktoral) untuk digembleng habis2an.... padahal Indonesia belum tentu bisa ikut. Tapi menurut Yohanes, Semesta mengatur dirinya sendiri... sehingga secara megejutkan Indonesia diundang secara khusus oleh panitia (melalui lobi keras Yohanes dkk juga.. karena waktu itu panitianya adalah jur Fisika tempat Yohanes belajar). Kalo g salah, di keikutsertaan yang pertama ini Indonesia berhasil meraih perunggu..


Puncak dari perjuangan tim Yohanes dkk bertahun2, adalah ketika Yohanes menciptakan kondisi kritis (”Indonesia pasti juara dunia olimpiade Fisika!!”)... yang akhirnya terwujud tahun 2006...


INTINYA, kata pak Yohanes, kita pasti bisa! Bisa melakukan apa saja. Ciptakan kondisi kritis kita sendiri (yang notabene, cita-cita atau impian kita), lalu semesta akan mengatur diri untuk mendukung kita (yang tentu saja mengatur diri kita sendiri... untuk melakukan hal-hal yang mendukung cita-cita kita tadi).


Yang menarik, seperti halnya buku best seller The Secret, Yohanes juga menggunakan istilah ”Semesta”. Beberapa prinsip dalam buku The Secret, juga ada d sini, seperti visualisasi dan afirmasi.


JADI, (sekali lagi) seperti kata pak Yohanes, kita pasti bisa!!! Inspiratif.
Inilah buku yang membuat kita lebih berani untuk tidak membatasi mimpi dan cita-cita kita... :)
(Anyway setelah baca buku ini, aku jadi tambah nekat.. ho..ho..ho.. (lhah, ini efek negatif apa positif sih :p).)


...akhirnya selesai juga review yang kedua ini.. padahal maunya nulis yg lucu2 ttg liburan bareng dosen2 di Lombok :p :p



2 comments:

  1. wah jadi pengen kangkung (lho gak nyambung)..tp kyanya abis baca buku ini bs tambah semangat (kali)..
    ayo donk mbakyuuuu gue kangen banyolan lo lagi plus emoticon2 yg aduhai lucu itu,tak tungguuuuuuuuuuu..

    ReplyDelete
  2. *emang bener, kalo g semangat trs baca buku ini bisa jadi semangat lagi
    *iya ini maunya masukin tulisan yg lucu2 lagi.. banyak ide tp blm kesampaian.. malah kok mau masukin foto yg narsis lagi :D :D wehehe

    ReplyDelete