Friday, 24 May 2019

Video Conference

Dari sekian banyak hal yang ingin ditulis, kenapa malah tulis yang ini? Wkwk. Trus ini nyolong-nyolong waktu sambil sahur, gara-gara bapak dan anak masih pules tidur. Trus juga padahal ada event ultah si Iki minggu lalu. 

Ya iseng aja ingin cerita pengalaman video conference (yang mana untuk orang-orang lain ini mungkin hal biasa banget wkwkwk). Sementara Ipan dulu waktu cari supervisor untuk studi S3 sempat beberapa kali wawancara Skype, aku hampir tidak pernah Skype-an untuk urusan kerjaan atau dalam bahasa selain Bahasa Indonesia :p -_-. Hawong telpon kalau dalam bahasa asing aja (maksudnya ya Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman, dulu, karena hanya dua bahasa asing itulah yang saya bisa berbicara ;) ) sebisa mungkin aku hindari. Apalagi dulu awal-awal tinggal di Ostrali, agak susah menangkap bahasa Inggris aksen Oz yang rodok piye itu. Etapi dulu alhamdulillah bisa juga ya terlewati masa-masa awal tinggal di Jerman di mana harus urus ini itu dan juga masalah-masalah lain via telpon.

Tuesday, 30 April 2019

Late post: tuan rumah arisan

Mau cerita tentang akhirnya keluarga kami sudah pernah jadi tuan rumah arisan keluarga S (keluarga besar suami). Sudah agak lama mikir-mikir, soalnya mumpung ada ART. Kami berniat menebus "kesalahan" dulu saat acara akekahnya si Iki (ala "Iki" :D). Jadi dulu ceritanya kayak ada miskomunikasi gitu; kami tidak berniat ngadakan acara akekah tapi mbuh piye ceritane pokoke kami merasa "disuruh" mengadakan acara akekah. You bayangin lah, itu bayi mungkin baru 7 hari, ga ada ART nginep, masih males ngapa-ngapain dan Ipan waktu itu full di kampus urusin penerimaan mahasiswa baru. Akhirnya acara berjalan sangat tidak maksimal dan konon keluarga kami jadi rasan-rasan karena terkesan ga niat adain acara but hey.... karena emang kami ga niat kan adain acara, jadi aku dan suami sama-sama cuek.

...tapi masih merasa bersalah yes wkwkwk. Rasa bersalahnya mungkin lebih ke arah ngapain ya waktu itu nurut terus maksain ngadain acara, mendingan nunggu berapa lama sampai memang siap kita rencanain acara gitu. Tapi ya udah. Nah sekarang saatnya kita tebus kesalahan itu. Beberapa kali sounding-sounding ke suami dan akhirnya sounding-sounding ke koordinator arisan. Menurut aku, saat ini (slot waktu arisan selanjutnya yang sekitar Januari or Februari) adalah waktu yang tepat. Apalagi slot waktu selanjutnya pasti udah masuk puasaan. Akhirnya pas dikonfirmasi lagi oleh koordinator, ini jadi yah beneran jadi tuan rumah? Kami pun mengiyakan :D.

Acara arisannya hari Minggu, dresscode pink untuk perempuan dan gelap untuk laki-laki. Aku masih inget, ketik undangan wa di dalam taksi sore-sore menuju rapat lab. Sabtunya siap-siap belanja ke Superindo (beli buah-buahan, jus Buavita, dll), Panen Raya (aneka camilan), dan Cafe Glass (cuma nyari dus kertas), waktu itu sambil nungguin Hanip yang lagi pramuka di Kebun Bibit Bratang. 

Ternyata karena kami mau jadi tuan rumah, ibu mertuaku jadi tergoda untuk ikutan dateng ke Surabaya. Akhirnya dadakan memutuskan dateng ke Surabaya naik kereta, dateng Sabtu malam. Habis magrib Irfan masih nyempetin ke TBMO cari bahan untuk dekor. Kebetulan saat itu aku mulai tertarik dengan gerakan minim sampah. Jadi pesan sponsor ke Irfan, dekornya yang berbasis kertas aja ya, jangan balon, wkwkwk. Akhirnya doi pulang bawa kertas-kertas bufalo. Idenya bikin kayak banner gitu. 


