Monday, 16 December 2019

Screen Time Hanif

Ternyata post sebelumnya juga "mustinya masuk di gratitude blog" tapi lagi-lagi dirasa bakal panjang jadilah ada di sini hehe. 

Terakhir kali membahas screen time Hanif adalah saat ke dokter tumbuh kembang Agustus lalu. Waktu itu kami tanya, bagaimana sebaiknya, screen time masih diberi atau distop sama sekali? Saat itu Hanifnya masih main game (tapi aku lupa berapa lama per hari). Dokternya bilang, pasti ada pengaruh screen time terhadap perilakunya. Tapi karena sudah terlanjur, ya jangan stop total. Sesuai rekomendasi asosiasi pediatri (??? aku lupa dan males ngecek :p), maksimal screen time 2 jam per hari. Jadilah sejak saat itu ya begitu itu, sehari 2 jam. 

Dengan screen time selama itu, waktu luang Hanif selain ngegame ya jadi terasa sangat singkat. Akhirnya sebulanan ini aku coba rayu-rayu dia. Awalnya screen time dikurangi dikit-dikit. Aku lupa waktu itu dikurang jadi berapa... jadi 1 jam 45 menit kali ya?

Setelah seminggu, dirayo-rayu lagi untuk dikurangi. Kayaknya jadi 1 jam 30 menit. Oya, weekend tetep maksimal 2 jam ya.. Seminggu lewat, dirayu-rayu lagi. Aku sudah lupa xD kayaknya jadi 1 jam 15 menit. Trus mentok di 1 jam 10 menit. Aku sebetulnya request kalau weekdays 1 jam aja screen time nya. Dan alhamdulillah sekarang ini sudah di angka 1 jam kalo weekdays. Kadang kalo dia nanggung dia nagih "lho screentime ku kan 1 jam 10 menit bukan 1 jam" yaaah diizinkan.. tapi ini jarang. Seringnya ya 1 jam saja.

Etapi sekarang gara-gara adiknya sering disetelin tv kalo makan (karena dengan cara itu dia mau makan, -__-) si Hanifnya juga jadi ikutan liat. -___-

Tapi pokoknya screentime yang tinggal 1 jam saat weekdays ini sangat bermakna lho. Kegiatan Hanif jadi macem-macem sekarang. Apalagi ini kan barengan dengan dia ujian / evaluasi, jadi pulangnya juga lebih awal. Sekarang dia ya gambar, main sendiri atau sama adiknya, main board game. Sementara ini aku biarkan dulu 1 jam ini, soalnya ga yakin apakah bisa dikurangi lagi hahaha... 

Wednesday, 27 November 2019

Laporan hari ini

Mustinya masuk gratitude blog, tapi kok agak panjang ya haha..

Alhamdulillah, hari ini berjalan cukup lancar dan produktif:

*Pagi berangkat yang sudah pasti lebih ribet daripada biasanya, karena hari ini Fikri dititipkan ke tempat penitipan anak. Jadi harus nyiapkan makanan Fikri juga. Diperparah mereka berdua yang bangun agak siang, jadi musti sarapan di mobil yang berarti bawa2 sarapan n tetek bengeknya juga.
*Etapi hari ini bikin ayam goreng tepung yang resepnya beda lagi dengan yang sudah-sudah.. Pengennya bikin kayak chicken tempuranya Steggles. Akhirnya pake resep tepung all purpose, susu, baking soda, bumbu2 bubuk2an itu lah. Sukses. Yang dibawakan ke Hanif, habis (sarapan di mobil dan makan siang di sekolah. Fikri juga idem. Makanan nasi, bobor bayam, dan ayam tepung Fikri malah habis tandas di TPA). 
*Tujuan menitipkan Fikri di TPA, yaitu menyiapkan materi kuliah besok, tercapai. Beruntung juga Bapak R ada di kampus jadi at least tiga kali aku tanya2 ke dia, hehe..
*Gara2 ibu T posting foto makan di Yoshinoya, aku jadi ngidam makan di Kimchi Go, hehe.. Kelar Irfan ngajar jam 1, langsung meluncur ke sana. Niat awal sekalian ke Alang2 zero waste, ngga jadi. Kapan2 saja.
*Eh iya sampai lupa cerita, Fikri ga mau ditinggal di childcare, haha.. Begitu masuk parkiran mobil dia langsung bilang "mau pulang...". Untunggggg sudah pengalaman anak pertama ditinggal di childcare, hahaha. Tapi tadi agak lama di situ, 20 menitan kali ya? Akhirnya ditinggal dalam keadaan nangis kejer. Pas dijemput tapi ya oke2 aja, makanan yg nasi habis, yg roti hbs 1. 
*Oya pas makan di Kimchi Go tadi nyempetin beli Curly Fries nya A&W, beli 2. Trus pulang beli 2 croissant dan Garlic Naan di toko roti yang skr lagi heboh itu (TLJ, wkwk). Begitu jemput Hanif, dua anak ini langsung ngunyah curly fries sendiri2, rebutan, dll. Sudah kuduga Hanifnya minta lagi, untung mau makan croissant dan habis loh.
*Sampai rumah ga masak karena Ipan mau pergi. Akhirnya Hanif disuapi bobor bayam (yaaaaa masih disuapin ya kalo sayur2 yg dia ga suka gitu). Etapi makannya banyak banget, 3 piring, alhamdulillah... Mau tidur masih ngeluh lapar, akhirnya mau dikupasin apel 1/2.

