Thursday, 10 October 2019

Hanif minggu ini

Bisakah post ini selesai paling lama dalam 25 menit? Mari kita lihat. Hehe, sekarang jam 4.35 soalnya. Sedikit highlights tentang Hanif terutama di minggu ini.

*Akhirnya dibelikan komik Pengen Jadi Baik (PJB). Dibelikan yang nomor 3. Vita - Irfan approved untuk yang seri ini, wkwkwk. Dibelikan ini gara-garanya kami menengarai ada pengaruh buruk dari baca komik Doraemon itu. Baru nyadar sekarang ya mbak? Hahaha ampun... Begitu komik PJB nyampai, langsung dibaca tidak berhenti. Aku rasa belum bisa 100 % paham sih, tapi setidaknya bagus lah itu kan tokoh utamanya ya baik gitu :p. Beberapa kata yang ditanyakan antara lain teluh (yang waktu itu aku juga ga tau itu apa, lalu setelah aku baca ceritanya kayaknya itu santet deh), lalu siomay, entar, emak, hmmmm apa lagi ya..., rongsokan (yang setiap kali dia ingat kata-kata "Bang Dicky Raja Rongsokan" dia selalu terkekeh-kekeh). Pola bacanya alhamdulillah kayak kalo baca Doraemon, jadi sudah selesai, lalu dia baca-baca lagi. Yang komik serial tokoh dunia yang dia tamat dan baca-baca lagi cuma Hellen Keller. Padahal setelah sukses baca Hellen Keller itu lalu aku ajak dia pilih tokoh lain dan uda beli tiga (Wright Bersaudara, Thomas A Edison, sama Isaac Newton?). Tapi ketiganya ini sekarang mangkrak, dia tidak tertarik lagi. Memang kan pengarangnya beda-beda, jadi gaya gambar dan penceritaannya beda dengan yang Hellen Keller.

----note: e ternyata post yg di atas itu ga sampe 25 menit ngetiknya udah kepotong Fikri dan Hanif terbangun lho, wkwkwk... Jadi lanjut hari berikutnya ini---

Saturday, 17 August 2019

Ke dokter tumbuh kembang: nasihat yang perlu diingat

Tujuan post ini dtulis adalah untuk mendokumentasikan pesan-pesan yang kemarin kami dapatkan dari kunjungan ke dokter tumbuh kembang. Sebetulnya ya pingin mendokumentasikan cerita-cerita latar belakangnya, tapi ya sudah lah another story from another time [Maz Kanata, 2015]. Akan aku tuliskan poin-poin ini secara acak saja ya, seingatku saja.

*Kapan perlu khawatir saat anak berulangkali menunjukkan gejala tidak mau sekolah?
Sejak naik ke kelas 3 ini, durasi sekolah Hanif menjadi lama, seperti durasi orang bekerja. Dia hampir setiap hari mengeluh bosan dan capek. Sejak malam sudah bilang besok tidak mau sekolah. Aku yang bingung: ini dibiarkan saja atau perlu tindakan lebih lanjut? 

Jawaban dokter: Jadikan ini sebagai warning saja. Kapan perlu ada tindakan? Tunggu sampai keluar nilai rapotnya. Jika prestasinya konsisten (baik) dan tidak ada penurunan, tidak perlu khawatir. Tentu saja sebaliknya jika nilai rapot melorot semua, perlu ada tindakan.

Tambahan analisis: (((analisis))) . Sebetulnya kami sudah bisa mengidentifikasi penyebab Hanif tidak suka sekolah. Tentu saja ini tertolong Hanif yang lumayan komunikatif. Penyebabnya: ada tambahan kegiatan di mushola, yang peraturannya cukup ketat (misal harus duduk diam, tidak boleh bicara, dll), yang menurut kami, bagi Hanif yang tersangka ADHD ini pasti sangat menyiksa.