Tuesday, 9 April 2019

Cabut gigi: Hanif

Ternyata aku belum pernah menyimpan cerita Hanif cabut gigi ya? Alhamdulillah cabut gigi perdana sudah terlewati beberapa saat yang lalu. Sebelumnya sudah sempat lihat post mama Ai di IG tentang cabut gigi perdana Ai (yang langsung 2 bijik). Hanif diajakin lihat juga. Lalu tanya-tanya sana sini, it really did not seem to be a big deal! Ya iya lah, sepanjang yang aku bisa ingat, aku dulu ya dibawa aja ke puskesmas oleh ibuku. Disemprot clor ethyl yang dingin-dingin itu. Aku ingat biasanya disuruh merem dan baca Al Fatihah. Pulangnya biasanya dijanjiin beli es krim. Gitu doang.

Makanya terus ya udah nyoba yang deket n gampang aja lah ya, yaitu janjian ama salah seorang istri kolega di kantor. Dia buka praktek di rumah, yang jelas dekat dengan kantor kita dan sekolah Hanif lah ya. Janjian pulang skul kesana. Oiya btw jadi cerita awalnya, Hanif cerita kalau giginya goyang dan ternyata udah ada gigi permanen yang nongol di belakang gigi susunya. 

Trus gimana pengalaman cabut gigi perdananya? Healaaaaaah. Rewelnya itu lho yang lama. Ga mau buka mulut, takut sakit, nawar-nawar, dll. Cencu saja sudah dijanjikan reward (yang mana waktu itu rewardnya adalah hot wheels -__-). Tapi lamaaaaa banget. Pas akhirnya dicabut, nangis dan teriaknya itu kok ya lebay. Khas Hanif sih :p. Imajinasi terlalu tinggi kali.

Thursday, 14 March 2019

Ternyata Sensitif

Posting cepet-cepetan sambil nunggu upload dokumen ini.. Memang ada keinginan menulis di blog, gara-garanya tadi pagi aku anter Hanif sendirian karena bapaknya lagi pergi. Dan biasanya kalau cuma berdua di mobil malah ngobrol terus. 

Aku membahas motivasi karena seperti biasanya Hanif nggak mau berangkat sekolah -_-. Tentu saja dikaitkan dengan "motivation-o-meter" yang sempat ada di video youtube Forza Horizon yang dia tonton. Lalu aku kasih contoh bahwa aku juga kadang ngga punya motivasi untuk kerja. Terutama waktu PhD di Sydney. Lalu aku cerita bahwa motivasi itu bisa dibangkitkan. Misalnya, kalau aku, pas dulu di Sydney merasa malas kerja, aku akan ingat bahwa Hanif sedang dititipkan di childcare. Jadi aku harus kerja, mumpung Hanifnya ga ada. Kalau Hanif ada, kan ga bisa kerja. Hahaha penyampaianku kayak seolah kerja lebih penting daripada Hanif ya.

...yang terus Hanifnya jawab "Ibu kok nggak sayang."

Tuesday, 15 January 2019

Tas Mahal (aka Tas Branded, wkwkwk)

Hahahaha udah lama sebetulnya mau tulis-tulis soal tas mahal ini, wkwkwk. Jadi ceritanyah, sebagai seseorang yang ga terlalu ngarti gaya gegayaan, style dsb, aku hampir ga punya "tas wanita" atau handbag atau apalah tas kerja atau tas kuliah (jaman masih kuliah) yang model handbag, apalagi yang bermerk terkenal (entah itu asli or kw yes). Padahal ibuku orangnya "wanita tulen" (huh? hahaha), dan lumayan lah, suka beli tas2 branded yg asli kalo diskon. Sampe bisa komentar "kalo Guess tuh blablabla.... Hush Puppies blablabla...." (padahal ini juga branded yg level bawah gitu kali ya? wkwkwkk).

Semasa di Sydney, kan secara berkala sering ada branded items warehouse sale gitu kan ya, itupun aku tak pernah ikutan. Padahal sering tau juga tuh temen-temen pada ribut di grup wa lah, trus pernah juga ada yang dateng ke acara kumpul2 kelar borong barang2 di sale itu, kocak. Jadi dateng ke acara sambil bawa kresek gede2 isi parfum, kosmetik, dll. Ga pernah ikutan. Soalnya biasanya acara warehouse sale itu lokasinya bukan di CBD atau agak jauh2 gitu, jadi males. 

Lalu beberapa bulan menjelang pulang. Kok pas ada yang ngeshare gambar macem gini (waktu itu ga gini sih gambarnya, tapi ini versi lainnya).