*Apa lagi ya???? 

Thursday, 21 November 2019

Ibu Keluar Kota

Hahaha setelah beberapa episode Bapak Keluar Kota, kali ini episode Ibu Keluar Kota.

Setelah coba meninggalkan zona nyaman berupa pergi keluar kota meninggalkan bapak. Hanif, dan Fikri, tapi tanpa menginap, sekarang saatnya latihan pergi agak lama. Menginap dua malam. 

Aku naik pesawat yang mendarat di Halim, karena berdasarkan google maps, jarak Halim ke lokasi sekitar 12 km, sedangkan dari Cengkareng 29 km :D. Apalagi setelah googling-googling sejenak, sudah ada counter Grab resmi di situ. Woke. Sempat woro-woro di grup wa, siapa tahu ada yang bareng. Ada Ibu L dari K yang mendarat di jam persis sama. Lalu ada lagi yang kasih tau, Bapak J juga mendarat jam segitu. Lha Bapak J ini dari satu kota alias satu kantor sama aku, ya kemungkinan besar pesawatnya sama lah, wkwk. Menjelang berangkat kontak-kontakan singkat, oke nanti janjian ketemu di bandara.

Di bandara keberangkatan, ngga ketemu sama Bapak J. Naik pesawat. Pesawat nyampe lebih cepat 10 menit, wkwk. Setelah datang barulah Bapak J telpon. "Jadi bareng ya bu?" "Iya pak." "Ibu yang mana ya?" "Saya di... ehm... saya di...." *sambil tolah toleh mencari spot yang eye catching.
"Saya di deket ondel-ondel pak..." 
-_-
xD bahaha... mungkin begitu ya rasanya orang2 yang mau kopi darat sama orang yg ketemuan di tinder dunia online? Celingak celinguk? xD

Pesawat ibu L tampaknya sudah mendarat juga. Kami ke counter Grab mau tanya-tanya. Sampai sana disambut petugas yang bilang kalo lagi rame, jadi dari tadi orang-orang belum dapet Grabcarnya. Woke, gantian Pak Jay, eh, pak J, yang ke counter taksi pake karcis. Eh kok katanya harganya 250 ribu?! Lha kok mahal banget. Mulai galau antara naik taksi argo (keliatan antrenya panjang banget, udah gitu, kadang kalo di Jkt sering agak2 berprasangka gimana naik taksi argo) atau mbuh piye. Akhirya telpon sepupu2 penghuni Jakarta: Arum dan Nanda (lho kok ditulis lengkap bu? ga pake inisial, wkwkwk). Arum mulai ngechat, pake Go Bluebird aja. Oke. Mau tanya Arum lebih lanjut. Telpon aja. Tuuuuut..... Tuuuuut... Pas telepon tersambung, tampaklah di beberapa meter di depan sosok teman jaman SMA.