Beberapa kali saat dijemput dia bilang "Hari ini menyenangkan..." yang saat ditanya alasannya, jawabnya "Karena nggak ada kakak kelas yang jaga di mushola, jadi bisa main-main."  Oalah dasar dunia anak-anak.. Yang lucu, saat kemarin ngobrol-ngobrol dengan mbak L rekan satu ruanganku, dia cerita hal yang sama persis, yaitu anaknya mogok sekolah karena dihukum oleh "Askar" (yang ternyata itu juga kakak kelas yang menjaga ketertiban di mushola, hihihi... Sampai dinamai Askar segala. Kalau Hanif bilangnya polisi). Sejak dulu, kita perlu mengubah pola lama kakak kelas penegak disiplin ini. Berkaitan dengan ini, kapan-kapan aku post di sini tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan yaaaa.


*Bagaimana menegakkan disiplin dengan efektif?

Wednesday, 24 July 2019

Campur-campur hari ini

Di penghujung hari ini saya bersyukur, dan biasanya tulisan tentang syukur saya tulis di blog lain saya yang memang khusus untuk syukur-syukuran :)

Btw, tulisan ini saya tulis sambil mengopy (scan-print) buku tematik tema 1 nya Al-Azhar.
Btw, lagi, emang kenapa kok harus sampai gitu?
Btw, kenapa Al-Azharnya dibuat blak-blakan tidak disamarkan?
Entahlah, mungkin supaya ada yang baca satu fakta kecil tentang sekolah di bawah yayasan besar itu.

Syukurlah, sore - petang - malam ini Hanif cukup kooperatif. Diawali dengan kurang mulus karena dia seperti biasanya marah-marah kalau waktu ngegamenya sudah habis (padahal ya seperti biasanya, sudah ditambahi). Lanjut dia diajak makan ikan goreng tepung dan nasi, sambil nonton Doraemon. Lanjut diajak sholat Magrib berjamaah dengan bapaknya. Masih sedikit marah-marah dan nggak konsen. Lalu, yang biasanya setelah Magrib dia sudah saya ajak masuk kamar tidur, kali ini saya biarkan. Tentu saja ini ada hubungannya dengan hari ini, hari pertama dia pulang jam setengah empat sore, dengan durasi sekolah mulai jam tujuh pagi, hanya beda setengah jam dengan durasi orang kerja pada umumnya (!). 

Saya ajak dia ngobrol tentang aktivitasnya hari ini. Awalnya cerita biasa. Katanya jam 6.55 sudah masuk (yang sampai saat ini kok ya belum saya konfirmasi ke gurunya). Lalu halaqoh. Halaqoh itu ngapain? Menghafal surat, katanya. (Sekali lagi, mari resapi cerita ini sebagai bentuk komunikasi anak kecil). Lalu makan, lalu olahraga. Lalu dia cerita panjang lebar. Sepertinya senang, ada game-game hari ini. Ada beberapa game. Diceritakan satu per satu dengan lumayan detail. Sempat cerita kalau marah-marah karena kalah. Setelah itu cerita lagi tentang dia mainan tembak-tembakan yang ada di "tepak" (kotak pensil) temannya. Hehe, anak yang dulu hanya bisa berbahasa Inggris ini sudah bisa bilang "tepak" (selain sumuk, lha kok, dll). Setelah adzan Isya barulah saya ajak dia melakukan ritual yang biasanya, pipis, sholat, dan tidur. Tentu saja sebelum tidur lanjut lagi cerita Minecraft seperti biasanya. 

Thursday, 18 July 2019

Belanja di toko minim sampah

Alhamdulillah, kebetulan hari ini adalah ultah pernikahan keluarga Ipan :D. Sudah 9 tahun, heheh. Daaaan.... dirayakan dengan, berkunjung ke alang-alang zero waste store di Merr. Gak ding, sebenere aku emang sudah rencana mau ke situ, trus ngajak Tika. Ternyata dia keluar kota. Jadilah Ipan dipaksa, wkwk. Diiming-imingi makan di warung (burung) Hantu di ruko yang sama dan diembel-embeli syukuran ultah pernikahan, wkwk.