Saturday, 29 December 2018

Hanif membaca

Libur semester kali ini (yg sebetulnya pendek! sigh), aku menargetkan diri untuk mengenalkan Hanif ke bacaan2 yg agak panjang. Gara2 sdh tau gimana kebiasaan  baca anak2 Ostrali (dan bbrp kali ketemu anak2 kelas 4 / 5  baca novel Harry Potter yg tebel2 itu), aku jadi kuatir dg kebiasaan  bacanya yg menurun sejak kembali ke sini. 

Pas mulai libur kemarin, aku ke rumah ortuku ambil buku2 yg kuharapkan bisa menarik Hanif. Pengambilan pertama, aku ambil komik Doraemon yg berisi  cerita pendek2 itu loh, Sama 1 buku kumpulan  cerita Enid Blyton yg pendek2 juga. Sama beberapa komik pendek2 bonus2 beli susu Dancow jaman dulu (yg ternyata aku sendiri juga males  baca, hahaha... Ini kalo di Konmari method termasuk yg tidak “sparks joy” ini, wkwkwk.... Saatnya donasi... hihi..).

Alhamdulillah dia  cukup tertarik  baca Doraemon dan Enid Blythonnya. Yg Enid Blyton dia betah dibacain terus, padahal akunya yg mulai bosen n minta break. Yg Doraemon bbrp kali dia tampak  baca sendiri.

Thursday, 29 November 2018

Kisah si Anak Asma, Pantangan, Heboh Pagi Hari

[ya ampuuuuun... ni skr 29 Nov 2018, udah diniati mau tulis2 di blog, lha kok nemu draft buanyakkkk, belum selesai, belum dipublish. Ya sudah mari dikelarkan satu per satu. Berikut ini entah dari tanggal berapa. Tampaknya dari awal Oktober 2018.]

Hhhh. What a morning. Or what a week. Kadang aku heran dan penasaran, kenapa sepertinya waktuku itu tak cukup untuk mengerjakan semua kewajibanku. Padahal sudah ada rewang. Lalu nyemayani dalam hati lagi, ya ini konsekuensinya bekerja, dengan ada kewajiban membesarkan anak-anak dan keluarga bersama suami. Tapi temen-temen lagi tampak oke-oke aja? Atau sebetulnya ada juga hal-hal lain yang tak tampak?

Setelah lebih dari dua minggu kulit kakiku yang awalnya hanya gatal-gatal itu lalu bertambah parah, jadi tumbuh kulit tebal berwarna gelap di tempat yang gatal itu; itu gara-gara bahkan untuk memeriksakan kakiku ke ibuku yang dokter itu sering lupa atau tak sempat. Karena interaksi dengan ibuku sangat singkat, di pagi hari saat menitipkan si bayik, yang harus cepat-cepat, karena waktunya singkat, yang besar jangan sampai terlambat. Di sore hari, saat aku menjemputnya, juga tak ingin lama-lama, karena ibuku pasti sudah lelah menjaga si bayi seharian.

Friday, 28 September 2018

Fikri 16 bulan

Ini sambil running Simulink ni ceritanya... kudu disambi karena bikin laptop jadi rada lemot :S

Saat yang tepat untuk ngeblog tapi belum kepikir mau tulis apa. Padahal kalau pas lagi ga ada waktu luang untuk blogging itu ide muncul-muncul terus. Ya sudah mari ngelist milestones Fikri ala bullet points aja.

  • Sudah agak lama bisa bilang "Ne...ne...". Hahaha jadi ingat jaman Hanif dulu, masih belum mengeluarkan kata-kata yang bisa dipahami. Kecuali "nenen" xD. Kalau kata Bapaknya, karena berhubungan dengan survival kali ya xD. Beberapa kali juga Fikri bisa bilang "Nenen" lengkap. 
  • Baru beberapa hari yang lalu mulai bilang "mimi... mimi...." entah maksudnya mimik atau Ultra Mimi. Tapi saya mengajarkannya sebagai Ultra Mimi. Juga bilang "pipi.. pipi..." atau "pipis" atau "pis", dan sepertinya dia paham, karena tadi pagi dia bilang "pis...." lalu ngompol. Atau kalau dibawa ke kamar mandi, dia bilang "pis..."
  • Oya, jadi ingat. Dia juga sempat bisa melihat ke arah penisnya, lalu menunjuk kamar mandi, dan setelah dibawa kesana dia pipis atau pup. :D
  • Senang ditunjukkan gambar-gambar dan diperkenalkan namanya. Lalu dia akan menunjuk gambar-gambar sambil "ngomong": Uuuh! Uuuh!, minta disebutkan nama gambarnya. Kalau kita nggak ngereken, dia akan teriak Uuuuh! Uuuuh! lebih keras. Board book Hanif sudah mulai diedarkan, hehe. Salah satu yang cocok ya Curious George - My Favourite Things, buku yang memang untuk bayi dan balita. 


gambar dari amazon.com, ini linknya lagi: Curious George - My Favourite Things

  • Baru bisa jalan di usia 14 bulan. Kalau Hanif dulu di usia 13 bulan (??? lupa)
Oke lanjut lagi kapan-kapan yes wkwkwk..