Eeeh, itu kok kayak Fitria ya?
Tapi kok punya anak perempuan? Anaknya kan dua cowo semua?! 
Mereka lagi nunggu bagasi.
Pas keliatan anak sulungnya sama Bapaknya, 90% yakin itu Fitria. Waaaaah tapi mereka dengan cepat melaju ke pintu keluar @_@

Di tengah-tengah telpon Arum, akhirnya manggil-manggil Fitria, dan bener, hahaha! Langsung peluk-pelukan, wkwk. Maaf ya rum, telponnya jadi ga karu2an. Akhirnya aku tutup. Heboh ya. Tukar kabar sebentar. Ternyata kami satu pesawat, walah cuman takdirnya tadi nggak ketemu di bandara keberangkatan. Fitria bilang, lho aku biasa naik Grab, udah nge-Grab aja, dengan logatnya yang sekarang logat Jakarta abis xD. Woke. 

Singkat cerita, 30 menit lebih akhirnya koper ibu L keluar juga dan kami langsung gercep manggil Go Bluebird atau Grab. Ga ada yang bisa. Yang Go Bluebird dapat 2 kali tapi dua-duanya minta dicancel. Hmm... Ya sudah, naik taksi argo saja, toh bertiga ini. Naik taksi, duduk manis, sopir tanya, "Kemana pak?" "Ke XXX pak." (daerah Sudirman) "Waaaah, saya tadi habis dari sana, 2 jam baru nyampe sini, sampe terpaksa lewat jalan tikus tadi."
-_-
Hadeh.

Etapi ternyata, cepet kok, 30 menitan kurang malahan kali ya. Rasa-rasanya itu karena arus balik ya. Teori bu Tanjung (xD), kalo pagi dari Hotel XXX di Sudirman ke Halim itu ngelawan arus. Berarti kemarin kami sore-sore ya sama, lawan arus juga. Syukurlah. Total habis 70 apa 60 ya, tambah tol 11 ribu, orangnya minta nambah lagi mbuh apa 10 ribu. Lumayan bagi bertiga. 

Pas di acara ketemu-ketemu temen, ternyata yang pada mendarat di Cengkareng tuh karena mereka kapok turun Halim, hahaha... Tapi aku tanya, pagi atau sore mendaratnya? Dia bilang pagi. Oke, berarti ga lawan arus ya kalau pagi. 

Nah besok mari disambung ceritanya. Wkwkwk.





Thursday, 10 October 2019

Hanif minggu ini

Bisakah post ini selesai paling lama dalam 25 menit? Mari kita lihat. Hehe, sekarang jam 4.35 soalnya. Sedikit highlights tentang Hanif terutama di minggu ini.

*Akhirnya dibelikan komik Pengen Jadi Baik (PJB). Dibelikan yang nomor 3. Vita - Irfan approved untuk yang seri ini, wkwkwk. Dibelikan ini gara-garanya kami menengarai ada pengaruh buruk dari baca komik Doraemon itu. Baru nyadar sekarang ya mbak? Hahaha ampun... Begitu komik PJB nyampai, langsung dibaca tidak berhenti. Aku rasa belum bisa 100 % paham sih, tapi setidaknya bagus lah itu kan tokoh utamanya ya baik gitu :p. Beberapa kata yang ditanyakan antara lain teluh (yang waktu itu aku juga ga tau itu apa, lalu setelah aku baca ceritanya kayaknya itu santet deh), lalu siomay, entar, emak, hmmmm apa lagi ya..., rongsokan (yang setiap kali dia ingat kata-kata "Bang Dicky Raja Rongsokan" dia selalu terkekeh-kekeh). Pola bacanya alhamdulillah kayak kalo baca Doraemon, jadi sudah selesai, lalu dia baca-baca lagi. Yang komik serial tokoh dunia yang dia tamat dan baca-baca lagi cuma Hellen Keller. Padahal setelah sukses baca Hellen Keller itu lalu aku ajak dia pilih tokoh lain dan uda beli tiga (Wright Bersaudara, Thomas A Edison, sama Isaac Newton?). Tapi ketiganya ini sekarang mangkrak, dia tidak tertarik lagi. Memang kan pengarangnya beda-beda, jadi gaya gambar dan penceritaannya beda dengan yang Hellen Keller.