Foto yang sering muncul: di dalam toko Alang-alang Zero Waste

Ini kedua kalinya aku ke toko ini. Yang pertama, cuma kesitu doang sebentar, survei-survei aja. Yang dibawa dan dibeli:
*bawa e-waste berupa mouse rusak, charger rusak, apa lagi ya...
*nyoba beli eco enzyme dan baking soda (cuma bawa 2 wadah ini)
*beli sedotan stainless + sikatnya, kamper alami

Okay good, sudah ancang-ancang untuk kedatangan berikutnya mau bawa kotak-kotak tetrapak yang sudah dibersihkan isinya dan dikempesin. Juga botol-botol, kardus, dan karton. Lalu mau beli bumbu-bumbu dapur macem lada dan garam. Sudah siap-siap bawa wadah-wadahnya. 

Lalu off we go!
Lalu bete karena jalan kesono macet-macet di sekitar lampu lalu lintas dan banyak yang serobot, ga antre. 
Lalu nyampe sana kaget karena tokonya tutup padahal udah jam setengah 12 lebih (jam buka toko jam 11). Lalu tambah bete.
Lalu masuk warung (burung) Hantu dulu.
Bete lumayan ilang karena bisik-bisik sambil cengengas-cengenges ngerasani warungnya yang jualan *** (sensor, wkwk).
Habis pesan makanan cek lagi ke toko sebelah.
Hore! Tokonya buka!
Ternyata yang jaga ban sepedanya gembos. 
Okesip.

Friday, 12 July 2019

So, who wins her (or his) heart?

 Okay let's just start this post without mentioning other things that I actually want to write (recent trip to Jogja, Fikri's successful weaning, how Hanif's doing nowadays, etc.... wait did I just mention them?  nevermind ).

About two weeks ago I stumbled upon someone's Facebook status mentioning her just watching Leap Year, a romcom set in Ireland. Few days later I watched it and I hella like it. Critics were harsh and I agreed to some points but I just consider this movie like junk food; people know it is bad but they still like it . The main character is Anna (Amy Adams) who's been in a 4-year relationship and went to Ireland to propose his boyfriend while he's having a convention in Dublin. Somehow her plan and flight didn't go well so she had to have someone taking her to Dublin: Declan (Matthew Goode). Aaaaand.... since Declan happened to be thaaaaat charming , of course the filmmaker wants Anna to question her feeling towards her long time boyfriend .



So uhm, do you start to feel I write this post just so that I can put these gems here?  
I watch this in a daily basis now.


Sunday, 2 June 2019

Musik Hanif

Sebagai orang yang dulu layak diberi gelar musisi , termasuk mengumpulkan sebagian besar uang yang telah berjasa untuk banyak keperluan (apalagi setelah nikah dan punya anak ), agak aneh jika faktanya adalah aku nggak ngeleskan anakku musik. Tentu saja pertanyaan macem "loh kok ga diajari sendiri aja anaknya?" ga dihitung ya. Alias ga semua anak guru bisa diajari ortunya sendiri. Banyak lah contohnya, jaman aku masih ngajar di sekolah musik, itu anak-anak guru ya biasanya dileskan ke guru lain. 

Sebetulnya Hanif berusia 4 tahunan, saat di Sydney, aku sudah siap ngeleskan dia. Sudah ikut trial segala (https://socalledvita.blogspot.com/2014/06/pencarian-les-untuk-hanif-review-trial.html.) Tapi ternyata les-lesan di sana agak beda dengan di sini. Di antaranya, jam les yang jarang banget sore-sore. Ya tau sendirilah itu Ostrali di mana mol mol tutup jam 6 petang di hari Sabtu dan tutup jam 4 sore di hari Minggu. (Konteks: jam kerja ). Lalu waktu itu jadwalnya ga cocok, pas ada bukaan kursus, Hanifnya pas ga bisa hari itu. Saking masih semangatnya, aku sampai ngadakan kursus musik sendiri lho wkwkwk. 

Lalu pulang balik ke Indo pas naik kelas 1. Balik TK 6 bulan karena tahun ajaran Indo selisih 6 bulan dengan Ostrali, lalu langsung masuk SD. Yang mana ini full day school. Terus kasian liat anaknya capek. Udah capek pulang sekolah masak masih mau dilesin lagi? Ya sudah bablas. Aku ya juga males sik lihat jalanan Surabaya sekarang. Sempet cari-cari les musik dan yang Yamaha ternyata jaraknya lumayan (maksudnya kudu keluarin mobil dan berkendara minimal 15 menitan). Aku sampai dimarahin ibuku lho gara-gara ini hahaha... "Dasar males" katanya . Ya ibu... lalu lintas sekarang udah beda jauh dibanding jaman ibu dulu anterin aku les musik ke Melodia Jemursari ...