Wednesday, 29 August 2018

Catatan dari Hari Kemarin

Bismillah. Ini bukan bermaksud ngepaskan tulis blog pas hari ultah ya, haha. Ya kebetulan saja saya memang sudah beberapa kali ada niatan menulis tapi belum kelakon-kelakon. Dan kebetulan kemarin hari saya agak berbeda dari rutinitas biasanya yang hanya ngantor saja; kemarin dimintai tolong mengantar tamu kantor dan ya karena berbeda dari rutinitas biasanya itulah saya merasa perlu didokumentasikan. Btw ini kok jadi resmi banget ya bahasanya wkwkwk.

Jadi sehari sebelum kemarin itu saya ditelpon bos dimintai tolong menemani tamu untuk kunjungan ke sebuah pabrik peralatan listrik (ha ha ha ini ceritanya mau agak-agak disamarkan gituh... jadi dibuat umum-umum bahasanya. - tapi jadi wagu xD). Jelaslah langsung saya iyakan. Saya juga belum pernah berkunjung ke pabrik tersebut, lalu juga dibilangi kalau tamunya ini akan pulang siangnya, jadi pasti nggak akan sampai sore kan. Langsung saya iyakan walaupun pagi jam 8 saya ada kelas. Ini sebetulnya masih kuliah minggu pertama, kalau kata orang-orang biasanya "kuliah minggu pertama, nyantai aja.". Tapi yang kemarin itu langsung saya geber pake the so called tugas pengganti kuliah xD. Saya minta tolong rekan via wa sambil dikasih hastag #jangankasihkendor xD. Huahaha.. biasanya kendornya pas tengah-tengah. 

Friday, 3 August 2018

Dulu dan Sekarang

Hari ini grup whatsapp dosen diramaikan kiriman foto-foto rekan-rekan sesama dosen yang sedang mengikuti workshop di Taiwan. Ternyata hanya dengan melihat foto-foto kiriman itu saya jadi ngiler juga ya, pengen ikutan. Tawaran mengikuti workshop yang dibiayai pihak "sana" itu sudah muncul lama, tapi langsung dianggap out of question, ya karena alasan keluarga -_-. Yah, jaman anak masih satu aja saya belum pernah tinggalin dia dan bapaknya berdua saja keluar negeri, apalagi ini nambah si anak bayi >_<

Dulu jaman pergi-pergi terus (baca: jaman kebetulan S3 di Sydney), kalau si bapak Irfan yang pergi keluar negeri, ibu dan anak ga ikut, hehe. Kebetulan karena Irfan start S3 duluan, dia konferens duluan. Dan tentu saja kok ya kayak ga ada gunanya anak istrinya ikut, hehe. Lha tapi gimana kalau dibalik? Saya yang konferens? Waktu itu ditodong pertanyaan ini: "Kamu sama Hanif ikut atau di Sydney aja?" "Ikutttttttt!"

XD

Ikut berangkat bersama seseorang yang berangkat tugas itu berarti harus siap beraktivitas sendiri. Dan, karena memang dari skor saya dan Irfan konferens yang diikuti keluarga adalah 3 - 1 dari total 2 x 3 konferens (alias 3 kali saya konferens, anak dan bapaknya pada ikut; sedangkan saya dan Hanif cuma pernah ngintil Irfan sekali), maka Irfan yang lebih sering putar otak untuk beraktivitas sendiri. Baeqlah ini rekapnya:

Hobart, Australia, 2013: Irfan muter-muter Utas sama Hanif sambil nungguin saya workshop (alias setor muka :D). Lalu besoknya muter-muter entah kemana di Hobart. Lalu besoknya muter-muter lagi berdua aja dengan Hanif entah kemana lagi :D.

"Elizabeth St Mall di saat hujan" --> hujan-hujan pun dijabanin jalan-jalan berdua