----note: e ternyata post yg di atas itu ga sampe 25 menit ngetiknya udah kepotong Fikri dan Hanif terbangun lho, wkwkwk... Jadi lanjut hari berikutnya ini---

Saturday, 17 August 2019

Ke dokter tumbuh kembang: nasihat yang perlu diingat

Tujuan post ini dtulis adalah untuk mendokumentasikan pesan-pesan yang kemarin kami dapatkan dari kunjungan ke dokter tumbuh kembang. Sebetulnya ya pingin mendokumentasikan cerita-cerita latar belakangnya, tapi ya sudah lah another story from another time [Maz Kanata, 2015]. Akan aku tuliskan poin-poin ini secara acak saja ya, seingatku saja.

*Kapan perlu khawatir saat anak berulangkali menunjukkan gejala tidak mau sekolah?
Sejak naik ke kelas 3 ini, durasi sekolah Hanif menjadi lama, seperti durasi orang bekerja. Dia hampir setiap hari mengeluh bosan dan capek. Sejak malam sudah bilang besok tidak mau sekolah. Aku yang bingung: ini dibiarkan saja atau perlu tindakan lebih lanjut? 

Jawaban dokter: Jadikan ini sebagai warning saja. Kapan perlu ada tindakan? Tunggu sampai keluar nilai rapotnya. Jika prestasinya konsisten (baik) dan tidak ada penurunan, tidak perlu khawatir. Tentu saja sebaliknya jika nilai rapot melorot semua, perlu ada tindakan.

Tambahan analisis: (((analisis))) . Sebetulnya kami sudah bisa mengidentifikasi penyebab Hanif tidak suka sekolah. Tentu saja ini tertolong Hanif yang lumayan komunikatif. Penyebabnya: ada tambahan kegiatan di mushola, yang peraturannya cukup ketat (misal harus duduk diam, tidak boleh bicara, dll), yang menurut kami, bagi Hanif yang tersangka ADHD ini pasti sangat menyiksa.

Beberapa kali saat dijemput dia bilang "Hari ini menyenangkan..." yang saat ditanya alasannya, jawabnya "Karena nggak ada kakak kelas yang jaga di mushola, jadi bisa main-main."  Oalah dasar dunia anak-anak.. Yang lucu, saat kemarin ngobrol-ngobrol dengan mbak L rekan satu ruanganku, dia cerita hal yang sama persis, yaitu anaknya mogok sekolah karena dihukum oleh "Askar" (yang ternyata itu juga kakak kelas yang menjaga ketertiban di mushola, hihihi... Sampai dinamai Askar segala. Kalau Hanif bilangnya polisi). Sejak dulu, kita perlu mengubah pola lama kakak kelas penegak disiplin ini. Berkaitan dengan ini, kapan-kapan aku post di sini tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan yaaaa.


*Bagaimana menegakkan disiplin dengan efektif?

Wednesday, 24 July 2019

Campur-campur hari ini

Di penghujung hari ini saya bersyukur, dan biasanya tulisan tentang syukur saya tulis di blog lain saya yang memang khusus untuk syukur-syukuran :)

Btw, tulisan ini saya tulis sambil mengopy (scan-print) buku tematik tema 1 nya Al-Azhar.
Btw, lagi, emang kenapa kok harus sampai gitu?
Btw, kenapa Al-Azharnya dibuat blak-blakan tidak disamarkan?
Entahlah, mungkin supaya ada yang baca satu fakta kecil tentang sekolah di bawah yayasan besar itu.

Syukurlah, sore - petang - malam ini Hanif cukup kooperatif. Diawali dengan kurang mulus karena dia seperti biasanya marah-marah kalau waktu ngegamenya sudah habis (padahal ya seperti biasanya, sudah ditambahi). Lanjut dia diajak makan ikan goreng tepung dan nasi, sambil nonton Doraemon. Lanjut diajak sholat Magrib berjamaah dengan bapaknya. Masih sedikit marah-marah dan nggak konsen. Lalu, yang biasanya setelah Magrib dia sudah saya ajak masuk kamar tidur, kali ini saya biarkan. Tentu saja ini ada hubungannya dengan hari ini, hari pertama dia pulang jam setengah empat sore, dengan durasi sekolah mulai jam tujuh pagi, hanya beda setengah jam dengan durasi orang kerja pada umumnya (!). 