Monday, 27 May 2019

Hidup Minim Sampah: bag 1

Hari ini Senin 27 Mei 2019 jam 7:38 dan..... dua anak masih bobok semua . Lha ini emoticonnya kudu diatur lagi ya letaknya? Males aku je... Ya sudah mari lanjut.

Sudah berapa lama ya aku mulai peduli dan beraksi dengan hidup minim sampah ini? Kalau secara umum ya sudah sejak dulu, hahaha... Kalau yang mulai agak niat melakukan aksi-aksi tambahan, mungkin sejak awal tahun ini ya. Kebetulan ada teman-temanku yang cukup sering mempublikasikan aksi minim sampah mereka dan orang-orang lain di medsos. Jadilah aku terpengaruh untuk hal baik ini. 


Ini contohnya.... Semoga foto ini juga bisa menggugah anda-anda sekalian...


Memakai menstrual pad
Seingatku mulai bulan Februari kemarin ini aku juga mulai menelateni memakai mens pad. Sebetulnya aku punya satu mens pad sejak jaman Hanif bayi dulu. Jaman dulu masih ada platform Multiply itu lho, lama banget ya?  Jadi temenku dulu bikin giveaway gitu dan aku dapat salah satu hadiahnya, mens pad merk Zigie Zag. Bertahun-tahun nggak pernah aku pake itu menspad. Ya males aja. Males ribet bersihinnya dll. Nah sekarang temen-temen pendukung hidup minim sampah ini banyak yang share pengalaman memakai mens cup. Aku merasa belum mau coba, jadilah aku niatkan mencoba mens pad aja. Googling-googling bentar, ternyata udah bukan jamannya ya, hahaha... Banyakan yang share tentang mens cup. Ada beberapa yang share pengalaman memakai mens pad. Berdasarkan yang beberapa ini akhirnya aku beli lagi online . Beli mens pad ukuran night dan regular untuk merk GG, Cluebebe, dan Baby Oz. Zigie Zag udah ga ada ya? Hahahaha... 

Friday, 24 May 2019

Video Conference

Dari sekian banyak hal yang ingin ditulis, kenapa malah tulis yang ini? Wkwk. Trus ini nyolong-nyolong waktu sambil sahur, gara-gara bapak dan anak masih pules tidur. Trus juga padahal ada event ultah si Iki minggu lalu. 

Ya iseng aja ingin cerita pengalaman video conference (yang mana untuk orang-orang lain ini mungkin hal biasa banget wkwkwk). Sementara Ipan dulu waktu cari supervisor untuk studi S3 sempat beberapa kali wawancara Skype, aku hampir tidak pernah Skype-an untuk urusan kerjaan atau dalam bahasa selain Bahasa Indonesia :p -_-. Hawong telpon kalau dalam bahasa asing aja (maksudnya ya Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman, dulu, karena hanya dua bahasa asing itulah yang saya bisa berbicara ;) ) sebisa mungkin aku hindari. Apalagi dulu awal-awal tinggal di Ostrali, agak susah menangkap bahasa Inggris aksen Oz yang rodok piye itu. Etapi dulu alhamdulillah bisa juga ya terlewati masa-masa awal tinggal di Jerman di mana harus urus ini itu dan juga masalah-masalah lain via telpon.

Tuesday, 30 April 2019

Late post: tuan rumah arisan

Mau cerita tentang akhirnya keluarga kami sudah pernah jadi tuan rumah arisan keluarga S (keluarga besar suami). Sudah agak lama mikir-mikir, soalnya mumpung ada ART. Kami berniat menebus "kesalahan" dulu saat acara akekahnya si Iki (ala "Iki" :D). Jadi dulu ceritanya kayak ada miskomunikasi gitu; kami tidak berniat ngadakan acara akekah tapi mbuh piye ceritane pokoke kami merasa "disuruh" mengadakan acara akekah. You bayangin lah, itu bayi mungkin baru 7 hari, ga ada ART nginep, masih males ngapa-ngapain dan Ipan waktu itu full di kampus urusin penerimaan mahasiswa baru. Akhirnya acara berjalan sangat tidak maksimal dan konon keluarga kami jadi rasan-rasan karena terkesan ga niat adain acara but hey.... karena emang kami ga niat kan adain acara, jadi aku dan suami sama-sama cuek.