Saya ajak dia ngobrol tentang aktivitasnya hari ini. Awalnya cerita biasa. Katanya jam 6.55 sudah masuk (yang sampai saat ini kok ya belum saya konfirmasi ke gurunya). Lalu halaqoh. Halaqoh itu ngapain? Menghafal surat, katanya. (Sekali lagi, mari resapi cerita ini sebagai bentuk komunikasi anak kecil). Lalu makan, lalu olahraga. Lalu dia cerita panjang lebar. Sepertinya senang, ada game-game hari ini. Ada beberapa game. Diceritakan satu per satu dengan lumayan detail. Sempat cerita kalau marah-marah karena kalah. Setelah itu cerita lagi tentang dia mainan tembak-tembakan yang ada di "tepak" (kotak pensil) temannya. Hehe, anak yang dulu hanya bisa berbahasa Inggris ini sudah bisa bilang "tepak" (selain sumuk, lha kok, dll). Setelah adzan Isya barulah saya ajak dia melakukan ritual yang biasanya, pipis, sholat, dan tidur. Tentu saja sebelum tidur lanjut lagi cerita Minecraft seperti biasanya. 

Thursday, 18 July 2019

Belanja di toko minim sampah

Alhamdulillah, kebetulan hari ini adalah ultah pernikahan keluarga Ipan :D. Sudah 9 tahun, heheh. Daaaan.... dirayakan dengan, berkunjung ke alang-alang zero waste store di Merr. Gak ding, sebenere aku emang sudah rencana mau ke situ, trus ngajak Tika. Ternyata dia keluar kota. Jadilah Ipan dipaksa, wkwk. Diiming-imingi makan di warung (burung) Hantu di ruko yang sama dan diembel-embeli syukuran ultah pernikahan, wkwk.



Foto yang sering muncul: di dalam toko Alang-alang Zero Waste

Ini kedua kalinya aku ke toko ini. Yang pertama, cuma kesitu doang sebentar, survei-survei aja. Yang dibawa dan dibeli:
*bawa e-waste berupa mouse rusak, charger rusak, apa lagi ya...
*nyoba beli eco enzyme dan baking soda (cuma bawa 2 wadah ini)
*beli sedotan stainless + sikatnya, kamper alami

Okay good, sudah ancang-ancang untuk kedatangan berikutnya mau bawa kotak-kotak tetrapak yang sudah dibersihkan isinya dan dikempesin. Juga botol-botol, kardus, dan karton. Lalu mau beli bumbu-bumbu dapur macem lada dan garam. Sudah siap-siap bawa wadah-wadahnya. 

Lalu off we go!
Lalu bete karena jalan kesono macet-macet di sekitar lampu lalu lintas dan banyak yang serobot, ga antre. 
Lalu nyampe sana kaget karena tokonya tutup padahal udah jam setengah 12 lebih (jam buka toko jam 11). Lalu tambah bete.
Lalu masuk warung (burung) Hantu dulu.
Bete lumayan ilang karena bisik-bisik sambil cengengas-cengenges ngerasani warungnya yang jualan *** (sensor, wkwk).
Habis pesan makanan cek lagi ke toko sebelah.
Hore! Tokonya buka!
Ternyata yang jaga ban sepedanya gembos. 
Okesip.

Friday, 12 July 2019

So, who wins her (or his) heart?

 Okay let's just start this post without mentioning other things that I actually want to write (recent trip to Jogja, Fikri's successful weaning, how Hanif's doing nowadays, etc.... wait did I just mention them?  nevermind ).

About two weeks ago I stumbled upon someone's Facebook status mentioning her just watching Leap Year, a romcom set in Ireland. Few days later I watched it and I hella like it. Critics were harsh and I agreed to some points but I just consider this movie like junk food; people know it is bad but they still like it . The main character is Anna (Amy Adams) who's been in a 4-year relationship and went to Ireland to propose his boyfriend while he's having a convention in Dublin. Somehow her plan and flight didn't go well so she had to have someone taking her to Dublin: Declan (Matthew Goode). Aaaaand.... since Declan happened to be thaaaaat charming , of course the filmmaker wants Anna to question her feeling towards her long time boyfriend .



So uhm, do you start to feel I write this post just so that I can put these gems here?  
I watch this in a daily basis now.


Sunday, 2 June 2019

Musik Hanif

Sebagai orang yang dulu layak diberi gelar musisi , termasuk mengumpulkan sebagian besar uang yang telah berjasa untuk banyak keperluan (apalagi setelah nikah dan punya anak ), agak aneh jika faktanya adalah aku nggak ngeleskan anakku musik. Tentu saja pertanyaan macem "loh kok ga diajari sendiri aja anaknya?" ga dihitung ya. Alias ga semua anak guru bisa diajari ortunya sendiri. Banyak lah contohnya, jaman aku masih ngajar di sekolah musik, itu anak-anak guru ya biasanya dileskan ke guru lain. 

Sebetulnya Hanif berusia 4 tahunan, saat di Sydney, aku sudah siap ngeleskan dia. Sudah ikut trial segala (https://socalledvita.blogspot.com/2014/06/pencarian-les-untuk-hanif-review-trial.html.) Tapi ternyata les-lesan di sana agak beda dengan di sini. Di antaranya, jam les yang jarang banget sore-sore. Ya tau sendirilah itu Ostrali di mana mol mol tutup jam 6 petang di hari Sabtu dan tutup jam 4 sore di hari Minggu. (Konteks: jam kerja ). Lalu waktu itu jadwalnya ga cocok, pas ada bukaan kursus, Hanifnya pas ga bisa hari itu. Saking masih semangatnya, aku sampai ngadakan kursus musik sendiri lho wkwkwk. 

Lalu pulang balik ke Indo pas naik kelas 1. Balik TK 6 bulan karena tahun ajaran Indo selisih 6 bulan dengan Ostrali, lalu langsung masuk SD. Yang mana ini full day school. Terus kasian liat anaknya capek. Udah capek pulang sekolah masak masih mau dilesin lagi? Ya sudah bablas. Aku ya juga males sik lihat jalanan Surabaya sekarang. Sempet cari-cari les musik dan yang Yamaha ternyata jaraknya lumayan (maksudnya kudu keluarin mobil dan berkendara minimal 15 menitan). Aku sampai dimarahin ibuku lho gara-gara ini hahaha... "Dasar males" katanya . Ya ibu... lalu lintas sekarang udah beda jauh dibanding jaman ibu dulu anterin aku les musik ke Melodia Jemursari ...

Monday, 27 May 2019

Hidup Minim Sampah: bag 1

Hari ini Senin 27 Mei 2019 jam 7:38 dan..... dua anak masih bobok semua . Lha ini emoticonnya kudu diatur lagi ya letaknya? Males aku je... Ya sudah mari lanjut.

Sudah berapa lama ya aku mulai peduli dan beraksi dengan hidup minim sampah ini? Kalau secara umum ya sudah sejak dulu, hahaha... Kalau yang mulai agak niat melakukan aksi-aksi tambahan, mungkin sejak awal tahun ini ya. Kebetulan ada teman-temanku yang cukup sering mempublikasikan aksi minim sampah mereka dan orang-orang lain di medsos. Jadilah aku terpengaruh untuk hal baik ini. 


Ini contohnya.... Semoga foto ini juga bisa menggugah anda-anda sekalian...


Memakai menstrual pad
Seingatku mulai bulan Februari kemarin ini aku juga mulai menelateni memakai mens pad. Sebetulnya aku punya satu mens pad sejak jaman Hanif bayi dulu. Jaman dulu masih ada platform Multiply itu lho, lama banget ya?  Jadi temenku dulu bikin giveaway gitu dan aku dapat salah satu hadiahnya, mens pad merk Zigie Zag. Bertahun-tahun nggak pernah aku pake itu menspad. Ya males aja. Males ribet bersihinnya dll. Nah sekarang temen-temen pendukung hidup minim sampah ini banyak yang share pengalaman memakai mens cup. Aku merasa belum mau coba, jadilah aku niatkan mencoba mens pad aja. Googling-googling bentar, ternyata udah bukan jamannya ya, hahaha... Banyakan yang share tentang mens cup. Ada beberapa yang share pengalaman memakai mens pad. Berdasarkan yang beberapa ini akhirnya aku beli lagi online . Beli mens pad ukuran night dan regular untuk merk GG, Cluebebe, dan Baby Oz. Zigie Zag udah ga ada ya? Hahahaha...