...tapi masih merasa bersalah yes wkwkwk. Rasa bersalahnya mungkin lebih ke arah ngapain ya waktu itu nurut terus maksain ngadain acara, mendingan nunggu berapa lama sampai memang siap kita rencanain acara gitu. Tapi ya udah. Nah sekarang saatnya kita tebus kesalahan itu. Beberapa kali sounding-sounding ke suami dan akhirnya sounding-sounding ke koordinator arisan. Menurut aku, saat ini (slot waktu arisan selanjutnya yang sekitar Januari or Februari) adalah waktu yang tepat. Apalagi slot waktu selanjutnya pasti udah masuk puasaan. Akhirnya pas dikonfirmasi lagi oleh koordinator, ini jadi yah beneran jadi tuan rumah? Kami pun mengiyakan :D.

Acara arisannya hari Minggu, dresscode pink untuk perempuan dan gelap untuk laki-laki. Aku masih inget, ketik undangan wa di dalam taksi sore-sore menuju rapat lab. Sabtunya siap-siap belanja ke Superindo (beli buah-buahan, jus Buavita, dll), Panen Raya (aneka camilan), dan Cafe Glass (cuma nyari dus kertas), waktu itu sambil nungguin Hanip yang lagi pramuka di Kebun Bibit Bratang. 

Ternyata karena kami mau jadi tuan rumah, ibu mertuaku jadi tergoda untuk ikutan dateng ke Surabaya. Akhirnya dadakan memutuskan dateng ke Surabaya naik kereta, dateng Sabtu malam. Habis magrib Irfan masih nyempetin ke TBMO cari bahan untuk dekor. Kebetulan saat itu aku mulai tertarik dengan gerakan minim sampah. Jadi pesan sponsor ke Irfan, dekornya yang berbasis kertas aja ya, jangan balon, wkwkwk. Akhirnya doi pulang bawa kertas-kertas bufalo. Idenya bikin kayak banner gitu. 


Tuesday, 9 April 2019

Cabut gigi: Hanif

Ternyata aku belum pernah menyimpan cerita Hanif cabut gigi ya? Alhamdulillah cabut gigi perdana sudah terlewati beberapa saat yang lalu. Sebelumnya sudah sempat lihat post mama Ai di IG tentang cabut gigi perdana Ai (yang langsung 2 bijik). Hanif diajakin lihat juga. Lalu tanya-tanya sana sini, it really did not seem to be a big deal! Ya iya lah, sepanjang yang aku bisa ingat, aku dulu ya dibawa aja ke puskesmas oleh ibuku. Disemprot clor ethyl yang dingin-dingin itu. Aku ingat biasanya disuruh merem dan baca Al Fatihah. Pulangnya biasanya dijanjiin beli es krim. Gitu doang.

Makanya terus ya udah nyoba yang deket n gampang aja lah ya, yaitu janjian ama salah seorang istri kolega di kantor. Dia buka praktek di rumah, yang jelas dekat dengan kantor kita dan sekolah Hanif lah ya. Janjian pulang skul kesana. Oiya btw jadi cerita awalnya, Hanif cerita kalau giginya goyang dan ternyata udah ada gigi permanen yang nongol di belakang gigi susunya. 

Trus gimana pengalaman cabut gigi perdananya? Healaaaaaah. Rewelnya itu lho yang lama. Ga mau buka mulut, takut sakit, nawar-nawar, dll. Cencu saja sudah dijanjikan reward (yang mana waktu itu rewardnya adalah hot wheels -__-). Tapi lamaaaaa banget. Pas akhirnya dicabut, nangis dan teriaknya itu kok ya lebay. Khas Hanif sih :p. Imajinasi terlalu tinggi kali.